Lombok Post
Giri Menang

Nelayan Lobar Keluhkan Kebijakan DKP

Adnan

GIRI MENANG-Nelayan di wilayah Meninting, Batu Layar mengeluhkan bantuan yang diberikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lobar tak merata. Begitu pula nasib nelayan Lobster di Sekotong, mereka yang tak lagi menangkap baby Lobster, akibat adanya pelarangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, sangat minim mendapat bantuan.

Akibat kondisi ini, banyak nelayan yang menganggur karena kehilangan mata pencaharian. Sehingga kondisi itu menuai sorotan dari kalangan DPRD Lobar. Dewan menilai, perhatian pemda kepada nelayan lobster masih kurang.

a�?Bantuan yang diberikan ke nelayan tak merata, bahkan kelompok itu-itu saja yang diberikan,a�? keluh Amaq Dahli salah satu nelayan di Meninting, belum lama ini.

Padahal, pihaknya selaku anggota kelompok Laut Biru sendiri sudah mengusulkan beberapa kali ke dinas, namun tidak direspons. Bahkan, sejak beberapa tahun kelompok nelayan tak diberikan bantuan.

a�?Anehnya, bantuan hanya diberikan ke kelompok tertentu. Sementara, sarana prasarana seperti alat tangkap sangat dibutuhkan nelayan,a�? paparnya.

a�?Nelayan pun terpaksa membeli swadaya kelengkapan untuk melaut,a�? tambah Dahli.

Diakui, hasil tangkapan nelayan sejauh ini cukup banyak. Per hari ia mampu memperoleh lima hingga enam kilogram (Kg).A�Dengan jenis ikan tongkol dan pogot. Ia menjual hasil tangkapan ke wilayah Sweta, Kota Mataram. Dengan harga jual Rp 25 hingga 50 ribu per Kg.

Terpisah, dewan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lobar Adnan pun kembali mengkritisi minimnya pemberdayaan masyarakat nelayan. Khususnya di wilayah Sekotong, mata pencaharian nelayan hilang akibat pelarangan penangkapan baby lobster. Sebagai tanggung jawab, pusat yang memberikan pembinaan kepada warga. a�?Justru andil kabupaten seperti apa disini, kami merasa sedih,a�? imbuhnya, kemarin (24/4)

Disinilah pemda, kata dia, perlu serius melakukan pembinaan dan pemberdayaan. Agar mereka memiliki mata pencaharian baru.

Sementara itu, Kepala DKP Lobar H Ahmad Subandi mengatakan, pihaknya sudah mengalihkan mata pencaharian nelayan yang sebelumnya menangkap baby Lobster. DKP sendiri bekerja sama dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), untuk memberikan paket bantuan mengalihkan mata pencaharian mereka.

a�?DKP juga memperoleh anggaran sebesar Rp 5 miliar dari pusat untuk membantu nelayan Lobster, bantuan ini dalam bentuk budidaya ikan lele,A�bandeng dan rumput laut,a�? paparnya.

Bantuan yang diberikan oleh pusat, sambungnya, berupa barang kepada para nelayan. Total nelayan yang diberikan, sebanyak 299 orang di Teluk Sepi.

Selain itu, budidaya ikan ini sudah panen perdana dengan hasil lumayan besar yang mencapai empat ton. Bila biasanya panenA� empat bulan, namun budidaya yang dikembangkan ini masa panen hanya dua bulan. a�?Tahun ini pun, pihak Basarnas bakal memberikan bantuan ke nelayan Lobster tersebut,a�? tutupnya. (ewi/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost