Lombok Post
Bima - Dompu

Ketua DPC PDIP Kota Bima Dipecat ?

MINTA MAAF : Ketua DPC PDIP Kota Bima Ruslan (kanan) menggelar konferensi pers dan meminta maaf kepada kepolisian atas sikap arogansinya yang memarahi aparat yang menilangnya.

KOTA BIMA – Video Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bima Ruslan yang tidak terima mobilnya ditilang Sat Lantas Polres Bima Kota menjadi viral. Ribuan kali ditonton dan langsung menyita perhatian netizen. Bahkan sejumlah media nasional memberitakan jika Ruslan telah dipecat.

Pemecatan ini langsung disampaikan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto setelah video Ruslan yang membentak petugas Sat Lantas Polres Bima Kota menjadi perbincangan netizen.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat yang dihubungi Radar Tambora (Lombok Post Group) melalui ponselnya, belum memberikan jawaban yang jelas.

“Saya lagi sibuk,” ujarnya singkat dan langsung menutup telepon.A�Dihubungi via WhatApps pun, pimpinan partai berlambang banteng ini hanya mengirimkan sejumlah link berita pemecatan Ruslan.

Sementara itu, Ruslan kepada sejumlah awak media saat menggelar konferensi pers sama sekali tidak mengungkap perihal pemecatannya tersebut.A�Pria yang akrab disapa Parlan ini hanya menyampaikan permohonan maaf kepada institusi kepolisian RI, masyarakat Kota Bima, masyarakat Indonesia dan khususnya kepada Kasat Lantas Polres Bima Kota atas sikap arogansinya.

Parlan mengaku ia langsung dihubungi DPP PDI Perjuangan atas keteledoran yang dilakukannya dan diinstruksikan segera menghadap.

a�?Saya salah, saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, Kota Bima dan institusi kepolisian,a�? katanya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Bima Kota AKP Ryan Faisal saat dimintai konfirmasi mengaku tidak menyangka akan seviral itu. Ia menjelaskan, sebelum terjadi insiden tersebut, ia sempat mengingatkan pemilik mobil tersebut untuk menggunakan nomor polisi yang asli.

a�?Yang pertama ditegur di Convention Hall Kota Bima saat debat publik paslon wali kota dan wakil wali kota. Kedua, di depan kantor PLN Bima dan yang ketiga di samping Terminal Dara,a�? jelasnya.

Diakui Ryan, saat itu ia hanya meminta pemilik mobil untuk mengganti plat nomor kendaraan dengan yang asli. Sebagai jaminan, ia mengambil STNK mobil tersebut, karena saat itu ketua DPC PDIP Kota Bima tidak membaca SIM.

a�?Ternyata dia (Parlan, red) tidak terima dengan itu dan mengejar kami dengan kendaraannya, kemudian memberhentikan kami di dekat Ulet Jaya,a�? ujarnya.

Diakui Ryan, di lokasi itulah, ia akhirnya menilang kendaraan tersebut. Kemudian mengantar Ruslan dan istri ke lokasi yang dituju.

a�?Saya tilang itu setelah dia (Parlan, red) mengejar kami dan menanyakan surat tugas saya. Di situ saya sudah jelaskan, saya polisi dan saya Kasat Lantas, tapi ya tetap marah-marah,a�? pungkasnya. (tin/yet/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara