Lombok Post
Headline Metropolis

Tidak Ada Rekrutmen CPNS Juli, Dipastikan Paling Cepat September

H Fathurrahman

MATARAM-Pemprov NTB memastikan, tak akan ada rekrutmen CPNS bulan Juli. Proses rekrutmen dipastikan paling cepat pada September. Kalau pun ada perubahan, paling cepat akhir Agustus.

”Belum ada informasi resmi soal kuota formasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTB H Fathurrahman, di kantornya, kemarin (20/7). Tanpa penetapan formasi, dia memastikan, rekrutmen CPNS tak bisa dilakukan.

Dia menegaskan, proses rekrutmen memang mundur dari jadwal semula dimana sempat direncanakan pada bulan Mei. Fathurrahman sekaligus meluruskan informasi yang disampaikan Pemkot Mataram beberapa waktu lalu yang menyebut rekrutmen dibuka pada Juli ini.

Fathurrahman menjelaskan, sebelum rekrutmen, kuota CPNS masing-masing provinsi harus pasti. Kuota itu akan ditentukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Jika pun kuota CPNS keluar akhir Juli, proses rekrutmen tidak bisa langsung dilakukan. Masih ada proses lain. Pemprov harus mengusulkan lagi formasi jabatan. Misalnya, dari 700 formasi yang diusulkan pusat, hanya memberikan 500 formasi CPNS. Pemprov harus menyesuaikan lagi formasi jabatan. Mana jabatan yang diambil dan mana yang tidak.

”Kami akan pilih mana jabatan yang paling dibutuhkan,” jelas Fathurrahman sembari menegaskan bahwa penyusunan formasi jabatan juga perlu waktu.

Formasi jabatan itulah yang akan menjadi dasar pemerintah pusat menentukan syarat pendaftaran. Seperti lulusan apa yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan tersebut. Proses itu bisa memakan waktu lama. Tapi bila respons pusat cepat, tidak sampai sebulan selesai.

Setelah formasi jabatan dan syarat fix, baru dibuka pendaftaran. Diumumkan melalui satu portal dari pusat. ”Mudah-mudahan pendaftaran dibuka akhir Agustus,” harapnya.

Masa pendaftaran paling tidak memakan waktu 10 hari. Setelah itu, baru dilakukan tes kompetensi dasar dan tes kompetensi bidang. Lama tidaknya tes tergantung pada jumlah pelamar. Mereka akan tes menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT).  Dengan 150 unit komputer yang tersedia, sehari panitia bisa membuka tujuh sesi hingga malam. Maksimal tes bisa berlangsung selama 10 hari.

”Desember itu seluruh rangkaian rekrutmen CPNS sudah selesai,” kata mantan Kepala biro Kesra NTB itu.

Guna kelancaran tes CPNS nanti, BKD sudah bersurat ke BKN untuk memverifikasi sarana pra sarana SMK yang rencananya dipakai untuk tes. Tujuannya agar tidak terjadi antrean terlalu panjang. Juga mendekatkan pelamar dengan lokasi tes. Pelamar di kabupaten/kota bisa menjalani tes di daerah masing-masing.

Dengan banyaknya informasi soal rekrutmen CPNS. Fathurrahman mengingatkan warga tidak mudah percaya bila ada informasi pembukaan CPNS. Mereka harus mengkroscek kebenarannya. Tapi yang jelas saat ini belum ada pembukaan CPNS.

”Waspadi juga penipuan atas nama CPNS,” imbuhnya.

                Proses rekrutmen CPNS tidak menerima imbalan apa pun. Warga tidak perlu membayar apapun kepada siapa pun. Sebab, semua proses ada di pemerintah pusat melalui sistem CAT. Artinya hasil tes bisa dilihat secara terbuka. Tidak ada transaksi apa pun.

”Seluruh proses ini terkontrol di pusat, Kemenpan dan BKN,” katanya.

                Dengan sistem yang transparan dan terpusat. Maka ia menyarankan kepada seluruh calon pelamar untuk belajar lebih tekun. Dengan begitu mereka bisa lulus tes. Persyaratan-persyaratan administrasi juga harus disiapkan dengan baik. Dipelajari dan diteliti semua syarat.

”Jangan sampai gugur karena syarat administrasi,” imbuhnya.

                Sekretaris BKD NTB Yus Harudian Putra menambahkan, agar tidak terjadi kesimpang siuran informasi, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah. BKD sendiri masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. ”Kita tunggu saja,” tandasnya.

Di luar formasi CPNS reguler, nanti juga akan ada formasi jalur khusus, yakni lulusan dengan nilai cumlaude, penyandang  disabilitas, putra putri asal Papua atau Papua Barat. Kaum diaspora yang berkarir di luar negeri. Serta olahragawan berprestasi di tingkat internsional. Seperti Lalu Muhammad Zohri. Atlet yang baru saja menjuarai kejuaraan dunia atletik 100 meter di Finlandia itu banjir tawaran menjadi ASN.

Mulai dari IPDN yang menawarkannya menjadi praja IPDN. Kempan-RB menawarkan melalui CPNS jalur khusus. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menawarkan jadi ASN. Serta TNI yang siap menjadikannya anggota TNI, sebagaimana dicita-citakan Zohri.

”Tetap dia tes sebagai syaratnya. Tapi tidak tes kompetensi bidang saja,” kata Yus. (ili/r8)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost