Lombok Post
Selong

ASLUT dan ASPDB Dialihkan ke PKH

Soal Pendamping Aslut : Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur H Ripaan (tengah) sedang menyampaikan kesimpulan rapat evaluasi pencairan dana dan pengalihan bantuan penerima manfaat program ASLUT dan ASPDB ke PKH di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, kemarin (26/7).

SELONG –Bantuan penerima manfaat program Asistensi Sosial Lanjut Usia Telantar (ASLUT) dan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB)

yang kini ditangani Program Keluarga Harapan (PKH) kabarnya membuat para pendamping Aslut dan ASPDB  Lotim berubah murung.

Selama ini pendampingan yang ASLUT dan ASPDB lakukan mencakup semua hal. Mulai dari mendampingi ASLUT dan ASPDB sampai dengan mengatur penerimaan bantuan uang tunai ke penerima manfaat. Namun begitu adanya pengalihan, otomatis tugas mereka menjadi berkurang.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur H Ripaan mengatakan, rapat yang dilakukan pada Jumat (27/7) kemarin merupakan upaya untuk menengahi para pendamping Aslut, ASPDB dengan pendamping PKH.

“Pengalihan ini di satu sisi membuat para pendamping Aslut dan ASPDB kebingungan,” kata  Ripaan.

Ripaan menjelaskan rapat tersebut bertujuan untuk mengatur kembali kerja para ASLUT dan ASPDB setelah tidak lagi mengurus pemberian bantuan uang tunai. Karena begitu program dialihkan ke PKH, secara otomatis uang bantuan akan masuk ke rekening pendamping PKH.

Kata Ripaan, solusinya adalah pendamping Aslut dan ASPDB akan tetap melakukan pendampingan secara teknis. Sedangkan PKH akan mengurus pemberian bantuan uang tunai. “Koordinasi harus tetap berjalan. Karena PKH juga membutuhkan pendamping Aslut dan ASPDB yang lebih mengerti,”  tutur Ripaan.

Adapun jumlah penerima manfaat program Aslut dan ASPDB di Kabupaten Lombok Timur berjumlah 452 orang. Dengan jumlah bantuan Rp 500 ribu per satu orang ASLUT dan ASPDB.

Sementara itu, pendamping Aslut di Desa Jenggik Hj Mustika Sari mengaku tidak merasa keberatan dengan pengalihan penerima manfaat program Aslut dan ASPDB ke PKH. Justru dengan pengalihan tersebut, ia mengatakan akan bisa lebih fokus melakukan pendampingan.

“Sebelumnya kita juga tetap melakukan koordinasi dengan teman-teman pendamping PKH. Jadi bagus kalau dialihkan,”  kata Mustika.

Nantinya, pendamping Aslut dan ASPDB tetap melakukan pendampingan seperti biasanya. Bedanya, kini mereka dibantu pendamping PKH untuk mengurus penerimaan bantuannya. (tih/r2)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost