Lombok Post
Politika

Kumpulkan Kader Seluruh NTB, Demokrat Konsolidasikan Kekuatan

SIAP MENANG: Para pengurus inti Partai Demokrat NTB sesaat usai konferensi pers di Mataram, kemarin, terkait rakorda yang akan digelar hari ini.

MATARAM– Hari ini, Partai Demokrat NTB dijadwalkan menggelar rapat koordinasi daerah (rakorda).  Rakorda ini mengangkat tema ”Menjemput Kemenangan Pemilu 2019”, momentum rakorda dijadikan pemanasan jelang pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019.

”Ada sejumlah hal strategis dibahas,” kata Sekretaris Demokrat NTB H Zainul Aidi, kemarin.

Pertama menyangkut konsolidasi partai. Terutama untuk menguatkan seluruh struktur di NTB. Sebelumnya kata Zainul, 65 bacaleg sudah didaftarkan di KPU NTB. Mereka akan dihadirkan dalam acara tersebut.

”Sekjen Hinca Pandjaitan juga akan datang,” tegasnya.

Dikatakan, lengkaplah unsur dari DPP, DPD, DPC, AC, plus bacaleg seluruh NTB. Tak kurang dari 400 kader akan menghadiri acara yang dipusatkan di Mataram itu.

 ”Sehari penuh dengan agenda penguatan visi dan misi, serta ideologi artai,” tegasnya.

Tak lupa dibahas strategi pemenangan pemilu 2019. selanjutnya, orientasi ada bacaleg, terkait nilai kejuangan partai, juga evaluasi perkembangan Demokrat akan dibahas. Tak hanya menyangkut program, namun juga personil. ”Intinya kami siapkan pemenangan pemilu di NTB,” katanya.

Momen tersebut menjadi saat-saat penting bagi kader. Terutama karena berkaitan dengan target 15 persen kursi nasional Demokrat. ”Itu juga harus dicapai di NTB,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kondisi terkini partai. Terkait sejumlah nama yang keluar dari kepengurusan, diyakini tak akan berdampak signifikan bagi Demokrat.

“Insya Allah kita tak kekurangan kader,” tegas pria yang kini maju mencalonkan diri sebagai bacaleg DPR RI itu.

Rakorda, lanjut Zainul sudah disiapkan sejak satu bulan lalu. Itu sesuai dengan instruksi SBY selaku ketua umum, dengan mengamanatkan rakorda dapat digelar 20-26 Juli.

“Manfaatkan sisa waktu ini, NTB belum yang terakhir lakukan rakorda,” tegasnya.

Jawaban itu merupakan penegasan bahwa agenda rakorda tak memiliki relasi langsung dengan mundurnya sejumlah kader. Bahkan termasuk kemunduran TGB HM Zainul Majdi dua hari lalu.

Ia lantas menjelaskan, TGB bergabung Demokrat 2011 lalu, tepatnya 15 Mei dilantik bersamaan dengan dirinya, sebelum akhirnya mundur 23 Juli lalu. Demokrat kata Zainul berdiri 9 September 2001. Jauh lebih lama eksis dan terbukti. Hasilnya 2004 keluar sebagai partai menengah, kemudian 2008 pemenang pemilu.

“2004-2014 ada SBY, kader utama selaku presiden,” katanya menggambarkan kekuatan Demokrat sesungguhnya.

Mundurnya sejumlah tokoh di NTB dikatakannya pasti memberi pengaruh. Namun, alih-alih kecewa, harapannya pengaruh itu justru memberi efek positif pada partai.

“Karenanya Demokrat sampaikan terima kasih pada TGB atas dedikasi dan kebersamaannya selama delapan tahun, ijtihad keluar tentu tak bisa halangi, itu hak politik beliau,” imbuhnya.

“Semoga dilapangkan jalan, untuk capai target berkhidmat nasional, itu wajar dan kami tak bisa berharap apa-apa,” sambungnya.

Andi Mardan, ketua panitia rakorda mengatakan sore kemarin persiapan rakerda sudah rampung. DPP sudah melaksanakan rakornas, maka DPD juga harus mengadakan rakorda. “Kami siap jalankan acara dengan sukses dan harapannya mampu jadi penguat soliditas,” pungkasnya. (yuk/r4/*)

Berita Lainnya

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost

HBK Dukung Program Zul-Rohmi

Redaksi LombokPost

Pendaftaran Calon Angota KPU Diperpanjang

Redaksi LombokPost

Sembilan Sekolah Lolos Babak Penyisihan Lomba Cerdas Cermat

Redaksi LombokPost

Partisipasi Pemilih Nasional Ditarget 77,5 Persen

Redaksi Lombok Post

Pemilu Serentak 2019 Ribet

Redaksi LombokPost

Ma’ruf Amin Kampanye di Pondok?

Redaksi Lombok Post

Tiga Caleg DPRD NTB Dinyatakan TMS

Redaksi LombokPost