Lombok Post
NASIONAL

Siap-Siap! Nilai Penyebar Soal UN Dibatalkan

TIDAK SEMANGAT: Peserta UNBK SMPN 4 Gerung, Lobar sempat tidur-tiduran karena tidak semangat. Konsentrasi mereka buyar setelah server ngadat dan listrik padam.

JAKARTAa��Aksi membocorkan soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) ditanggapi serius oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Dia menegaskan jika hasil UN pelaku akan dibatalkan. Tahun depan pun tak diberi kesempatan ujian.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih mengusut kasus tersebarnya soal ujian nasional di media sosial line. Muhadjir menjelaskan jika pihaknya bisa dengan mudah menemukan. a�?Dari sekian banyak peserta ujian, pelakunya hanya tiga,a�? tuturnya kemarin (25/4).

Muhadjir mengaku jika dia sudah mengetahui siapa tiga orang tersebut. Bahkan kini Kemendikbud dalam pengejaran pelaku pembocoran soal. a�?Sudah diketahui termasuk dilakukan (pengiriman foto soal UN) setelah ujian atau pas ujian. Nanti kita lihat jejak digital di handphonenya,a�? ungkap Muhadjir.

Ketika sudah tertangkap, Muhadjir meyakinkan jika pelaku akan dibatalkan hasil ujiannya. a�?Tahun depan juga tidak boleh ikut,a�? bebernya.

Dalam UNBK kali ini masalah lain yang dipersoalkan adalah penerapan higher order thinking skills (HOTS). Walaupun Kemendikbud mendapat banyak protes atas penggunaan HOTS, Muhadjir bersikukuh akan menerapkan soal dengan bobot yang sama di tahun depan. a�?Kalau kritik HOTS belum bisa diterapkan karena fasilitas belum maju dan sebagainya, ya nunggu siap maka akan lebih lama,a�? tutur Muhadjir.

Asal mula Indonesia menggunakan HOTS sendiri dimulai ketika bergabung dengan program international student assessment (PISA) pada 2001. Pisa merupakan organisasi untuk melakukan pengujian secara internasional kualitas murid. a�?Itu yang diributkan merupakan hasil dari 2015,a�? tuturnya. Pada tahun itu, menurut hasil penilaian Pisa kualitas murid di Indonesia rendah. Sebab soal ujian di bawah standar Pisa.

Dia juga berdalih jika ujian nasional memang lebih pantas menggunakan soal. Sebab dalam ujian sekolah sudah berstandar nasional. a�?UN pakai standar internasional. Agar sesuai dengan negara yang maju dan besar,a�? ungkap pria kelahiran Madiun itu.

Muhadjir juga mengakui jika tenaga pendidik belum semua mumpuni menerapkan HOTS. Begitu juga bimbingan belajar. a�?Sitem evaluasinya dengan drill. Makanya ini kita up date. Kami sangat paham makanya diberi porsi 10 persen untuk soal HOTS,a�? tuturnya. (lyn/JPG/r8)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post