Lombok Post
Giri Menang

Arbain: Ini Hanya Miss Komunikasi!

KLARIFIKASI: Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lombok Barat I Wayan Sumarjana (tiga kiri) di dampingi Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram R Kristandono Dwicahyo (dua kiri) memberikan klarifikasi kepada Dirut RSUD Tripat Gerung drg Arbain Ishak (kanan), di RSUD Patut Patuh Patju Gerung, kemarin (23/4)

GIRI MENANG-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mataram menyambangi RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung, kemarin (23/4). Itu dilakukan untuk mengklarifikasi pernyataan Direktur Utama RSUD Tripat Gerung drg Arbain Ishak, yang menyoroti lambannya realisasi pencairan klaim BPJSK.

Arbain mengakui pernyataannya. Ia tidak membantah jika mengatakan setiap kali ia mengajukan klaim BPJS, realisasinya kerapA� terlambat. Padahal, penanganan pasien BPJSK di RSUD Tripat justru kurang lebih 90 persen pasien.

Namun, ia mengklaim pernyataan yang menyerang BPJS itu ia ungkapkan pada Oktober 2017A� lalu. Namun, baru rebut di media massa pada 13 April 2018. Padahal, BPJS sudah mencairkan dana klaim RSUD Tripat pada 11 April 2018.

a�?Sebenarnya ini hanya miskomunikasi BPJS Kesehatan dengan RSUD Tripat,a�? akunya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lombok Barat I Wayan Sumarjana didampingi Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram R Kristandono Dwicahyo, memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Ia meluruskan, terkait pemberitaan pada 13 April lalu.

Menurutnya ada yang tidak sesuai, karena pembayaran jasa klaim BPJSK itu sekitar 11 April lalu.A� Sementara muncul di Koran BPJSK memiliki tunggakan kepada RSUD Tripat pada 13 April. a�?Itu yang ingin kita pertegas dan klarifikasi,a�? ujar Sumarjana.

Ia menuturkan, mekanisme pembayaran jasa klaim BPJSK itu terhitung 15 hari kerja. Hal ini disertakan denganA�kertas serah terima lengkap dan sudah ditandatangani.

Namun ada berapa klaim yang sudah diverifikasi ternyata tidak sesuai. Itu akan dikembalikan kemudian diserahkan kembali untuk diperbaiki. Setelah itu baru pihak RSUD mengajukan kembali klaim ke BPJSK.

a�?Kami buatkan kembali berita acara bahwa pengajuan itu dihitung kembali selama 15 hari kerja,a�? jelasnya.

Sementara terkait pembayaran setiap tahun, pengajuan klaim yang diajukan pada 31 Januari tidak bisa langsung diproses. Ada beberapa proses yang harus dilalui. Mulai dari proses entry di aplikasi dan lainnya.

Sumarjana mengatakan, dalam pemberitaan lalu terlihat BPJSK itu masih menunggak dari klaim sejak Oktober. Padahal klaim pada Oktober itu sudah dibayarkan, meskipun masih terdapat keterlambatan. Bahkan, denda keterlambatan sebesar satu persennya pun telah dibayarkan. a�?Pada intinya kami tidak keberatan, namun kami hanya meluruskan saja,a�? tandasnya. (fer/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost