Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Nelayan Poto Tano Dapat 40 Unit Rumah Khusus

RUMAH NELAYAN : Bupati Sumbawa Barat H Musyafirin saat peletakan batu pertama pembangunan rumah khusus nelayan di Desa Poto Tano, kemarin (23/4).

TALIWANGa��Pembangunan rumah khusus nelayan di Desa Poto Tano, Kecamatan Poto Tano resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sumbawa BaratA� H Musyafirin, kemarin (23/4).

Pembangunan rumah khusus nelayan ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. terutama kebutuhan papan atau rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

a�?a��Pemenuhan hak-hak dasar masyarakat adalah kewajiban pemerintah. Khusus rumah, jumlah pembangunannya akan terus ditambah melalui APBD,a��a�� kata bupati.

Dikatakan, pembangunan rumah khusus nelayan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menata areal perumahan nelayan Desa Poto Tano. Jalan yang dibangun di pinggir pantai akan menjadi destinasi wisata kuliner. Sepanjang jalan atau pinggiran rumah warga akan dibangun lapak atau kios yang menjajakan kuliner. Ditambah lagi fasilitas lainnya. Sehingga Poto Tano nantinya tertata rapi dan menarik dan akan menjadiA�lawang desaA�(gerbang desa) sesungguhnya.

a�?a��Bukan saja bagi KSB. Tapi juga bagi Pulau Sumbawa,a��a�� katanya.

Bupati juga meminta agar Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Rumah Provinsi NTB yang membangun rumah khusus nelayan ini agar bertanggungjawab penuh. Bupati meminta agar kualitas rumah benar-benar diperhatikan.

A�a�?a��Kepada masayarakat penerima, saya harap agar bangunan ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Kalau memang ada rezeki lebih, bisa juga membangun rumah baru,a��a�� ujarnya.

Kepala SNVT Penyediaan PerumahanA� Provinsi NTB H Bulera mengatakan, tahun 2018 ini ada tiga program pembangunan rumah yang dilaksanakn di KSB. pertama, pembangunan rumah khusus nelayan sebanyak 40 unit yakni di Desa Poto Tano senilai Rp 3,6 miliar. Kedua, pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) di Balisung Kelurahan Menala, Taliwang. Rusunawa tersebut akan dibangun tiga lantai dengan anggaran Rp 13 miliar lebih. Ketiga, pembangunan rumah swadaya sebanyak 100 unit. Setiap unit akan mendapat anggaran Rp 12,5 juta dan ongkos tukang Rp 2,5 juta.

Dijelaskan Bulera, rumah khusus nelayan ini bukan untuk dimiliki, tetapi rumah sementara bagi keluarga yang belum memiliki rumah. Pemerintah berharap, warga dibantu memiliki tempat tinggal sementara untuk berfikir dan berusaha kemudian menabung. Selanjutnya warga tersebut bisa membuat rumah sendiri. Pemakaian rumah ini terus berganti kepada keluarga yang belum memiliki rumah.

a�?a��Apa yang didapat masyarakat Poto Tano ini tidak lepas usaha dan perjuangan bupati KSB agar bagaimana warga Poto Tano mendapat rumah. Berkat lobi ke Dirjen Kementerian PUPR, KSB bisa mendapatkan program 40 unit rumah,a��a�� jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman KSB Arif Rahman menjelaskan, pembangunan rumah khusus nelayan di Desa Poto Tano ini menelan dana Rp 3,6 miliar yang bersumber dari APBN melalui Kementerian PUPR. Dana itu akan digunakan untuk membangun 40 unit rumah tipe 28. (far/r4)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post