Lombok Post
Metropolis

Uang Pajak Reklame Menguap, Ada Pengusaha Nunggak sampai Tiga Tahun

PERANG IKLAN: Sejumlah kendaraan melintasi deretan reklame di jalan Pejanggik, Kota Mataram, kemarin (25/6).

MATARAM-Malasnya para pengusaha advertising baik yang melalui perusahaan atau perorangan membuat Pemerintah Kota Mataram gerah. Mereka mengancam akan menebang semua papan reklame yang terbukti belum memiliki izin alias bodong dan yang belum memperpanjang izinnya.

Ancaman ini terbilang wajar. Sebab, malasnya para pengusaha advertising ini membayar tanggung jawabnya, membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram pun melempem. Kepala Badan Keuangan (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi enggan merinci angka pasti, namun ia menyebut nilainya secara umum saja.

“Oh di atas ratusan juta,” cetus Syakirin.

Mantan Kepala Dinas Pendapatan Kota Mataram ini mengatakan dirinya tidak main-main dengan ancamannya. Jika revisi perda Pajak Reklame sudah diundangkan, tahapan selanjutnya ia akan melakukan sosialisasi antara bulan Agustus-September. Baru setelah itu penindakan.

“Saya akan tutup papan reklamenya. Lalu menulis di sana ‘space ini belum bayar pajak’ biar pemiliknya komplain. Kita akan perlihatkan datanya,” tegasnya.

Dari hasil inventarisir timnya, ternyata banyak pemilik usaha reklame baik yang berbentuk perusahaan atau perseorangan, belum membayar pajak dan memperpanjang izin sejak tiga tahun lalu. Beberapa diantaranya ia akui ada yang mencoba mengurus setelah menerima beberapa kali surat peringatan. Namun Syakirin menegaskan dirinya tidak akan melonggarkan sedikit pun sikap tegasnya.

“Justru pertanyaannya kenapa mereka baru urus sekarang. Dimana kesadaran mereka selama ini (sampai ada yang nunggak tiga tahun). Tetap kita akan tindak kalau sampai batas waktu izinnya tidak ada,” cetusnya.

Namun agar tidak salah di lapangan, pihaknya juga sudah meminta pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk mengklarifikasi data yang ia keluarkan. Sembari menunggu persiapan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk penertiban di lapangan.

“Sesegera mungkin kami akan melakukan penertiban,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Perkim Kota Mataram HM Kemal Islam memebenarkan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan BKD. Terkait temuan ratusan usaha advertising perorangan dan perusahaan yang belum memperpanjang izin.

“Jumat (pekan lalu) tim kami lakukan pertemuan,” kata Kemal.

Ia mendapat laporan dari BKD, kalau sebelumnya sudah terkirim surat teguran pada pemilik advertising. Tapi rupanya respons dari para pemilik papan reklame tidak memuaskan. Karena itu kini giliranya yang akan melakukan peneguran.

“Sesuai aturan, kami akan tegur mereka sebanyak dua kali lagi. Jika dalam dua kali teguran itu tidak ada tanggapan, dalam dua minggu ini kami akan tertibkan,” tegasnya.

Bandelnya para pengusaha advertising telah membuat capaian pajak reklame kota menguap. Di triwulan pertama capaian pajak reklame memang berhasil melampaui target 25 persen. Tapi pada triwulan ke dua, ternyata capaiannya hanya mentok di 35 persen.

“Hal ini rupanya yang membuat BKD mendorong kami bertindak tegas,” ulasnya.

Pengusaha yang nunggak itu terdata ada dari tahun 2016, 2017, dan 2018. Khusus data terakhir tahun 2018, Kemal meminta ada pemutakhiran data. Mengingat data yang ditampilkan di tahun 2018 hanya sampai bulan Maret.

“Kami ingin sekali-kali kerja. Sekalian kami minta data sampai bulan Juni,” terangnya.

Sementara untuk penunggak izin pajak dan perpanjangan izin sampai sejak tahun 2016 dan 2017, timnya segera akan turun. Kemal menargetkan dua minggu dalam bulan Juli ini, pihaknya sudah bergerak menyisir reklame-reklame bodong dan yang malas memperpanjang izinnya.

“Dalam bulan Juli ini, kami pasti tindak,” janjinya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost