Lombok Post
Politika

Ali BD: Bukan Nyentrik, Tapi Menegakkan Kebenaran

MAJU BERSAMA RAKYAT: Calon gubernur NTB independen Ali BD saat menyambung silaturahmi dengan masyarakat Kelayu Jorong, Lombok Timur, kemarin malam (24/4).

LOMBOK TIMUR-Calon gubernur NTB independen Ali BD selama ini kerap dianggap sebagai sosok yang kontroversial. Akibat beberapa kebijakan dan keputusannya dalam memimpin daerah beberapa kali berseberangan dengan aturan pada umumnya. Lantas Ali BD pun kadang dianggap sebagai pemimpin nyentrik.

Ali BD pun menjawab semua anggapan sejumlah pihak kepadanya ketika menyambangi masyarakat di Kelayu Jorong, Lombok Timur kemarin malam. Dalam kesempatan bersilaturahmi dengan ratusan masyarakat Kelayu itu, Ali BD memaparkan bagaimana hakikat seorang pemimpin dalam pemikiran dan ideologi yang diyakininya.

a�?Pemimpin dibutuhkan oleh rakyat untuk memeperbaiki bangsanya, membuat masyarakat teratur dan sejahtera. Baik skala desa, kabupaten, provinsi maupun bangsa,a�? kata Ali BD>

a�?Sejak zaman manusia pertama, pemimpin selalu dibutuhkan untuk membawa kedamaian,a�? kata pria yang akrab disapa Amaq Asrul ini melanjutkan dalam sambutannya.

Bahkan, Tuhan mengirim manusia dikatakan Ali BD untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Baik untuk dirinya sendiri, keluarga dan bangsanya. Sehingga, setiap manusia sejatinya adalah pemimpin. Untuk menjadi pemimpin, manusia harus tahu mana yang baik dan yang tidak untuk dilakukan. Menegakkan kebenaran apa pun konsekuensi yang dihadapinya.

Dasar pemikiran yang kemudian membuat Ali BD selalu membuat kebijakan dan aturan yang justru dianggap kontroversial oleh masyarakat. Misalnya ketika ia membuat kebijakan Perda Zakat. Ia di demo para pegawai PNS Pemkab Lotim. Namun, ia bergeming. Karena dijelaskannya manfaat zakat begitu luar biasa.

Dia mengatakan, saat ini sedikitnya 100 panti asuhan tiap bulan dikasih makan dari zakat. Sekarang juga pihaknya sudah membangun rumah sakit Islam dari zakat. a�?Gedungnya sudah berdiri, tetapi ada orang tetap ngendos (mempersoalkan, Red) itu juga saya abaikan,a�? ucapnya.

Dia menegaskan, kalau kita yakin niat kita lurus dan benar, kita tidak perlu takut. Ditegaskannya, kalau dirinya yakin bahwa apa yang dilakukan tidak ada untuk kepentingan diri sendiri, dirinya tidak perlu takut.

a�?Itu cara saya memimpin di Lotim,a�? sambungnya.

Inilah yang kemudian dianggap sejumlah pihak bahwa sosok Ali BD adalah pemimpin yang kontroversial. Ia tidak segan menentang kebijakan apa pun yang dinilainya tidak berpihak kepada masyarakat. Karena, ia selalu menekankan apa pun kebijakan pemerintah, semua harus berorientasi kepada kepentingan rakyat.

a�?Makanya kadang saya dianggap nyentrik. Saya tidak nyentrik, saya hanya menegakkan yang hak (kebenaran, Red),a�? ucapnya.

Di hadapan masyarakat Kelayu Jorong pendukung pasangan independen, Amaq Asrul mengungkapkan wilayah Kelayu adalah tempat lahirnya para guru. Dimana, ia mendapati sejumlah ulama dan tuan guru yang ada di Pulau Lombok dulu banyak belajar dari tokoh ulama di Kelayu. Salah satunya yakni TGH Umar Kelayu yang tak lain adalah kakeknya. Masyarakat Kelayu pula yang diterangkannya menjadi asal muasal masyarakat Pancor. Sehingga antara Kelayu-Pancor menurutnya tidak bisa dipisahkan.

a�?Kelayu merupakan kota dan desa guru. Lebih 150 tahun lalu banyak tokoh ulama Kelayu menjadi guru. Sehingga ini menjadi panggilan sejarah, dari satu kota dan desa guru menatap dengan tajam perubahan,a�? ucapnya.

Ketika tidak ada tanda-tanda perubahan yang menggembirakan, maka orang Kelayu dikatakan Ali BD hadir menjadi pemimpin untuk memperbaiki bangsanya. Namun demikian, ia bersyukur sepuluh tahun terakhir Ali BD mengatakan sosok pemimpin Gubernur NTB saat ini telah benyak membawa kemajuan ketika memimpin NTB. a�?Alhamdullilah semeton kita Zainul Majdi berhasil mengukir sejarah. Kita bangga NTB dibangun oleh orang Kelayu-Pancor,a�? ucapnya.

Begitu juga dengan kehadiarannya untuk maju sebagai calon gubernur pilihan rakyat. Ali BD mengaku ingin mengamalkan pengalamannya sepuluh tahun menjadi Bupati Lotim untuk membangun NTB.

a�?Apa tujuan kita menjadi bupati? Tidak ada yang lain selain mengabdikan pengalaman dan memperbaiki bangsa,a�? tandasnya. Dirinya maju atas dukungan rakyat dan karena itu harus berjuang untuk rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah masyarakat juga menanyakan komitmen Ali BD untuk memmerhatikan nasib para guru honorer SMA/SMK. Mengingat hingga saat ini belum ada kepastian nasib para guru honorer sejak diambil alih pemerintah provinsi.

Ali BD memaparkan wajib hukumnya daerah mengangkat guru honorer. Karena, tanpa kehadiran guru honorer, maka tenaga pendidik di sekolah-sekolah akan kosong. Akibat pemerintah pusat saat ini masih melakukan moratorium pengangkatan guru PNS. Di satu sisi, setiap tahun di Lotim saja ratusan guru pensiun.

Dia menilai, pemerintah provinsi saat ini mungkin belum siap didatangi sekian ribu guru honorer daerah. Makanya mungkin pemerintah terkejut. a�?Tapi pengangakatan guru honorer akan kita angkat dua kali lipat dan kita anggarkan seketika kalau gubernurnya dari rakyat Amaq Asrul,a�? ucap Ali BD disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Perhatian terhadap guru ditegaskan Ali BD harus menjadi prioritas. Mengingat pendidikan adalah kunci utama sebuah pembangunan daerah. Termasuk juga bantuan untuk pondok pesantren, guru ngaji semua ditegaskan Amaq Asrul harus mendapat perhatian pemerintah. Di Lotim setiap tahun Ali BD menganggarkan Rp 65 miliar bantuan sosial yang diserahkan kepada TPQ, guru ngaji, masjid dan pondok pesantren. Sementara pemerintah provinsi saat ini hanya menyediakan Bansos sebesar Rp 35 miliar setiap tahun.

Sehinggga, ketika mendapat amanah masyarakat nanti, Ali BD siap menganggarkan 10 kali lipat dana bansos dari jumlah yang dianggarkan pemerintah provinsi saat ini atau sekitar Rp 350 miliar.

a�?Mungkin banyak yang menganggap kita mengada-ngada. Tapi inilah aliran ekonomi yang telah saya rancang. Semua telah dipikirkan dan semua harus berorientasi pada orang miskin. Tetapi juga harus dengan ilmu,a�? ungkapnya.

Ali BD mengaku memilih maju lewat jalur independen meski banyak partai yang menyodorkan diri siap mengusungnya. Karena ia tidak ingin ketika terpilih nanti, anggaran pemerintah provinsi justru dibagi-bagi untuk kepentingan partai dan pengurusnya. Karena tak jarang pemimpin yang diusung dan didukung partai justru menjadi a�?suruhan partaia��.

a�?Kita tidak mau seperti itu karena saya bukan suruhan partai. Saya independen. Bebas dari kepentingan partai dan hadir untuk kemajuan bersama rakyat,a�? tandasnya. (ton/r8/*)

Berita Lainnya

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost

Bawaslu Bersiap Pelototi Kiai Ma’ruf, Ingatkan Tidak Kampanye di Ponpes

Redaksi LombokPost

Bung Nuri: Mari Berpolitik Santun

Redaksi LombokPost

DPT HP Akan Dicermati Dua Bulan

Redaksi LombokPost

Fasilitas Kampanye Presiden Petahana, Pesawat Boleh, Kantor Istana Dilarang

Redaksi Lombok Post

Janji Pemecatan Muhir Masih Pepesan Kosong Belaka

Redaksi LombokPost