Lombok Post
Feature Headline

Melihat Festival Layang-Layang Raksasa di Pantai Loang Baloq

FESTIVAL LAYANG-LAYANG: Romdoni, salah satu peserta festival layang-layang yang diadakan Kota Mataram, tengah mengarahkan laju layang-layangnya. Festival ini digelar dalam rangka menyambut Lebaran Topat, Jumat (22/6) lalu.

Bentuknya memang seperti layang-layang pada umumnya. Tapi, dari segi ukuran berbeda. Layang-layang yang diterbangkan berukuran jauh lebih besar. Tentunya cara mengendalikannya pun berbeda.

 NATHEA CITRA SURI, Mataram

——————————————-

SIANG itu Jumat (22/6) tidak sepanas siang-siang sebelumnya. Angin kencang, membuat suasana Lebaran Topat yang dipusatkan di Pantai Loang Baloq tahun ini terbilang sejuk. Di tengah-tengah hiruk pikuk masyarakat yang tengah menikmati ketupat dan beragam menu lainnya, puluhan remaja hingga beberapa orang dewasa tengah berpacu melawan kencangnya angin siang itu. Mereka berupaya mengendalikan layang-layangnya.

Memang di hari Lebaran Topat tersebut, digelar festival layang-layang raksasa, tepat di pesisir Pantai Loang Baloq. Puluhan warga turut berpartisipasi dengan menerbangkan beragam layang-layang berukuran besar.

“Anginnya kencang sekali, harus pakai tenaga ekstra untuk mengendalikan (layang-layang),” kata Romdani Guntara, salah satu peserta festival layang-layang asal Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram.

Gerak badan Romdani dan beberapa peserta lainnya cukup heboh. Tak sampai satu menit, posisi berdirinya akan pindah. Entah ke kiri atau pun ke kanan.

“Serius deh, ini anginnya kencang. Jadi kami harus waspada menjaga layang-layang kami agar tetap terbang dengan stabil,” terangnya.

Mulutnya lantas berkomat-kamit, entah membaca doa atau sedang fokus dengan arah angin dan posisi layang-layangnya siang itu. Untuk ukuran layang-layang raksasa, sudah bisa dipastikan energi yang dikeluarkan tak seperti bermain layang-layang berukuran kecil.

“Menaikkan layang-layang raksasa itu ada tekniknya, tidak seperti layang-layang biasa,” jelasnya sembari mulai bercerita.

Dua jam sebelum layang-layang andalan Kekalik Jaya, Sekarbela itu berada di langit-langit, Dani dan beberapa kawannya, memeriksa layang-layang raksasa yang dibuatnya belum lama ini. Mulai dari benang khusus harus dalam kondisi baik. Ia juga memastikan tak ada lubang di badan layang-layang.

Proses menaikkan layang-layang ini pun terbilang cukup mudah. Tapi, tetap dibutuhkan keseimbangan antara penarik dan kecepatan angin.

“Tapi kami justru bersyukur anginnya kencang, karena akan semakin bagus terbangnya layang-layang ini,” jawab pria 26 tahun tersebut.

Ia mengaku cukup kewalahan mengendalikan layangannya. Bahkan ia harus berpindah-pindah lokasi untuk menyesuaikan dengan arah angin. Bahkan ada peserta yang harus naik pohon agar bias mengendalikan layangannya. Bertabrakan antar peserta juga kerap kali terjadi.

“Mengendalikan laying-layang ini seperti sedang menaikkan pesawat,” ungkapnya lalu tertawa.

Hingga senja, puluhan layang-layang raksasa itu terlihat sangat cantik. Di tengah ribuan masyarakat yang lalu lalang, layang-layang raksasa tampil bak burung-burung cantik yang tengah terbang di langit-langit Pantai Loang Baloq.

Lebaran Topat kali ini terbilang berbeda. Lokasi Lebaran Topat kali ini memang berada di lokasi yang sama dengan perayaan tahun sebelumnya. Namun, kali ini, sang leader acara, yakni Kecamatan Sekarbela ingin membuat gebrakan lebih menantang.

Kali ini, Cahya Samudra sebagai ketua panitia sekaligus Camat Sekarbela menghadirkan belasan perahu hias milik nelayan di Kota Mataram. Tak hanya itu saja, kehadiran puluhan layang-layang raksasa menjadi daya tarik bagi masyarakat lokal, hingga wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Taman Loang Baloq, Sekarbela, Kota Mataram sore itu (22/6).

“Kami ingin menampilkan kegiatan yang unik, dan tentunya berbeda dibanding tahun sebelumnya,” kata Cahya, sapaan akrabnya pada Lombok Post. (*/r3)

Berita Lainnya

Seleksi JPTP, Sekda Tekankan Transparansi

Redaksi LombokPost

Lobar Usulkan 217 Formasi CPNS

Redaksi LombokPost

PAD Lobar Turun Drastis

Redaksi LombokPost

Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Kembali Normal

Redaksi LombokPost

Topat Agung di Pantai Duduk

Redaksi LombokPost

Data Penerima Jadup Ditarget Rampung 17 Juni

Redaksi LombokPost

Pemkab KLU Bentuk Tim Pengawas ASN

Redaksi LombokPost

Arus Balik Lebaran 2019, Antrean Panjang di Kayangan dan Poto Tano

Redaksi LombokPost

Pemudik Mulai Tinggalkan Pulau Lombok

Redaksi LombokPost