Lombok Post
Headline Praya

Pansus Dam Mujur Diusir Warga

INFORMASI AWAL: Pansus DPRD Lombok Tengah tentang percepatan pembangunan Dam Mujur, saat menerima perwakilan tokoh Desa Kelebuh, beberapa hari lalu.

PRAYA-Warga Desa Kelebuh, Praya Tengah Lombok Tengah sempat melakukan aksi pengusiran terhadap rombongan Pansus DPRD, yang membahas percepatan pembangunan Dam Mujur. Itu karena, kedatangan mereka dianggap tidak memberikan jalan keluar terbaik dan jawaban pasti.

a�?Kami melihat, ada komunikasi yang terputus saja,a�? keluh Wakil Ketua Pansus DPRD Loteng Legewarman pada Lombok Post, kemarin (23/4).

Seharusnya, kata Legewarman Sekretariat Dewan jauh-jauh hari menyampaikan informasi, bahwa tim Pansus akan turun ke Desa Kelebuh. Tujuannya, untuk mendalami informasi awal, yang sudah diterima Pansus sebelumnya.

Kendati demikian, beber politisi PBB tersebut, pimpinan dan anggota Pansus berusaha menenangkan warga. Alhasil, mereka pun menerima kedatangan Pansus. a�?Melihat kejadian itu, kami tidak akan mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah. Tapi, nota kesepakatan,a�? ujar Legewarman.

Maksudnya, terang anggota Komisi I DPRD Loteng itu, Pansus melalui pimpinan dewan akan menandatangani perjanjian kerja sama, guna bersama-sama mensukseskan pembangunan dam Mujur. Itu dimulai dari land acquisition resettlement action plan (Larap) atau studi pengadaan lahan, pemindahan penduduk dan pemukiman. Kemudian, Amdal. a�?Dua program itu saja,a�? cetusnya.

Selebihnya, tambah Legewarman sambil jalan memperjuangkan anggaran di pusat. a�?Walau pun kami diusir, tugas dan tanggung jawab kami tetap melekat,a�? tegas Ketua Pansus DPRD Loteng Suhaimi, terpisah.

Dengan begitu, ungkap politisi PDI Perjuangan tersebut, Pansus mengetahui secara mendalam permasalahan apa saja, yang dihadapi masyarakat. Yang pasti, tiga pertanyaan warga Desa Kelebuh sulit dijawab. Kecuali, mereka membuka pintu untuk menerima Larap dan Amdal.

Ketiga pertanyaan tersebut meliputi, siapa yang bertanggung jawab atas pembebasan lahan warga. Kemudian, kemana warga akan direlokasi dan terakhir berapa harga lahan yang akan dibayar. a�?Kami melihat, mereka yang masih keberatan lantaran kurang mendapatkan informasi,a�? kata Suhaimi.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost