Lombok Post
Selong

Ikut Kampanye, Kades Loyok Didenda Rp 3 Juta

BAHAS PELANGGARAN: Ketua Panwaslu Lotim Retno Sirnopati saat berdiskusi dengan tim Gakkumdu Lotim di Kantor Pawaslu Lotim kemarin (26/4).

SELONG-Kepala Desa Loyok M Rosidi terbukti bersalah melakukan tindakan pelanggaran pemilu. Itu berdasarkan putusan pengadilan. Kades terbukti terlibat dalam kampanye salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB belum lama ini. Tidak hanya itu Kades juga diketahui mengajak sejumlah warga mendukung salah satu pasangan calon tersebut.

a�?Sudah kami dapatkan salinan putusannya dari pengadilan terkait dengan keterlibatan Kades Loyok M Rosidi,a�? kata Ketua Panwaslu Lotim Retno Sirnopati kepada Lombok Post kemarin (26/4).

Hasilnya Kades Loyok dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pemilu karena menguntungkan salah satu pasangan calon. a�?Itu akan didenda Rp 3 juta. Jika tidak dipenuhi maka itu akan diganti tiga bulan kurungan,a�? bebernya usai rapat membahas persoalan ini terkait tim Gakkumdu Lotim di Kantor Panwaslu.

M Rosidi sendiri dikatakan Retno telah dipanggil dan dimintai keterangan terkait apa yang telah dilakukannya. Termasuk juga pengumpulan data dari para saksi serta gambar dan video yang memuat keterlibatan Kades. Sehingga, dari semua keterangan saksi dan bukti yag ada pihak pengadilan akhirnya menjatuhkan putusan terhadap kades yang bersalah.

a�?Ini sudah menjadi putusan. Keputusan ini juga sudah disampaikan pihak pengadilan kepada Kades. Karena Kades itu hadir dan ada video mengacungkan tangan mengajak anak pemuda mengangkat jari simbol dukungan,a�? beber Retno ditanya mengenai pelanggaran yang dilakukan Kades Loyok.

Selain Kades Loyok Retno mengaku pihaknya juga mendapati A�Camat dari wilayah Loteng yang kedapatan Panwaslu Lotim terlibat kampanye salah satu Paslon di Masbagik. Namun persoalan ini terlah diserahkan Panwaslu Lotim untuk ditangani Bawaslu. a�?Kalau Kades itu saja yang terbukti melakukan pelanggaran. Karena langkah-langkah pencegahan sesungguhnya di Panwas sudah kami lakukan,a�? paparnya.

Hanya saja, beberapa Kades kadang nekat terlibat kampanye meski telah disosialisasikan berkali-kali. Baik oleh Panwaslu Lotim maupun pihak Pemkab Lotim sendiri. Sehingga, kasus A�yang dialami Kasus Loyok ini diharapkan bisa jadi pelajaran. (ton/r2)

Berita Lainnya

Dikbud Gagalkan Pernikahan Dini Jelang UN

Redaksi LombokPost

Kepala Disnakertrans Paling Diminati

Redaksi LombokPost

Dinsos Usulkan Tambahan 18 Ribu KK Penerima Jadup

Redaksi LombokPost

M Rido Abdillah, Penderita Tumor Ganas di Rahang dan Mata

Redaksi LombokPost

KPU Laksanakan Rekomendasi Bawaslu

Redaksi LombokPost

Ratusan Guru Jadi PPS dan PPK

Redaksi LombokPost

Ketika Amaq Marisah Terpaksa Membawa Anaknya Mengemis di Pinggir Jalan

Redaksi LombokPost

Puluhan Petugas KPPS dan PPS “Tumbang”

Redaksi LombokPost

Baru Empat Sekolah UNBK Mandiri

Redaksi LombokPost