Lombok Post
Headline Selong

Target Lotim Dinilai Terlalu Rendah

SIAP MENDAKI: Sejumlah wisatawan saat bersiap mendaki Rinjani melalui jalur pendakian Sembalun Lotim pekan lalu.

SELONG-Dinas Pariwisata Lombok Timur (Lotim) tahun ini menargetkan kunjungan wisawatan ke Gumi Selaparang mencapai 25.000 wisatawan. Itu tidak termasuk pelancong yang tidak menginap atau hanya sekadar mampir di Lotim. Namun demikian target ini justru dinilai sangat kecil oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim. Ketua BPPD Lotim Akhamd Roji mengaku Pemkab Lotim harus berani memasang target tinggi.

a�?Terlalu kecil kalau hanya 25.000 kunjungan. Saya pikir setengah juta kunjungan itu realistis. Ada wisatawan yang menginap, ada yang pelancong. Bisa mancanegara, nusantara dan lokal,a�? kata Roji.

Ia menyayangkan target yang dipasang oleh Dinas Pariwisata Lotim sangat kecil. Karena, jika dilihat dari kunjungan ke Rinjani saja, per hari wisatawan yang datang rata-rata bisa mencapai ratusan. Dengan data dari TNGR Resor Sembalun pendaki Wiman mencapai 108 orang per hari. Belum lagi dari wisatawan nusantara atau lokal. Termasuk wisatwawan yang datang ke destinasi wisata lainnya seperti Tete Batu hingga wilayah selatan Jerowaru.

a�?Kalau targetnya hanya segitu, maka terjadi kemunduran. Karena kan ada event-event nasional dan internasional di Lotim yang melibatkan ribuan orang. Pemkab Lotim harus targetkan setengah juta, itu realistis!a�? ucapnya.

Namun demikian, kinerja BPPD Lotim sendiri juga ikut disorot oleh anggota PHRI Lotim Zuhri Rahman. Dalam rapat pengurus PHRI di Rumah Makan Gelora Masbagik, Ori sapaannya mengaku prihatin dengan kondisi pariwisata Lotim termasuk kinerja BPPD Lotim. a�?Kalau orang yang promosi masih tetap seperti ini. Puluhan tahun kondisi pariwisata Lotim akan begini-begini saja,a�? kritik pria tersebut.

Menanggapi hal ini Ketua BPPD Lotim mengaku peran promosi bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pihaknya saja. Tetapi dibutuhkan sinergitas antara BPPD Lotim, Dinas Pariwisata, PHRI, HPI hingga semua stake holder terkait.

a�?Bagaimana saya bisa maksimalkan program marketing kalau anggaran kita hanya Rp 500-600 juta per tahun. Berbeda dengan BPPD Lombok Tengah yang mencapai Rp 2 miliar atau Provinsi yang mencapai Rp 5-7 miliar,a�? bebernya.

Ia menyerahkan kepada masyarakat yang menilai siapa yang bekerja dan tidak. Karena, dengan anggaran yang kecil, BPPD Lotim mengaku telah menggelar kegiatan dua tiga sampai tiga even dalam sebulan. a�?Misalnya kami terlibat di event festival home stay Tete Batu, kami mengadakan marine ecotourism di wilayah selatan. Kami mendatangkan tamu dari luar bukan jeruk makan jeruk,a�? sindirnya.

Ucapan Roji ini menyorot sejumlah kegiatan Dinas Pariwisata Lotim yang hanya mengadakan kegiatan melibatkan masyarakat setempat atau wilayah Lotim sendiri. Tidak mendatangkan wisatawan dari luar daerah apalagi mancanegera. A�a�?Misalnya kita punya acara, tapi yang hadir sama-sama orang Lotim. Lalu di mana pariwisatanya. Saya melihat ini yang masih terjadi di Dinas Pariwisata Lotim,a�? kritiknya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Lotim M Juhad mengaku memasang target kunjungan 25 ribu wisatawan karena melihat data kunjungan sebelumnya. Di tahun 2017 lalu, data wisatawan yang menginap di hotel atau home stay diungkapnya mencapai 15 ribu wisatawan. Sementara kunjungan pelancong atau yang tidak menginap mencapai 20 ribu orang lebih.a�?Jadi kami targetkan 25 ribu orang. Kalau termasuk pelancong bisa sampai 50 ribu,a�? ucapnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost