Lombok Post
Kriminal

Otak Pencurian Aset Masjid Ditangkap

KENA TANGKAP: Terduga pelaku pencurian di masjid, ditangkap tim gabungan Polsek Narmada dan Satreskrim Polres Mataram, di Kelurahan Sayang-Sayang, Kota Mataram, Selasa sore (24/7).

MATARAM-Tim Gabungan Polsek Narmada dan Satreskrim Polres Mataram menangkap Ziat, warga Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pemuda 20 tahun ini diduga merupakan pencuri spesialis kotak amal dan mixer pengeras suara masjid.

Ada lima masjid di Kecamatan Narmada, yang diduga disatroni pelaku. Polisi juga masih mendalami pencurian sejumlah masjid, di Kota Mataram, yang diduga didalangi Ziat.

Kapolsek Narmada Kompol Gusti Bagia mengatakan, lima masjid sebagai TKP pencurian, masuk dalam laporan di Polsek Narmada. Pencurian itu dilakukan Ziat dalam kurun waktu lima bulan, dari Maret hingga Juli.

”Terakhir di Desa Badrain, Narmada. Pelaku mengambil mixer masjid,” kata Bagia, kemarin (25/7).

Dalam menjalankan aksinya, Ziat bermodus pura-pura melaksanakan salat di masjid. Saat keadaan sepi, pelaku beraksi. Dia mencongkel engsel lemari atau pintu ruangan tempat penyimpanan barang.

Di aksinya yang keempat, di Masjid Al Fatah, Desa Sembung, Kecamatan Narmada, aksinya terlihat warga. Saksi melihat pelaku tengah membawa barang inventaris masjid berupa amplifier, wireless, dan mixer.

”Kita dapat petunjuk dari sana, beruntung saksi melihat dan mengingat pelat nomor kendaraan yang dibawa pelaku,” ujar Bagia.

Dari informasi itu, tim gabungan melakukan penyelidikan. Mereka menelusuri alamat rumah pelaku berdasarkan nomor kendaraannya. Selanjutnya, Selasa sore (24/7), tim bergerak menuju rumah pelaku untuk melakukan penggerebekan.

”Lidik satu bulan, setelah A1, tim memutuskan untuk melakukan penangkapan,” terang Kapolsek.

Dugaan Ziat sebagai pelaku spesialis pencurian di masjid, terbukti. Ketika digerebek dan digeledah, di rumahnya ditemukan barang berupa audio mixer, amplifier, alat pencungkil, dan motor yang digunakan pelaku untuk mencuri.

Interogasi singkat di kediamannya, pelaku mengakui perbuatannya. Beberapa barang curiannya juga sempat dijual pelaku di wilayah Lingsar, Lombok Barat. Sedangkan uang dari kotak amal, digunakan pelaku untuk memodifikasi motornya.

Polisi kemudian mengamankan 3 unit audio mixer; 6 unit amplifier; 6 unit wireless; dua unit sepeda motor merek Honda N-Max dan Beat. ”Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan. Setelah ditangkap kita bawa ke Polres Mataram,” tutur Bagia.

Bagia mengata kan, polisi masih mendalami TKP pencurian lainnya. Sebab, sejumlah masjid di wilayah Kota Mataram, juga mengalami hal serupa. ”Masih kita dalami terus kemungkinan TKP lainnya. Sebelum kasus ini, pelaku juga pernah terlibat kasus curanmor,” pungkas Kapolsek.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Berkas TPPO Riyadh Kembali Dilimpahkan

Redaksi LombokPost