Lombok Post
Feature Headline

Mengunjungi Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia

SELALU CERIA: Sprinter NTB LM Zohri menghafal kosakata bahasa Inggris pada kertas yang ditempel di dinding dekat tempat tidurnya di Hotel Century Park, Rabu (18/7).

Menjadi juara dunia lari 100 meter U-20, membuat Zohri punya kesibukan tambahan nan mendadak. Selain fokus latihan dan menempa diri, dia kini sedang rajin latihan yang lain. Apa itu? Menghafal kosakata Bahasa Inggris. Obsesi terdekatnya memang bisa cas cis cus Bahasa Inggris.

SUHARLI, Jakarta

==============

LORONG di lantai tiga hotel bintang empat yang ternama itu sepi. Tak ada petugas hotel yang lewat. Tak ada pula suara-suara bising yang mengganggu.

Ini adalah hotel Century Park. Di lantai tiga hotel itulah, para atlet yang menjalani pemusatan latihan nasional atau Pelatnas tinggal. Hotel ini memang berada di Senayan, salah satu kompleks olahraga yang menjadi kawah candradimuka para atlet-atlet Pelatnas. Fasilitas hotel tersebut disiapkan oleh negara.

Termasuk Lalu Muhammad Zohri, Juara Dunia Lari 100 meter U-20 yang berasal dari NTB, juga tinggal di sana. Sudah semenjak Januari 2018, Zohri di sana. Itu selepas dia “naik kelas” dari atlet yang dibina di Pelatda di NTB.

Tak mudah menjejakkan kaki lantai tiga tempat kamar-kamar para atlet tersebut. Lazimnya hotel berbintang di Jakarta, akses ke sana memang terbatas. Kecuali untuk para tetamu yang memang menginap.

Itu pun terjadi tatkala Lombok Post menyambangi hotel ini awal pekan ini. Beruntung, ada Fadlin, sprinter asal NTB yang juga atlet Pelatnas. Dialah yang membantu mengakses lift untuk menuju lantai tiga hotel tersebut.

Di Century Park, lift untuk para atlet memang tidak sama dengan lift untuk tamu hotel umumnya. Lift itu terpisah. Dan hanya berhenti di lantai tempat kamar-kamar para atlet Pelatnas menginap.

Tak susah menemukan kamar Zohri. Dia tinggal di kamar 312. Petunjuk di lorong-lorong hotel memudahkan menemukan kamar tersebut. Saat kamar diketuk, tak ada respon dari dalam. Diketuk lagi, tetap tak ada respon. Rupanya, sang penghuni kamar sedang tak di dalam.

Sebetulnya di telepon, Lombok Post sudah janjian sama Zohri. Bertemu di kamarnya itu. Karena itu, meski tak ada yang menyahut, Lombok Post memilih menunggu.

Dan benar saja. Selang 10 menit kemudian, terdengar jedag-jedug, suara orang berlari. Itulah Lalu Mohammad Zohri. Remaja tercepat di dunia, yang berlari di lorong hotel untuk menyongsong tamunya yang sedang menunggu.

Sambil menggenggam kantong celananya, dia begitu tergopoh-gopoh. ”Maaf-maaf menunggu lama. Saya dari bawah tadi,” kata Zohri.

Belum selesai dia bicara, kunci kamar telah dirogoh dari kantongnya. Cekatan dia membuka pintu kamar. Lalu menyilakan Lombok Post masuk. Lampu menyala, dan terang benderaglah apa yang ada di kamar tersebut.

Ada tiga tempat tidur di sana. Zohri memang tinggal di sana bertiga.

“Saya di sini satu kamar sama bang Fadlin dan Eko Rimbawan,” kata dia.

Kesan pertama kali masuk ke kamar sang juara dunia itu: berantakan. Pakaian tergeletak di sejumlah sudut. Diletakkan begitu saja. Tak dilipat rapi.

Zohri tidur di kasur paling tengah. Lombok Post dipersilakan duduk di sana. Empuk rasanya. Kami pun ngobrol macam-macam. Zohri sesekali sambil tiduran dan memeluk bantal dengan sarung warna krem yang tak kalah empuk.

Zohri mengaku sedang tinggal di hotel tersebut. Nyaman bukan kepalang katanga. Tentu saja. Jangan bandingkan dengan tempat tidurnya di rumah peninggalan orang tuanya di Lombok Utara, yang kondisinya mengundang simpati.

“Syukur saya sudah bisa tidur di tempat yang senyaman ini,” kata atlet asal Pemenang Kabupaten Lombok Utara itu.

Sterofom tanda hadiah yang diterima Zohri masih tergeletak di dekat bantal tidurnya. Bertuliskan Bonus Rp 250 juta dari Kemenpora dan hadiah 1 kilogram emas dari Pegadaian.

“Saya tidak menyangka dapat rezeki sebesar ini,” ucapnya.

Koran ini pun mengedarkan pandangan ke sejumlah sudut kamar. Dan ada menarik perhatian. Di dekat tempat tidurnya, Zohri menempel tulisan catatan kosakata Bahasa Inggris. Usut punya usut, Zohri rupanya sedang berlatih keras menghafal beberapa kosakata bahasa Inggris.

Dicatatan kertas putih itu ada sebanyak 32 kosakata.  Tulisan pertama kosakata itu bertuliskan “Efisien: Kasih Sayang”.  Kedua “Efraid: takut”

Catatan kosa kata bahasa inggris yang ditulisnya itu belum sempurna. Zohri hanya menulis berdasarkan lafal pengucapannya. Misalnya, tulisan bath room. Zohri menulisnya “bet rum”.

“Kalau saya berbahasa inggris selalu di ejek sama bang Fadlin dan Eko,” jelasnya.

Tentu ada sejarah mengapa kertas kosakata Inggris itu tertempel di sana. Inilah asal mulanya. Sebuah video di situs berbagi video ternama memperlihatkan raut muka L Muhammad Zohri mendadak kebingungan. Itu terjadi tatkala dia diberondong pertanyaan media usai ditahbiskan menjadi Juara Dunia Lari 100 meter di Tampere, Finlandia, awal Juli lalu.

Media itu berasal dari IAAF, International Association of Athletics Federations (Federasi atletik dunia). Antara lain, Zohri ditanya soal apa yang dia rasakan setelah menyabet juara dunia lari 100 meter. Termasuk, bahwa dia telah mencipta sejarah bagi Indonesia. Mengingat, prestasi terbaik Indonesia di ajang tersebut adalah delapan besar. Dan itu terjadi 31 tahun silam. Jauh sebelum Zohri yang kini berusia 18 tahun, terlahir ke dunia.

Meski ada penerjemah, Zohri terlihat kagok dalam wawancara tersebut. Jawabannya juga pendek. Kendati tetap tegas, lugas dan berupaya memberikan jawaban terbaik.

            Sungguh Zohri tak akan lupa akan peristiwa tersebut. Memang dia bukan kali pertama berhadapan dengan media. Namun, khusus saat meladeni media asing, itulah pengalamannya yang paling mendebarkan. Maka, Zohri sungguh bertekad, ingin tampil labih baik lagi tatkala menghadapi wawancara media internasional.

            Maka, jadilah dia kini rajin berlatih cas cis cus dengan Bahasa Inggris. Atlet berusia 18 tahun itu mengatakan, dia menghafal kosakata Bahasa Inggris itu sebelum dan bangun tidur. Sebelum tidur dia hafalkan lima kosakata. Begitu juga saat bangun.

”Saya targetkan sehari itu 10 kosakata bahasa Inggris,” ujarnya.

Anehnya, usai latihan, hafalan kosa kata bahasa Inggrisnya itu malah hilang. ”Ternyata susah sekali belajar bahasa Inggris,” kata Zohri usai sambil menggaruk kepala.

Sampai saat ini, Zohri hanya baru menghafal setengah kosakata dari yang ditulisnya di kertas itu.

”Saya tempel kertas yang berisi kata bahasa inggris itu sejak menjadi juara Asia junior,” jelasnya.

Usai juara Asia junior di Jepang, Zohri tak bisa menjawab pertanyaan wartawan. Syukur saat itu ada pendamping yang menterjemahkannya.

“Saya bingung mau bilang apa. Pertanyaannya saja saya tidak mengerti,” kenang Zohri.

Dia sengaja belajar supaya bisa menjawab pertanyaan wartawan internasional.

“Kalau diwawancara wartawan mancanegara saya malah gugup. Tidak mengerti apa yang ditanyakan,” ujarnya.

“Saya yang ditanya bingung. Saya mau jawab malah tambah bingung,” ungkapnya saat curhat di kamarnya sambil tertawa.

“Kalau saya lihat video saya di Youtube itu terkadang saya ketawa sendiri,” ungkapnya.

Rencananya, dia dijanjikan untuk kursus bahasa Inggris oleh Sekretaris PB PASI Tigor Tanjung. Dia terlihat semangat belajar bahasa Inggris.

“Saya harus bisa berbahasa Inggris pokoknya. Ini target saya,” ucapnya.

Zohri menyesal tidak belajar bahasa Inggris sejak dulu. Padahal, beberapa teman bermainnya di rumah sudah bisa bahasa Inggris.

“Kalau di rumah banyak orang yang lancar berbahasa Inggris. Semuanya kerja di Gili Trawangan,” kata dia. Itu lho, pula wisata ternama yang ada di Lombok Utara. (bersambung/r8)

Berita Lainnya

Pemalsuan Data Tes P3K Mencuat

Redaksi LombokPost

Delapan WNA Amerika Dideportasi

Redaksi LombokPost

Sakit Hati, Somad Kuras Barang Tetangga

Redaksi LombokPost

Ibu Rumah Tangga Terima Paket Sabu

Redaksi LombokPost

Yuk..!! Kenali Visi Caleg Muda Ampenan, Budi Satriawan

Redaksi Lombok Post

RS Internasional Mandalika Telan Rp 112 Miliar

Redaksi LombokPost

Camat Prabarda Akan Diberhentikan Sementara

Redaksi LombokPost

Mantan Kadispar Lotim Ditahan Tersangkut Kasus Dugan Tipikor Penataan Pusuk Sembalun

Redaksi LombokPost

Demi Meratus, Ribuan Orang di Kalsel Bersama-sama Menulis Surat ke Presiden

Redaksi LombokPost