Lombok Post
Feature Headline

Festival Seribu Bedug di Pulau Seribu Masjid

MALAM TAKBIR: Sejumlah remaja di Kota Mataram tengah menikmati kegiatan malam takbir jelang Lebaran yang kerap diadakan secara rutin di sepanjang jalan Pejanggik, Kota Mataram, Kamis malam (14/6) lalu.

Penonton kecewa! Festival seribu bedug saat malam takbiran menyambut hari raya Idul Fitri 1439 H lalu tidak sesuai ekspektasi. Perkiraan warga bahwa bedug itu akan dipukul mengelilingi ruas jalan utama Kota Mataram tak menjadi kenyataan. berikut laporannya!    

 NATHEA CITRA SURI, Mataram

——————————————–

LANTUNAN ayat suci Alquran bergema malam itu. Nadanya terdengar merdu. Sangat merdu! bersaut-sautan dengan gema takbir dan tahmid dari berbagai penjuru. Tanda-tanda malam tersebut bakal semarak dan berbeda dengan malam-malam sebelumnya sudah kelihatan.

warga Kota Mataram dan sekitarnya pun sudah semringah. Mereka bersiap untuk keluar rumah. memenuhi jalan-jalan utama. Karena, informasinya, akan ada gawe besar dari Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB. Yakni, menggelar festival seribu bedug. Bahkan, informasi lanjutan beredar: Seribu bedug di pulau Seribu Masjid ini akan memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

“Kami ingin buat gebrakan yang unik, yakni dengan menghadirkan seribu bedug beraneka rupa,” kata Ketua Umum BKPRMI NTB Nanang Edward jauh sebelum acara.

Nanang saat itu bercerita, pemukulan bedug kali ini akan berlangsung di sepanjang jalan Pejanggik. Bedug-bedug ini akan diletakkan di sisi kanan dan kiri jalan. Dengan penyangga setinggi satu meter. “Nantinya bedug-bedug ini akan dipukul oleh muda-mudi se-Kota Mataram,” jelasnya.

Sontak, informasi itu membuat masyarakat semakin tertarik. Mereka ingin menjadi saksi sejarah. Pemecahan rekor MURI di daerah sendiri.

Jalan-jalan di Mataram malam itu pun mendadak sesak. kir-kanan jalan di penuhi masyarakat. Tak hanya warga yang beragama Islam, tapi yang nonmuslim pun tak mau ketinggalan. Sekali lagi, menjadi saksi sejarah pemukulan seribu bedug di pulau Seribu Masjid.

Made Putra misalnya. Warga Pengempel, Monjok, Kota Mataram itu keluar rumah. menuju jalan Pejanggik. Made tidak sendiri. Ia datang rombongan. Lengkap dengan keluarga dan tetangga-tetangganya.

“Meskipun kami nonmuslim, tapi kami penasaran dengan kegiatan di malam takbiran yang akan digelar Pemerintah Kota Mataram,” kata Made Putra.

Bahkan, karena tak mau ketinggalan, Made Putra sudah menuju lokasi festival seribu bedug sejak pukul 18.00 Wita. “He.. he.. he.. he.. kami datang lebih cepat agar bisa duduk di paling depan seperti ini,” ucapnya.

Namun, empat jam menunggu, tak ada acara yang ditunggu-tunggu. “Kami menunggu pemukulan bedug sampai jam 11 malam, tapi kok tidak ada. Ahhhh tidak sesuai informasi yang diberikan nih,” kesalnya.

Senada, Nana Pravita, salah satu warga Mataram juga merasa kesal. Perempuan 30 tahun itu datang ke acara malam takbir hanya untuk melihat pemukulan bedug. Tapi, ternyata, pemukulan bedug tidak terjadi seperti yang diinformasikan oleh Ketua Umum BKPRMI NTB Nanang Edward.

“Pemukulan bedug hanya secara simbolis di Masjid Islamic Center saja, bukan memukul bedug secara berbarengan,” protes Nana dengan wajah kecewa.

Untungnya, kekecewaan Nana terobati karena ia bisa menyaksikan beberapa kegiatan lain yang cukup istimewa. “Lumayanlah bisa sedikit terobati, dengan kegiatan arak-arakan miniatur masjid dan lantunan salawat,” tutupnya. (*/r5)

Berita Lainnya

Tim Labfor Turun Tangan Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah Direktur Walhi NTB

Redaksi LombokPost

Bq Aminatuh Shalihah, Pesepak Bola Wanita NTB yang Menembus Timnas Senior

Redaksi LombokPost

Nasib Porter Bandara di Tengah Bagasi Pesawat Berbayar dan Tiket Selangit

Redaksi LombokPost

Mantan Napi Teroris Pulang ke Bima

Redaksi LombokPost

Terdakwa Korupsi Anggaran Satpol PP Kabupaten Bima Divonis 15 Bulan Penjara

Redaksi LombokPost

Cukong Kayu Dilimpahkan Ke JPU

Redaksi LombokPost

Telkomsel MAXstream dan Viddsee Kolaborasi

Redaksi Lombok Post

Alami Kecelakaan Kerja, Segera Lapor ke BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Siap-siap, Ada Mutasi Lagi!

Redaksi LombokPost