Lombok Post
Tanjung

Hotel Backpacker dan Hostel Ditertibkan

H Taufik

TANJUNG-Hotel backpacker maupun hostel di kawasan tiga gili saat ini sudah semakin banyak berkembang. Tidak sedikit wisatawan yang menggunakan jasa ini. Namun karena kerap kali memberlakukan tarif di bawah standar, keberadaan fasilitas ini dianggap merugikan pengusaha lainnya.

”Kita sudah rapat dengan asosiasi pengusaha dan sudah ada hasil yang disepakati bersama. Tapi hasil ini baru untuk Gili Air saja,” ujar Kepala Desa Gili Indah H Taufik, kemarin (22/7).

Dijelaskan Taufik, musyawarah membahas keberadaan hostel atau hotel backpacker ini dilakukan melibatkan asosiasi pengusaha Gili Air, BPD, LPM, dan tokoh lainnya. Ini dilakukan untuk mencegah persaingan bisnis yang tidak sehat.

Dari hasil musyawarah tersebut, disepakati istilah hotel backpacker dan hostel ditiadakan. Setiap pengusaha harus menggunakan dua tempat tidur di masing-masing kamar, kecuali untuk family room. ”Apabila hasil musyawarah ini dilanggar, maka tempat usaha tersebut akan disegel sementara,” tandasnya.

 Dijelaskan Taufik, tarif sudah ditentukan berdasarkan musim. Tarif antara low season dan high season dibedakan. Misalnya pada low season tarif terendah untuk penginapan yang berada di dalam perkampungan sebesar Rp 200 ribu per malam. Sementara yang berada di pinggir pantai Rp 250 ribu per malam.

Sedangkan pada saat high season tarif terendah bagi penginapan yang berada di dalam perkampungan sebesar Rp 300 ribu dan penginapan yang berada di pinggir pantai Rp 350 ribu. ”Tarif ini tergantung fasilitas tambahan di dalam kamar. Semakin lengkap semakin tinggi harganya,” pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Ratusan Surat Suara Rusak di KLU

Redaksi LombokPost

Penataan Jalan Gili Air Terus Berlanjut

Redaksi LombokPost

Mata Air Lokoq Prabu Hilang

Redaksi LombokPost

Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Dusun Kuripan, Kayangan

Redaksi LombokPost

Sikap Najmul Undang Polemik

Redaksi LombokPost

Fasilitator Iri Dengan Pemkot Mataram

Redaksi LombokPost

Gizi Buruk di KLU Tinggal 4 Persen

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Dapat Santunan dari Kemensos

Redaksi LombokPost

Musibah di Senaru Harus Jadi Pelajaran

Redaksi LombokPost