Lombok Post
Tanjung

Gili Trawangan Tetap Aman untuk Wisatawan

LIBURAN: Sejumlah wisatawan tampak sedang berjalan-jalan di Gili Trawangan, kemarin (27/7).

TANJUNG-Ombak sorong yang terjadi di Gili Trawangan tidak perlu dikhawatirkan lagi. Karena perisitiwa alam ini terjadi hampir setiap tahun dan tidak lama. ”Ini terjadi hanya sehari itu saja. Sekarang sudah normal lagi,” ujar Kepala Desa Gili Indah H Taufik, kemarin (27/7).

Menurut Taufik, peristiwa alam gelombang tinggi yang terjadi di kawasan pesisir tiga gili atau ombak sorong memang pernah terjadi sebelumnya. Namun ini tidak berbahaya bagi wisatawan karena terjadi sesekali dan pada pagi hari saja. Saat itu belum banyak wisatawan yang beraktivitas. ”Kalau sudah selesai juga normal lagi. Itu hanya terjadi sebentar di pagi hari,” tegasnya.

Ditambahkan Taufik, ombak sorong hanya terjadi sebentar. Kemudian air laut yang masuk ke jalan akibat ombak sorong juga kering pada hari itu sehingga tidak menyebabkan banjir rob.

 sorong menurut pengusaha yang sudah bertahun-tahun beraktivitas di Gili Trawangan merupakan hal yang wajar. Karena kejadian ini merupakan fenomena alam dan terjadi setiap tahun dalam waktu yang pendek. ”Ini siklus tahunan saja. Hanya sebentar dan sekarang sudah normal lagi,” tandasnya.

 Menurut dia, ombak sorong ini tidak berpengaruh pada kunjungan wisatawan. Yang memberikan dampak pada kunjungan wisatawan justru penutupan penyeberangan kapal cepat dari Bali ke Lombok (tiga gili) karena cuaca buruk. ”Kalau masalah ombak kemarin sudah tidak ada. Penurunan kunjungan wisatawan terjadi karena fastboat ditutup saja,” katanya.

Untuk mengantisipasi persoalan penutupan penyeberangan kapal cepat karena cuaca buruk ini, pengusaha berharap pemerintah mengambil tindakan solutif. Karena cuaca buruk ini terjadi setiap tahun.

Tindakan yang bisa diambil misalnya dengan menambah jadwal penerbangan dari Bali ke Lombok begitu juga sebaliknya. Karena jika cuaca buruk terjadi, wisatawan yang mengandalkan kapal cepat tentu butuh solusi transportasi. ”Harapan kami, jika sedang cuaca buruk dan berdampak pada penyeberangan, maskapai bisa menambah armada dan jadwal penerbangan. Kalau sudah normal ya kembali seperti biasa lagi,” pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost

Mantapkan Persiapan UNBK Lebih Awal

Redaksi LombokPost

Pengungsi Berharap Huntap Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Minta Fortuner Wabup Dilelang

Redaksi LombokPost

Warga Kecewa Bupati Tidak Hadir Saat Hearing di DPRD

Redaksi LombokPost