Lombok Post
Pendidikan

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

KEKURANGAN SISWA: Lima siswa SMAN 10 Mataram memanfaatkan jam istirahat di sekolah setempat, kemarin (24/7). Setelah berubah status menjadi SMAN 10 Mataram, sekolah yang dulunya SMKN 9 Mataram kekurangan siswa tahun ajaran baru.

MATARAM-SMAN 10 Mataram menjadi sekolah buangan. Siswa yang tidak diterima di sekolah jantung kota, akan ditampung di sekolah yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan ini. “Siswa yang tidak diterima di SMAN 2 Mataram, SMAN 3 Mataram kita tampung di sini,” kata Plt SMAN 10 Mataram Ridwan, kemarin (24/7).

Kendati demikian, hingga kini sekolah ini masih saja kekurangan siswa. “Kalau ada yang daftar sekarang kita terima, ini sesuai instruksi dinas,” sambungnya.

Untuk diketahui, SMAN 10 Mataram merupakan sekolah baru yang menerima siswa mulai tahun ajaran baru 2018. Sebelumnya, sekolah ini sesuai dengan nomenklaturnya merupakan SMKN 9 Mataram. Namun pada tahun ini diubah statusnya menjadi SMAN 10 Mataram karena revitalisasi SMK. “Di sini ada dua siswa yang bersekolah. Ada anak SMA dan ada anak SMK. Untuk SMA kita satukan siswanya. Di sebelah barat lantai dua ini semuanya anak SMA,” terangnya. Sedangkan sisanya siswa SMK yang memenuhi gedung sekolah ini.

Untuk peminat sendiri kata Ridwan, banyak siswa yang memilih SMK. Banyak orang tua yang mengira ini msih SMK karena plang namanya belum diganti. Jika orang tua anaknya masuk SMK, maka ia mengarhkan ke SMKN 5 Mataram dan SMKN 6 Mataram. “Kita tidak berani ganti plang nama karena belum ada SK,” tuturnya.

Dari data, jumlah siswa secara keseluruhan di dua lembaga satu atap ini sebanyak 653 orang. Rinciannya, kelas X untuk SMA sebanyak 146 orang, kelas XI untuk SMK sebanyak 255, dan kelas XII sebanyak 262. “Minat masuk SMA ini kecil,karena banyak yang memilih SMK. Di satu sisi kita tidak buka lagi SMK,” terangnya.

Dengan perubahan status dari SMK ke SMA ini pihaknya dipusingkan dengan guru. Kini, guru adaftif dan normatif yang mengajar di SMK dialihkan untuk mengajar SMA. Sementara guru produktif tetap mengajar di SMK.

Ia berharap pengangkatan guru kontrak ini bisa dilakukan secepatnya. Sehingga sekolah tidak lagi dpusingkan untuk membayar gaji para guru honor. Apalagi, di sekolah ini jumlah guru honor cukup banyak. “Alhamdulillah  guru honorer nanti gajinya akan dibayarkan langsung pemprov. Kita tidak dipusingkan lagi dengan gaji honorer,”  terangnya.

Sementara itu KTU SMAN 10 Mataram Haris mengatakan, jumlah guru honorer lebih banyak dibandingkan guru PNS. Jumlah guru PNS sebanyak 21 orang, sementara guru non PNS sebanyak 29 orang. “Kita di sini guru non PNS yang banyak,” tuturnya. (jay)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost

SMK Pelayaran Siapkan Lulusan Siap Kerja

Redaksi LombokPost