Lombok Post
Metropolis

Awasi Lalu Lintas, Dishub Mataram Tak Bisa 24 Jam

LEMBUR: Seorang anggota Kesdal Lalin Dishub Kota Mataram tengah mengatur lalu lintas di depan Kantor Wali Kota Mataram, Sabtu (31/3) lalu.

MATARAM-Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) Sabtu dini hari (21/4), akhirnya ditanggapi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram H Khalid. Menurutnya kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 03.36 dini hari itu, seharusnya persoalannya bukan dicecar ke pihaknya.

a�?Tapi ini soal kesadaran berlalu lintas!a�? cetus Khalid.

Apalagi dalam berbagai narasi yang mengiringi rekaman CCTV yang beredar, kendaraan warna silver metalik itu disebut melawan arus. Sedangkan di sepanjang jalan Pejanggik yang juga merupakan lajur jalan protokol, sudah dipasangi marka jalan yang lengkap.

a�?Kejadiannya jam 3 pagi, beha�� itu di luar kita,a�? imbuhnya.

Namun Khalid menambahkan, bukan tidak ada upaya pihaknya melakukan penertiban arus lalu lintas. Terbukti sejak awal bulan ini, mereka gencar mengadakan giat malam untuk penertiban arus lalu lintas. Hanya saja daya tahan para petugas lapangannya belum mampu melakukan pengawasan dan pengendalian hingga 24 jam penuh.

a�?KamiA� (berjaga) sampai pukul 10 malam,a�? terangnya.

Lewat dari itu, Khalid mengaku pihaknya tidak mungkin memaksakan diri. Apalagi arus lalu lintas di atas jam 10 malam di Kota Mataram sudah mulai lengang. Tidak sepadat siang hari. Para petugas juga butuh istirahat untuk keesokan harinya kembali bekerja.

Jika menginginkan pengamanan sampai 24 di jalan-jalan protokol, maka mau tidak mau budget operasinoal harus digemukkan lagi. Begitu juga dengan jumlah petugas lapangan harus ditambah.

a�?Ini kembali ke soal anggaran dan jumlah petugas kita,a�? tukasnya.

Tidak hanya petugas yang ditarik mulai jam 10 malam. Tapi beberapa traffic light juga sudah ke set timer lampu warna kuning. Dengan kata lain arus lalu lintas sudah tidak perlu pengaturan yang lebih ketat lagi. Pengendara hanya diingatkan untuk lebih hati-hati sekalipun kondisi jalanan kota lengang.

a�?Jadi ini soal amunisi (atau) pasukan kita yang masih kurang. Kalau mau jalan protokol itu dijaga, ya ditambah anggaran dan pasukan,a�? cetusnya.

Khalid mengakui tugas Dishub sangat padat. Mulai dari giat titik rawan pagi, siang, dan malam. Selanjutnya rawan parkir. Karena itu pihaknya tidak mungkin memaksakan diri sampai dini hari untuk mengawasi satu dua pengendara yang tak paham marka.

Sekalipun demikian, Khalid menolak disebut keteteran. a�?Bukan keteteran, ini soal SDM,a�? cetusnya lagi.

Di tempat berbeda, Lalu Suryajagat, Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Mataram mengatakan, ia sudah melihat rekaman CCTV yang viral itu. Namun ia menjanjikan persoalan ini akan cepat tertangani setelah Area Traffic Control Sistem (ATCS) terpasang.

a�?Saat ini alatnya kan baru dalam proses pengiriman. Sedangkan kita di kantor sedang siap-siapkan tempatnya,a�? kata Jagat.

Ia yakin ATCS nantinya akan sangat membantu. Mencegah potensi pelanggaran lalu lintas yang dapat mengancam keselamatan pengendara lain. Para petugas juga tidak perlu berada di jalur-jalur protokol jika ATCS sudah terpasang.

a�?Sebab traffic light nya kan bisa kita kendalikan secara manual melalui room kontrol,a�? yakinnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post