Lombok Post
Giri Menang

Kota Air Jangan Beli Air!

BERI PENJELASAN: Manajer Umum dan SDM P Tripat Munawarman bersama Manajer Divisi Taman Narmada Muhammad saat memberi keterangan pers kepada Lombok Post Senin (23/7) lalu.

GIRI MENANG-Narmada memiliki slogan sebagai kota air. Akibat melimpahnya sumber daya air bersih yang ada di wilayah ini. Sayangnya, selama ini potensi Narmada belum dimanfaatkan maksimal oleh pemerintah daerah setempat.

Belajar dari Lombok Timur (Lotim), PT Tripat sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lombok Barat berencana membangun pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). “Belum lama ini kami studi banding ke PT Energi Selaparang yang memproduksi air minum kemasan Asel. Di sana kami belajar bagaimana memproduksi air minum kemasan,” ungkap Manajer Umum dan SDM PT Tripat Munawarman.

Di Pabrik PT Energi Selaparang, pihak PT Tripat belajar membuat air kemasan dalam gelas, botol maupun galon. Jika dibandingkan dengan potensi sumber daya alam di Lotim, potensi Lombok Barat dinilai jauh lebih besar. Karena sumber daya air baku sangat melimpah. Khususnya di wilayah Narmada dan Suranadi.

“Malu kita punya kota air tapi masih beli air. Nggak bisa jual karena nggak produksi air kemasan,” ungkapnya.

Merek air minum Narmada justru saat ini digunakan pihak swasta. Sehingga, dalam waktu dekat pihak PT Tripat akan mengajukan ke DPRD Lotim dan pemerintah untuk membangun pabrik air minum kemasan. Mengingat untuk membangun pabrik ini minimal harus disediakan modal awal Rp 4 miliar. Untuk mendatangkan mesin, menyiapkan bahan baku plastik kemasan, hingga gudang penyimpanan dan produksi yang harus steril.

“Modal ini yang susah kami dapatkan. Terakhir kami dapat modal tahun 2013 Rp 1 miliar. Sisanya kami di kasih memanfaatkan lahan seluas 8,3 hektare yang dikerjasamakan dengan PT BPS. Sayangnya itu juga tidak berjalan mulus sekarang,” bebernya.

Niat PT Tripat untuk membuat pabrik air minum kemasan ini tidak lepas dari dikuasainya sejumlah sumber mata air yang ada di wilayah Narmada oleh pihak swasta. Padahal, ini bisa merugikan masyarakat maupun pemerintah. Mengingat air menyangkut hajat hidup orang banyak. Dimana, perlahan pihak swasta terus menaikkkan harga air kemasan. Dikhawatirkan air akan dimonopoli oleh pihak swasta sehingga sektor ini siap diambil alih pemerintah.

“Kalau kita sudah produksi, tinggal pak Bupati buat edaran ke seluruh instansi pemerintah dan sekolah, pemasaran pasti tidak akan ada masalah. Kita buat mereknya nanti Air Taman Narmada,” pungkas Munawarman.

Niat PT Tripat ini mendapat respons positif anggota DPRD Lobar. Anggota Komisi II DPRD Lobar H Ahmad Zaenuri siap mendukung pembentukan pabrik yang membuat air minum kemasan. “Apakah kita bekerja sama dengan PDAM atau PT Tripat, kita ingin Lobar yang terkenal dengan mata airnya punya pabrik air kemasan,” ungkapnya. “Dari pada di monopoli, kami siap anggarkan Rp 5-6 miliar,” sambungnya. (ton/r5)

Berita Lainnya

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost