Lombok Post
Tanjung

Pelabuhan Bangsal “Diserbu” Wisatawan

ANTRE: Sejumlah wisatawan mancanegara tampak sedang antre di Pelabuhan Bangsal, kemarin (26/7).

TANJUNG-Penutupan penyeberangan kapal cepat dari Bali ke Lombok karena cuaca buruk berdampak besar bagi pengusaha perhotelan di tiga gili. Karena penutupan tersebut banyak pengusaha yang merugi, akibat pembatalan pesanan kamar dari wisatawan.

”Penutupan sudah mulai 17 Juli sampai 29 Juli nanti,” ujar salah seorang pengusaha di Gili Trawangan Lalu Koesnawan, kemarin (26/7).

Menurut Koesnawan, cuaca buruk di Selat Lombok yang berdampak pada penutupan penyeberangan kapal cepat harusnya bisa diantisipasi pemerintah. Sehingga wisatawan dari Bali tetap bisa ke tiga gili. ”Masih ada penerbangan yang bisa digunakan karena fastboat sudah jelas tutup berdasarkan notifikasi dari syahbandar,” tandasnya.

Namun yang menjadi masalah sekarang, tidak ada upaya dari pihak terkait untuk menambah armada dan jadwal penerbangan dari Bali ke Lombok. Namun kondisi ini justru dimanfaatkan maskapai untuk menaikkan harga terlalu tinggi dengan jadwal penerbangan terbatas.

”Seandainya gubernur menginstruksikan maskapai menambah jadwal penerbangan dari Bali ke Lombok, kan wisatawan bisa terangkut. Setidaknya ada upaya dari maskapai,” katanya.

Ditambahkan, pihaknya menyayangkan tidak ada solusi seperti ini yang dilakukan pemerintah dan pihak terkait. Akibatnya, ada ribuan kamar yang sudah dipesan akhirnya dibatalkan karena wisatawan tidak bisa menyeberang.

Memang ada pilihan lain menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Padangbai ke Lembar. Namun pilihan ini juga jarang dipilih wisatawan karena efesiensi waktu. ”Penyeberangan pakai ferry (kapal) itu berjam-jam. Tamu wisatawan asing kan inginnya tidak repot dan menghabiskan waktu,” paparnya.

Lebih lanjut, Koesnawan mengatakan, kondisi penyeberangan dari Pelabuhan Bangsal ke tiga gili tidak terganggu karena cuaca buruk ini. Sehingga wisatawan yang tiba melalui bandara maupun Lembar bisa menyeberang ke tiga gili. ”Ini bisa jadi solusi kalau kapal cepat ditutup. Kalau cuaca normal lagi tinggal kembali ke normal lagi. Maskapai juga akan untung kok,” katanya.

Sementara itu, pantauan koran ini di Pelabuhan Bangsal, wisatawan yang menyeberang melalui cukup banyak. ”Sekarang ada peningkatan sedikit. Mungkin ini karena penutupan kapal cepat,” ujar Ketua Koperasi Karya Bahari Sabarudin, kemarin.

Ditambahkan Sabarudin, jika penutupan berlaku sampai 29 Juli mendatang, bukan tidak mungkin wisatawan yang menyeberang melalui Bangsal akan terus meningkat. ”Yang meningkat tinggi itu penyeberangan dari tiga gili ke Bangsal. Karena tidak ada kapal cepat ke Bali, jadi mereka harus lewat Bangsal dulu,” pungkasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost