Lombok Post
Headline Sportivo

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

MOSKOW-Prancis fantastis! Kemenangan 4-2 atas Kroasia di stadion Luzhniki, Moskow, Rusia tadi malam membuat Paul Pogba dan kawan-kawan menjadi Juara Dunia. Ini merupakan gelar juara dunia kedua bagi Prancis setelah mereka juara di rumah sendiri pada Piala Dunia 1998.

Kran gol Prancis dibuka gol bunuh diri Mario Mandzukic pada menit ke-18. Tendangan bebas yang dikirim Antoine Griezmann salah diantisipasi oleh penyerang klub Juventus itu. Sebuah upaya membuang bola yang dilakukan Mandzukic justru mengirim bola ke gawangnya sendiri. Kiper Subasic hanya bisa terkejut melihat bola mengarah ke gawangnya.

Namun, keunggulan Prancis tak bertahan lama. 10 menit berselang, gol indah Ivan Perisic berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti menerobos tembok pertahanan Prancis.

Skor 1-1 membuat tensi dan tempo pertandingan makin meningkat. Situasi menjadi lebih menarik. Prancis pun sudah lebih panas dan mampu balik menekan Kroasia. Sebuah serangan yang mampu membuahkan penalti bagi Prancis.

Penalti ini merupakan hasil pengamatan wasit Nestor Pitana setelah melihat rekaman VAR. Griezmann tak membiarkan peluang emas itu sia-sia. Sepakan kaki kirinya mengecoh kiper Kroasia Subasic dan membuat Prancis kembali unggul 2-1.

Ini menjadi babak pertama yang tidak biasa dalam final Piala Dunia. Kroasia yang tampil agresif dan banyak menguasai bola justru harus tertinggal hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Kroasia tak menurunkan determinasi dan agresivitas mereka di babak kedua. Kondisi ini membuat Prancis hanya bisa melancarkan tekanan melalui serangan balik.

Namun, baru pada serangan balik kedua Prancis mampu meraih hasil. Kylian Mbappe menjadi andalan Les Bleus dalam melancarkan serangan balik. Kecepatan pemain 19 tahun ini mampu membuat pertahanan Kroasia kelabakan.

Mbappe kemudian mengirim umpan kepada Griezmann yang berdiri di depan gawang Kroasia. Mendapat kawalan, striker Atletico Madrid itu kemudian melanjutkan bola kepada Paul Pogba yang datang dari lini kedua.

Pogba harus melakukan dua kali usaha untuk bisa menjebol gawang Subasic di menit 59. Tendangan pertama dengan kaki kanan masih membentur pemain Kroasia. Namun, dengan cerdik dia melakukan tendangan kedua melalui kaki kiri dengan memanfaatkan posisi Luka Modric sehingga arah bola tak bisa diketahui Subasic.

Teknik ini juga dilakukan Mbappe untuk mencetak gol perdananya di final Piala Dunia 2018. Penetrasi Rodriguez dari sisi kanan pertahanan Kroasia berakhir dengan mengumpan bola kepada Mbappe.

Penyerang Paris Saint-Germain ini hanya melakukan sedikit kontrol untuk kemudian melakukan tembakan tepat ke arah gawang di menit 65. Posisi bek Kroasia yang ada di depannya menjadi ‘tameng’ yang membuat Subasic tak terlalu jelas melihat arah bola.

Prancis pun semakin menjauh dari Kroasia dengan skor 4-1. Dan hujan gol di laga final ditutup gol Mario Mandzukic pada menit ke 4-2 memanfaatkan blunder kiper Prancis Hugo Lloris. Skor 4-2 ini membuat Prancis mengangkat tropi Piala Dunia untuk kedua kalinya.

Sementara pemain terbaik Piala Dunia 2018 jatuh kepada gelandang Kroasia, Luka Modric. Pemain muda terbaik diberikan ke penyerang muda Prancis Kylian Mbappe. Sedangkan penjaga gawang terbaik didapatkan kiper Belgia Thibaut Courtois. Untuk pencetak gol terbanyak dan mendapatkan sepatu emas adalah Harry Kane dengan enam gol.

Piala Dunia 2022

Sebagai informasi, jadwal Piala Dunia 2022 Qatar sudah diumumkan Presiden Gianni Infantino pada Kongres FIFA Maret lalu di Lima Peru. Penyelenggaraan bukan lagi dilakukan periode Juni-Juli. Melainkan November-Desember.

Namun seiring rampungnya Piala Dunia 2018 Rusia ini, pergeseran jadwal itu kembali ‘diributkan’. Khususnya perwakilan tim-tim Eropa. Perubahan kalender itu dianggap akan merugikan kompetisi di Benua Biru yang bergulir periode Agustus sampai Mei.

Seperti diberitakan National Post kemarin (15/7) sejak Infantino mengumumkan pergeseran jadwal lima bulan silam beberapa klub Eropa pun kemudian melakukan pertemuan. Tujuan pembicaraan perwakilan klub-klub itu jelas. Bersatu dan menentang kehendak FIFA.

CEO European League Lars-Christer Olsson mengatakan arogansi FIFA ini merupakan langkah mundur dari induk organisasi sepak bola dunia itu. Olsson menyebut sikap FIFA era Infantino ini adalah mirip FIFA era Sepp Blatter.

“Kami menginginkan keterbukaan dan transparansi mengapa FIFA sepakat dengan pergeseran jadwal dari musim panas ke musim dingin. Jangan sampai FIFA saat ini melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang FIFA lama,” kata Olsson.

Olsson yang menjabat Sekretaris Jendral UEFA ketika Infantino ketika jadi Presiden UEFA. Menurut desas-desusnya, ada sejumlah uang tak diberikan di bawah tangan kepada anggota Komite Eksekutif FIFA untuk mengesahkan jadwal Piala Dunia 2022 Qatar ini.

Deputi Sekretaris Jendral untuk Bidang Turnamen Nasser Al-Khater kepada SBS Nation kemarin mengatakan pergeseran jadwal ini disebabkan oleh lebih bersahabatnya temperatur pada periode November-Desember ketimbang Juni-Juli.

“Temperatur Juni-Juli akan lebih ekstrim. Kami juga akan berusaha memenuhi permintaan FIFA agar suhu udara di dalam stadion berkisar 17 derajat Celsius atau di bawahnya,” tutur Al-Khater kepada SBS Nation.

Pergeseran jadwal ini akan mengubah tradisi yang sudah terjadi selama 92 tahun. Seperti diberitakan Latin American Post kemarin Infantino sudah membeberkan kalau jadwal Piala Dunia 2022 ini sudah disosialisasikan pasca kongres tahunan Maret lalu.

“Para pemain yang berkompetisi di Eropa khususnya tak habis tenaganya ketika bermain di Piala Dunia setelah satu musim berkompetisi. Piala Dunia 2022 bergulir dua sampai tiga bulan setelah kalender musiman di Eropa bergulir,” kata Infantino seperti dikutip Latin American Post.

Liga-liga di Eropa memang paling berat hati dengan melepas pemainnya di akhir tahun untuk Piala Dunia. Ada ketakutan dari klub-klub pemainnya terkena Virus FIFA atau kena cedera saat membela negara di turnamen FIFA.

Sampai kemarin belum ada liga di Eropa yang mengeluarkan pernyataan resmi tentang pengaturan ulang kalender kompetisi musim 2022-2023. Menurut Latin American Post sebagai solusi untuk liga-liga Eropa adalah memulai kompetisi lebih cepat. Jika biasanya Agustus baru bergulir, bisa saja dimajukan menjadi Juli. (dra/JPG/r5)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost