Lombok Post
Headline Sportivo

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Lalu Muhammad Zohri

MATARAM-Sprinter muda asal NTB Lalu Muhammad Zohri langsung kebanjiran hadiah setelah menjadi juara dunia lari 100 meter kejuaraan dunia U-20 di Tampere, Finlandia, Kamis dini hari Wita (12/7). Belum juga pulang ke tanah air, bonus dan hadiah siap mengguyur atlet 18 tahun asal Lombok Utara ini.

Bonus pertama datang dari Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. Nilainya Rp 200 juta. Orang nomor satu di NTB itu sehari sebelumnya memang langsung berkomunikasi dengan Zohri yang masih berada di Finlandia. Kebanggaan dan ucapan selamat disampaikan Gubernur TGB.

                Juru Bicara Gubernur NTB H Irnadi Kusuma di Mataram, kemarin (13/7) mengungkapkan, bonus tersebut adalah bentuk apresiasi dari Gubernur TGB untuk Zohri yang telah mengharumkan nama bangsa, dan juga mengharumkan nama NTB.

Sebanyak Rp 100 juta bonus tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menjadi modal bila ingin punya usaha. Sementara Rp 100 juta lainnya akan diberikan dalam bentuk tabungan hari tua. Uang itu sebagai jaminan ketika dia sudah tidak seperti saat ini lagi.

”Permasalahan atlet ini kan saat mereka sudah tua dan tidak produktif lagi,” jelas Irnadi.

Selain Pak Gub, bonus juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah menyiapkan dua jenis bonus bagi pelari yang juga dipersiapkan tampil di Asian Games 2018 tersebut. Berupa beasiswa dan uang tunai Rp 250 juta.

                Bonus itu akan diberikan Menpora Imam Nahrawi secara simbolis saat menjemput Zohri di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Selasa malam (17/7). ”Kami punya program beasiswa dan fresh money. Seminggu bisa cair,” ujar Imam kepada awak media di kantor Kemenpora kemarin (13/7).

                Melalui sambungan telepon dengan Menpora di depan awak media, Zohri menyampaikan terima kasih atas semua dukungan yang diberikan kepadanya. Dia juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Rabu pagi (18/7).

”Insya Allah mau, Pak. Mau banget ketemu orang besar,” ujarnya saat ditanya Imam.

                Apresiasi lain datang dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur. Zohri langsung dijanjikan diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Pengangkatan tersebut dilakukan melalui skema formasi khusus. ”Dia sudah memenuhi kriteria sebagai atlet berprestasi tingkat dunia,” ucap Asman di kantor Kementerian Sekretariat Negara kemarin.

                Terkait kapan pengangkatannya, Asman menyebut bisa tahun ini. Sebab, menurut informasi yang diterimanya, tahun ini Zohri sudah berusia 18 tahun dan lulus dari SMA Olahraga Ragunan. Rencananya, Zohri ditempatkan di Kemenpora.

”Dia bekerja sebagai atlet. Bila dia mau kembali ke daerahnya, bisa kami pindahkan ke provinsi asalnya,” sambung Asman.

Selain tawaran menjadi PNS, Zohri ditawari menjadi anggota TNI-AD tanpa tes. Tawaran itu disampaikan Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani. ”Langsung masuk. Cukup daftar saja, tidak pakai tes,” kata Rizal, kemarin (13/7).

Danrem menjelaskan, tiket gratis sebagai prajurit TNI AD merupakan penghargaan atas perjuangan Zohri yang membawa harum nama Indonesia. Atas prestasi itu, pimpinan TNI langsung meminta Korem 162/WB untuk menerima Zohri, jika dia mendaftar sebagai prajurit TNI.

”Petunjuk dari komando atas, pimpinan memberi peluang kepada Zohri untuk direkrut menjadi prajurit TNI AD,” ujar dia.

Dihubungi terpisah, Hj Sitti Rohmi Djalilah, Wakil Gubernur NTB terpilih yang dimintai komentarnya sangat bersyukur atas pencapaian Zohri. Menurut Rohmi, itu adalah suatu pembuktian bahwa anak NTB hebat dan juara.

“Itu juga suatu pembuktian bahwa jika kita berdoa dan bekerja keras dengan maksimal untukk cita-cita terbaik, maka Allah akan membuka jalan,” kata kakak kandung Gubernur TGB ini pada Lombok Post tadi malam.

Sebab itu, dia mendorong agar optimisme dan kepercayaan diri harus terus dibangun bagi generasi muda NTB.

Dia kemudian meminta semua kalangan membuka mata untuk melihat begitu banyak bukti nyata yang menunjukkan bahwa kita mampu, kita bisa, dan kita hebat.

“Stop untuk mengkerdilkan diri kita sendiri dengan sikap pesimisme,” tandasnya.

Lalu Muhammad Zohri sambung Rohmi adalah bintang NTB. Bintang yang diyakininya akan menginspirasi anak-anak muda daerah ini. Dia menyebut Zohri sebagai aset NTB yang harus terus dijaga dan diperhatikan bersama. Itu penting agar prestasinya terus meningkat dan bisa memotivasi atlet yang lain.

“Juga untuk generasi muda NTB secara keseluruhan untuk terus makin berprestasi,” ujarnya.

Dia memastikan, pemerintah akan memperhatikan dan membantu agar kedepan makin bersemangat untuk berprestasi.

Perhatian untuk Rumah

                Perhatian paling banyak memang terkait dengan rumah peninggalan orang tua Zohri di Lombok Utara yang kurang layak huni. Presiden Jokowi memerintah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono merenovasi rumah Zohri di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Menindaklanjuti perintah tersebut, Basuki langsung menugaskan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Danis H. Sumadilaga serta Direktur Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan Chris Robert Marbun untuk berangkat ke Lombok Utara menemui keluarga Zohri.

                Mendagri Tjahjo Kumolo yang awalnya akan merenovasi rumah Zohri akhirnya mengubah rencana. Keluarga besar Kemendagri, kata dia, akan membelikan rumah baru untuk Zohri. ”Rumah tersebut di Bangsal Regency,” ujarnya.

                Rumah yang dimaksud berada di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Tidak jauh dari rumah peninggalan orang tua Zohri. ”Nanti, begitu tiba di Indonesia, langsung diserahkan simbolis di Jakarta atau di NTB,” lanjut Tjahjo.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa pihaknya pihaknya akan memberikan bantuan rehab rumah. Dari hasil koordinasi, rumah yang saat ini ditempati Zohri bersama saudara kandungnya, akan direhab kecil-kecilan.

”Nanti kita carikan lahan baru untuk pembangunan rumah Zohri,” kata Rizal.

Danrem mengatakan, seluruh bantuan yang diberikan kepada Zohri, bukan ajang cari panggung dari TNI. Ini semata-mata penghargaan terhadap prestasi anak bangsa, yang mampu menciptakan sejarah dan berprestasi di ajang atletik internasional.

”Dengan apresiasi dari TNI AD, kami berharap muncul lagi juara-juara dunia lain dari Indonesia, khususnya di NTB ini,” tegas Rizal.

Sementara itu, kakak kandung Zohri, Baiq Fazilah kehabisan kata-kata atas perhatian yang diberikan Korem 162/WB. Dia hanya mampu mengucapkan terima kasih atas penghargaan dari prestasi yang diraih adiknya.

”Saya cuma bisa bilang terima kasih,” kata Fazilah berurai air mata.

Di kesempatan yang sama, Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan menambahkan, Korem telah menyiapkan tiket pesawat pulang pergi, Mataram-Jakarta, untuk kedua kakak Zohri.

”Kita siapkan tiket, kalau memang keluarga ingin menjemput Zohri. Kita antar sampai bertemu,” tandas Dahlan.

Jangan Dipugar Total

                Sementara itu, dari informasi yang dihimpun koran ini, beberapa pihak yang siap membedah rumah keluarga Zohri untuk menjadikannya rumah layak huni. Selain dari Korem dan Kementerian PUPR, Kemendagri, kesiapan juga telah terlontar dari Pemkab Lombok Utara, DPD REI, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dan PT Indonesia Tourism Developmen Corporation.

Bahkan kemarin, puluhan personel TNI sudah berkumpul di rumah Zohri. Rencananya pagi itu personel TNI akan langsung merehab rumah Zohri. Ini dilakukan setelah kunjungan Danrem 162/WB, Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramadhani pada Kamis (12/7) malam.

Selain pihak TNI, beberapa utusan dari Kementerian PUPR dan PT ITDC pun sudah sampai di lokasi. Untuk melihat langsung rumah yang selama ini ditempati Zohri beserta keluarganya.

Meskipun banyak pihak menawarkan bantuan untuk merenovasi rumah Zohri, namun pihak keluarga menolak bantuan tersebut. Hal ini disampaikan kakak kandung Zohri, Lalu Mahrif.

”Keputusan keluarga rumah ini jangan direnovasi total,” ujarnya, kemarin.

                Ditambahkan Mahrif, keluarga sudah memutuskan jika rumah ini bisa diperbaiki, namun tidak secara total dirombak. Dalam arti jika ada dinding bedek yang rusak boleh diganti, begitu juga jika ada kayu yang lapuk bisa diganti.

”Intinya rumah harus tetap seperti ini. Kalau direhab sedikit tidak apa-apa,” katanya.

                Menurut Marif, keluarga tidak ingin rumah tersebut direnovasi total. Karena rumah tersebut memiliki nilai sejarah yang berarti bagi keluarga besar Zohri.

”Kami sekeluarga sulit melupakan kenangan dari rumah ini. Jadi kami tidak ingin rumah ini direhab total,” tandasnya.

Kementerian PUPR yang diwakili Kepala SMPT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB H Bulera yang ditemui di rumah Zohri mengungkapkan, pemerintah pusat ingin membantu merehab atau dibangunkan rumah baru melalui program rumah khusus.

”Kami koordinasi dengan Pak Bupati, di mana mau dibangun disiapkan lahannya segera akan kami bangun,” katanya.

                Ditambahkan Bulera, rehab rumah Zohri ini merupakan niat baik dari seluruh pemangku kepentingan. Sehingga keluarga Zohri bisa berembuk terlebih dulu dengan pemerintah daerah.

”Pak presiden sudah menginstruksikan ke pak menteri (Menteri PUPR, Red) untuk membantu. Bagaimana bentuknya nanti kita bicarakan lagi dengan keluarga dan pemerintah daerah,” tandasnya.

                Sementara itu, Camat Pemenang Faisol mengungkapkan, pemerintah menghargai apa yang menjadi keputusan keluarga besar Zohri. Untuk itu pemerintah daerah akan membangunkan rumah di lahan yang berbeda sesuai arahan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.

”Pemkab yang mencari lahan, kemudian yang membangunkan nanti dari Kemendagri,” katanya.

Ketua KONI NTB Andy Hadianto setuju kalau rumah tersebut tidak diromabk total. Rumah peninggalan orang tua Zohri, menurut dia, bisa dijadikan bangunan bersejarah. ’’Misalkan kayu yang sudah lapuk itu harus diganti dengan yang baru. Kalau bangunan itu di renovasi total malah bukan jadi sejarah lagi,” jelasnya.

Bila dipermak dengan indah, dia menilai bangunan itu bisa menjadi tempat wisata sejarah bagi atlet maupun wisatawan asing. Terlebih lagi, lokasinya sangat dekat dengan kawasan wisata ternama Gili Trawangan.

”Rumah Zohri bisa menjadi tempat untuk  sport tourism,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia berharap atlet NTB itu mengambil pelajaran dan memotivasi dari kehidupan Zohri. Keterbatasan bukan alasan untuk tidak berprestasi. ”Asalkan, kita ingin sungguh-sungguh dan kerja keras tidak ada yang tidak mungkin,” ujarnya.

Andy yang juga sudah berkunjung ke rumah Zohri telah menyampaikan pesan tersebut kepada saudaranya Zohri untuk mempertahankan bentuk bangunan. ”Saya lihat di dalam kamar tidak ada WC. Dibuatkanlah WC. Jadi, medali yang dimiliki Zohri itu bisa dipajang di rumahnya sendiri,” ucapnya. (ili/puj/arl/yuk/JPG/r8)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost