Lombok Post
Politika

Nanang Samodra Ajak Masyarakat Praya Bersatu

H Nanang Samodra

PRAYA– Anggota DPR/MPR RI dail NTB H Nanang Samodra mengajak masyarakat Praya, Lombok Tengah untuk bersatu padu. Hal itu penting guna memastikan pembangunan di daerah ini makin cepat dan baik. Dalam sosialisasi empat pilar oleh MPR RI di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (22/7) Nanang memesankan hal itu.

Di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, santriwati, siswa aliyah, Nanang menjabarkan sejumlah hal. Pertama, dalam mengimplementasikan falsafah bangsa, Pancasila harus dilakukan dengan penuh sukacita. Betapa tidak, aneka nilai kebaikan terkandung dalamnya. Implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dikatakan sangatlah umum berlaku dalam masyarakat kita. Misalnya dalam keselarasan hidup antar agama, saling menghormati keyakinan masing-masing, sebagaimana yang telah berlangsung sejak dahulu kala. ”Itu satu contoh kecil nilai kebaikan dalam Pancasila,” ujarnya.

Sayangnya dengan kemajuan peradaban saat ini, masyarakat terkesan digiring menjadi manusia yang individualistis dan materialistis. Hal inilah yang perlu ditangkal, dengan kembali menggali makna-makna yang terkandung dalam kitab suci.

”Sebagai generasi penerus, utamanya para pelajar di Pondok Pesantren Darul Hikmah ini, harus tanggap dalam mengantisipasi perubahan ini agar tidak terjerumus ke jalan yang keliru,” pesannya.

Dari peserta sosialisasi, Nanang juga mendapat pertanyaan terkait maraknya teroris yang makin meresahkan masyarakat. Terkait apa sebaiknya dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, politisi Demokrat itu mengingatkan terorisme umumnya diawali dengan radikalisme, kendati tidak semua paham radikal itu berujung pada terorisme.

Oleh karena itu bagi masyarakat yang terpapar paham radikal perlu diluruskan kembali pemikirannya, salah satunya dengan deradikalisasi. Umumnya orang yang memiliki pemahaman ideologi yang masih belum matang sering kali berlaku radikal. Anggapan mereka, paham yang mereka anutlah yang paling benar, paham orang lain mereka anggap semuanya salah.

”Orang-orang seperti inilah yang perlu dibina dengan deradikalisasi,” pesannya.

Pemerintah perlu memasyarakatkan upaya deradikalisasi terhadap paham radikal yang berkonotasi negatif. Jika hal itu sudah tersosialisasi dengan baik maka dia yakin radikalisme akan semakin berkurang karena mereka sudah menyadari kekeliruannya. ”Hal itu berarti terorisme yang berawal dari paham radikal negatif tidak akan terjadi lagi,” kata mantan sekda NTB itu.

Tak lupa Nanang menjabarkan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bangsa ini tegasnya merupakan suatu anugerah bagi seluruh elemen bangsa Indonesia, karena NKRI telah mampu mempersatukan berbagai suku bangsa dari Sabang sampai ke Merauke. Jasa para pendiri bangsa ini sangatlah besar, dalam mempersatukan Republik Indonesia, setelah merebutnya dari penjajahan oleh negara asing. ”Tugas kita sekarang adalah menjaga agar negara kita tetap utuh dan tidak terjadi perpecahan,” ucapnya.

Salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui lembaga-lembaga pendidikan seperti pondok-pondok pesantren. Karenanya, di pondok tempatnya melakukan sosialisasi itu, Nanang meminta semangat persatuan terus digelorakan.

Tak lupa dalam kesempatan itu ia menjabarkan konsep Bhinneka Tunggal Ika. Prinsip yang terkandung di dalamnya merupakan pilar yang kokoh untuk memperkuat perkembangan bangsa ini. Berbeda-beda tapi tetap satu jua. Berlatar suku, agama, budaya, bahasa, dan ras seatutnya tak menjadi jurang pemisah. Justru harus ada rasa kebanggaan tersendiri pada saat kita mengenakan budaya daerah. Misalnya beberapa situs peninggalan budaya di negara kita telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya yang wajib dilestarikan. Oleh karena itu ia menyuarakan agar terus berbangga dengan adat istiadat dan budaya yang kita miliki. ”Bagaimanapun bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa-bangsa lain. Berbeda-beda tapi tetap satu jua,” tutupnya. (yuk/r4/*)

Berita Lainnya

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost

Bawaslu Bersiap Pelototi Kiai Ma’ruf, Ingatkan Tidak Kampanye di Ponpes

Redaksi LombokPost

Bung Nuri: Mari Berpolitik Santun

Redaksi LombokPost

DPT HP Akan Dicermati Dua Bulan

Redaksi LombokPost