Lombok Post
Headline Pendidikan

Hasil Ujian Nasional SMA/SMK di NTB Anjlok

KONVOI: Para siswa SMA/SMK di NTB melakukan konvoi dan corat-coret merayakan kelulusan di ruas jalan Kota Mataram, kemarin (3/5). Meski hasil UN tahun 2018 menurun tidak menyurutkan semangat para siswa untuk bersenang-senang.

MATARAM-Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk SMA dan SMK di NTB diumumkan kemarin. Dibanding tahun lalu, nilai rata-rata UNBK tahun ini jauh merosot. Kenaikan nilai rata-rata hanya terjadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB H Sukran membenarkan soal penurunan tersebut. Dari data Dikbud NTB, tahun lalu untuk jurusan IPS  mata pelajaran Bahasa Indonesia masuk kategori D dengan nilai rata-rata 54.10,  Bahasa Inggris masuk kategori D dengan nilai rata-rata 34.62, Matematika masuk kategori D dengan nilai rata-rata 31.64 , Ekonomi masuk kategori D dengan nilai rata-rata 47.36, Sosiologi kategori D dengan nilai rata-rata 50.15, dan mapel Geografi D dengan nilai rata-rata 45.38.

Sementara tahun ini, hasil UN tersebut menurun. Untuk Bahasa Indonesia masuk kategori D dengan nilai rata-rata 52.52, Bahasa Inggris masuk kategori D dengan nilai rata-rata 34.23, Matematika masuk kategori D dengan nilai rata-rata 28.13. Mapel Ekonomi kategori D dengan nilai rata-rata 41.40. Sementara mapel Sosiologi masuk kategori D dengan nilai rata-rata 43.94, dan Geografi dengan kategori D nilai rata-rata 40.42.

Sedangkan jurusan IPA juga menurun dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu Bahasa Indonesia masuk kategori C dengan nilai rata-rata 64.61, Bahasa Inggris masuk kategori D dengan nilai rata-rata 44.69, Matematika kategori D dengan nilai rata-rata 32.93, Fisika kategori D dengan nilai rata-rata 42.13, Kimia kategori D dengan nilai rata-rata 46.38, dan mapel Biologi kategori D dengan nilai rata-rata 39.35.

Kini menurun. Bahasa Indonesia kategori  C dengan nilai rata-rata 61.80, Bahasa Inggris dengan kategori D dengan nilai rata-rata 44.22, Matematika kategori D dengan nilai rata-rata 29.46, Fisika kategori D dengan nilai rata-rata 37.79, Kimia kategori D dengan nilai rata-rata 45.52. Dan mapel Biologi kategori D dengan nilai rata-rata 39.23.

Sementara untuk jurusan bahasa meningkat dibandingkan tahun lalu. Kini hasil  ujian mapel Bahasa Indonesia mendapat kategori D dengan nilai rata-rata 54.19, Bahasa Inggris kategori D dengan nilai rata-rata 38.08, mapel Matematika kategori D dengan nilai rata-rata 29.49, mapel Sastra kategori C dengan nilai rata-rata 57.59, mapel Antropologi kategori D dengan nilai rata-rata 52.98. Dan mapel Bahasa Asing kategori C dengan nilai rata-rata 58.74.

Dibanding tahun lalu ada kenaikan. Mengingat saat itu, Bahasa Indonesia kategori D dengan nilai rata-rata 49.61, Bahasa Inggris kategori D dengan nilai rata-rata 39.40, mapel Matematika kategori D dengan nilai rata-rata 32.36, mapel Sastra kategori D dengan nilai rata-rata 51.39, mapel Antropologi kategori D dengan nilai rata-rata 50.95. Dan mapel Bahasa Asing kategori C dengan nilai rata-rata 62.07.

Sementara hasil UNBK tingkat SMK menurun. Sebelumnya mapel bahasa Indonesai kategori C dengan nilai rata-rata 55.89, mapel Bahasa Inggris kategori D dengan nilai rata-rata 36.56, mapel Matematika  kategori D dengan nilai rata-rata 29.51, dan Kompetensi dengan kategori C dengan nilai rata-rata 64.90.

Tahun ini menurun, mapel bahasa Indonesai kategori C dengan nilai rata-rata 55.44, mapel Bahasa Inggris kategori D dengan nilai rata-rata 33.34, mapel Matematika  kategori D dengan nilai rata-rata 28.77, dan Kompetensi kategori D dengan nilai rata-rata 35.89.

Sukran mengatakan, penurunan nilai rata-rata UNBK tersebut menjadi pemetaan bagi  sekolah, guru, dan pihaknya untuk perbaikan. Berapa persis penurunannya dia enggan merincinya secara detail.

“Yang pasti hasil UNBK yang menurun ini adalah potret pendidikan kita terkini. Harus ada langkah perbaikan, entah itu dari kepala sekolah, guru, maupun Dikdud NTB,” kata Sukran, kemarin (4/5).

Menurutnya, hasil UN menurun bisa musabab mutu guru, fasilitas, dan kepala sekolah. Namun demikian, dia menolak menimpakan kesalahan pada yang disebutnya itu. “Berbicara pendidikan itu masalah kompleks. Jadi tidak bisa disalahkan satu orang,” sebutnya.

Hasil UNBK bisa dipertanggungjawabkan.Valid dan akan menjadi pemetaan untuk perbaikan. Beda dengan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) yang kemungkinan ada faktor kecurangan. Jadi, dengan hasil nyata sekarang  ini bisa menggambarkan kondisi pendidikan di NTB dan apa yang perlu diperbaiki.

Secara umum, SMA dan SMK di Kota Mataram masih mendominasi perolehan nilai rata-rata tertinggi. Kategori SMA jurusan IPA nilai tertinggi diraih Made Yogga Anggara Pangestu, siswa SMAN 1 Mataram dengan total nilai 372.00. Peringkat kedua juga diraih siswa SMAN 1 Mataram atas nama Olim Rifki Amali dengan total nilai 371.50. Sementara Lalu Wahyu Alfian Muharzami dari MAN 2 Mataram di posisi ketiga dengan total nilai 360.00.

Untuk jurusan IPS, tiga besar didominasi sekolah Kota Mataram juga. Yakni Baiq Nada Fatimatus Shafira, siswi SMAN 1 Mataram di urutan pertama dengan total nilai 343. 40,  disusul Fitri Ayu Milenia siswi SMAN 1 Taliwang dengan total nilai 330.00, dan di urutan ketiga Martha Ayu Devitasari, siswi SMAN 2 Mataram dengan nilai 329.00.

Jurusan bahasa pun sama. Urutan pertama diraih Nida ‘Ush Sholihah dari SMA Islam Terpadu Mataram dengan total nilai 350.50, urutan kedua Bunga Fajriati dari SMA Islam Tepadu Mataram dengan total nilai 344.50, dan urutan ketiga Baiq Honey Cantika Amelia dari SMAN 3 Mataram dengan total nilai 335.50.

Untuk SMK, nilai tertinggi diraih SMK Al-Kahfi Sumbawa dengan total nilai 214.27, urutan kedua diraih SMKN 1 Mataram dengan total nilai 193.68. Kemudian disusul SMK Islam Al Madani dengan total nilai 192.26.

“Untuk rata-rata nilai tertinggi UNBK SMA semua jurusan dipegang Kota Mataram,” kata Sukran.

Ia menambahkan, rata-rata nilai UNBK SMK secara umum  di NTB, Kota Mataram juga diurutan pertama dengan total nilai 172.48, urutan kedua Kabupaten Sumbawa dengan total nilai 162.87, dan ketiga ditempati Kabupaten Sumbawa Barat dengan total nilai 159.24.

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan NTB H Syamsuddin Anwar mengatakan, penurunan hasil UNBK tidak lepas dari mutu guru. Ia menyebutkan, rata-rata hasil uji kompetensi guru (UKG) di NTB secara nasional dibawah rata-rata. Jadi yang menjadi pekerjaan  rumah (PR) bagaimana meningkatkan kompetensi guru.

“Guru-harus diberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya,” sebutnya.

Selain itu lanjut dia, sangat penting pemerataan guru di kabupaten/kota. Saat ini, kebanyakan guru  menumpuk di satu tempat. Tidak menyebar di kabupaten/kota.

“Mestinya guru menyebar,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram ini.

Ia menuturkan, saat ini saja banyak murid kelas atas yang belum bisa membaca. Hal ini tidak lepas dari peran guru. “Di sekolah pinggiran banyak kelas tiga belum lancar membaca. Ini kan aneh,” ujarnya.

Hasil UNBK rendah juga bisa dipicu karena adanya soal High Order Thinking Skills (HOTS). Guru hanya memberikan pelatihan hadapi UNBK kepada soal-soal  biasa. Sementara untuk soal HOTS atau nalar  siswa tidak dipersiapkan.

“Soal HOTS tingkat kesulitannya cukup tinggi,” akunya.

Jika ingin ada perbaikan mutu di NTB lanjut Anwar, maka harus dimulai dari hulu. Pengangkatan guru ini harus diseleksi mulai dari asal-usul mereka kuliah. Jangan semua sarjana menjadi guru.

Corat Coret

Sementara itu, di tengah nilai UN yang merosot, para siswa tetap merayakan kelulusan kemarin. Antara lain mereka corat-coret baju dengan cat. Lalu konvoi kendaraan bermotor dengan berboncengan. Pemandangan ini antara lain terlihat di Kota Mataram.

Roni misalnya. Bersama belasan temannya segera menuju jalan raya menggeber kendaraan untuk konvoi. “Ini sudah tradisi sejak lama dan mendarah daging,” kata Roni menjelaskan soal aksi corat-coret baju dengan cat warna warni tersebut.

“Jadi kenang-kenangan lah, apalagi baju ini nggak buy periactin online without prescription, buy clomid online kita pakai lagi,” ujarnya pada Lombok Post, kemarin (3/5).

Sementara dalam aksi konvoi kendaraan di jalan raya, aksi para pelajar ini macam-macam. Ada yang membawa speaker bluetooth, spidol, pylox, hingga barang-barang lainnya.

Komandan Satuan Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati menegaskan, pihaknya menurunkan sejumlah angotanya terkait penindakan terhadap anak-anak SMA yang konvoi kendaraan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pol PP di sejumlah daerah. Seperti Pol PP Lombok Timur, Lombok Barat, dan provinsi.

Sementara itu pantauan Lombok Post di sejumlah ara jalan di Lombok Barat, para siswa yang merayakan kelulusan juga tak hanya mencoret baju dengan cat. Mereka juga mencorat coret jalan aspal. Ada yang menulis nama mereka, ada juga yang mencatat tanggal tiga bulan lima tahun 2018. Para siswa ini sepertinya memang tak terbendung.

Sementara Polres Lobar kemarin menggalar razia terhadap konvoi pelajar di sejumlah titik keramaian. Salah satunya di bundaran Giri Menang Square, Gerung, Lobar.

Di sana, kepolisian berhasil menertibkan puluhan pelajar yang tak melengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan helm. Mereka berasal dari Lobar, Loteng, dan Kota Mataram.

KBO Satlantas Polres Lobar Ipda Ahmad Shofian di Giri Menang Square, Gerung, Lobar, kemarin (3/5) mengatakan, penertiban dilakukan karena konvoi pelajar tersebut sangat mengganggu ketertiban dalam berlalu lintas dan pengendara lainnya.

“Ketika melihat polisi, tiba-tiba mereka balik kanan dan melawan jalur. Ini sangat berbahaya bagi pemakai kendaraan yang lain,” terangnya.

Dari hasil penertiban ini, pihaknya mengamankan puluhan kendaraan bermotor milik pelajar. Kepolisian sendiri tidak melakukan pemanggilan kepada orang tua, hanya diberikan surat pernyataan untuk tidak kembali melakukan perbuatan yang sama.

“Tapi ini tergantung kelengkapan kendaraannya. Kalau tidak lengkap baik tidak bawa STNK, SIM, dan helm mutlak kita lakukan tilang,” beber Shofian. (jay/tea/ewi/tih/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost