Lombok Post
Giri Menang

LCC Tutup, Pemkab Lobar Rugi Besar

SEPI: Beginilah kondisi di dalam bangunan LCC yang ada di Narmada, Lombok Barat belum lama ini.

GIRI MENANG-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat rugi besar. Mereka benar-benar salah langkah. “Kepolosan” pemkab mengkerjasamakan lahan produktif seluas 8,3 hektare dengan PT Beliss Pembangunan Sejahtera (BPS) selaku pengelola Lombok City Center (LCC) tanpa hasil sama sekali.

Parahnya, kini LCC ditutup. Salah satu mal terbesar di NTB itu diduga mengalami kerugian dalam jumlah tak sedikit. Akibatnya, beberapa point dalam kerja sama tidak bisa berjalan.

Misalnya, kewajiban LCC membayar retribusi atau pajak ke daerah karena telah menggunakan area Pemkab Lobar seluas 8,3 hektare yang ada di wilayah Gerimax, Kecamatan Narmada.

“MoU kerja sama dengan PT Tripat dan LCC kami duga sudah jelas ada tindakan pidana. Karena berkaitan dengan perencanaan saham Pemkab Lobar. Kita cuma di kasih tiga persen,” ujar anggota Komisi II DPRD Lobar H Zainuri Ahmad.

Padahal di satu sisi, jika berbicara nilai aset tanah, Pemkab Lobar punya modal yang besar. Karena, jika diuangkan, lahan seluas 8,3 hektare itu bisa mencapai Rp 80 miliar. Dengan estimasi Rp 100 juta per are. “Kalau setengahnya saja Rp 50 juta per are itu bisa Rp 40 miliar,” terangnya.

Dengan nilai aset tersebut, sangat disayangkan justru PT Tripat tidak dapat apa-apa. Ditambah angka tiga persen kepemilikan sahamnya juga dinilai tidak masuk akal. “Dengan luas lahan segitu, harusnya saham yang didapatkan Pemkab Lobar minimal 35 persen,” tegas Zainuri.

Sehingga, lanjutnya, siapapun yang terlibat dalam MoU atau kerja sama dengan PT BPS diminta harus bertanggung jawab. “Ini fatal kalau tidak segera kita selesaikan. Harus dibuat Pansus. Karena ini salah satu temuan dari BPK yang harus diselesaikan,” jelasnya.

Ketidakmampuan LCC memberikan dividen membuat pihak DPRD Lobar mengaku bahwa Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT BPS harus ditinjau ulang. Apakah MoU tersebut dibatalkan atau dipihak ketigakan lagi kepada orang yang mau bekerja.

Jika merujuk pada MoU, kerja sama PT Tripat dengan PT BPS akan berlangsung selama 30 tahun. Tentu pemerintah tidak ingin selama tiga puluh tahun ke depan aset tersebut tidak bisa mendatangkan apa-apa.

Diceritakan dewan, awal mula diserahkannya aset ini ke PT Tripat saat masa kepemimpinan Bupati Lobar H Zaini Arony. Ia menjelaskan kerja sama ini akan memberi dampak yang besar. Karena di area 8,3 hektare tersebut akan dibangun mal, water park, rumah sakit hingga hotel. Sehingga diharapkan dengan kehadiran bangunan ini, akan menyerap ribuan lapangan kerja.

“Itu yang membuat kami legowo. Karena harapannya 1.000 lapangan kerja tersedia. Faktanya tidak ada,” sesalnya.

Sementara itu warga Desa Gerimax juga turut menyayangkan tutupnya LCC. Kepala Desa Gerimax Habibullah kepada Lombok Post menuturkan bagaimana awalnya LCC ini mulai dibangun sekitar tahun 2015 silam. “Ini dulu lahan pertanian milik Pemda yang dijadikan tanah pecatu,” tuturnya.

Tanah pecatu ini dikelola oleh sejumlah Kades di wilayah Kecamatan Narmada yang dikerjasamakan dengan masyarakat setempat. Sehingga ini pun tentu bisa menghasilkan pendapatan bagi masyarakat dan menyerap lapangan kerja.

Justru, katanya, setelah kerja sama dengan pihak ketiga, lahan seluas 8,3 hektare ini selama dua tahun sia-sia. Tak bisa mendatangkan pendapatan sepeser pun bagi daerah.

Meski demikian, saat beroperasi dulu terdapat sekitar 50 orang warga Desa Gerimax yang sempat bekerja di sana. Mereka ada yang jadi satpam hingga sales. Namun setelah LCC tutup, semua pekerja tersebut otomatis diberhentikan.

“Harapan kami pada bupati, semoga punya solusi bagaimana LCC ini dihidupkan kembali dan bisa menyerap lapangan kerja. Kalau tidak bisa ya lebih baik seperti dulu jadi lahan pertanian. Nggak ribet tapi bisa mendatangkan penghasilan,” ucapnya. (ton/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost