Lombok Post
Selong

Mengenal dan Belajar Memainkan Didgeridoo

Bermain Didgeridoo : Yuspianal Imtihan, Pengajar di Program Studi Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) Universitas Hamzanwadi sedang memainkan alat musik tiup dari bambu bernama Digderido, kemarin (27/7).

Warga asli daratan Australia punya ragam alat musik. Salah satunya instrumen tiup dari batang bambu. Namanya Didgeridoo. Bentuknya seperti seruling namun panjangnya bisa lebih dari satu meter. Bagaimana memainkannya?

Fatih Kudus Jaelani-Selong

=====================

Didgeridoo merupakan alat musik tiup penduduk asli bagian utara Australia. Namun meski berasal dari negeri seberang, master seni Lulusan ISI Denpasar Yuspianal Imtihan mengaku mulai tertarik mempelajarinya.

“Alat musik ini unik dan setahu saya tidak ada satu pun yang secara sengaja mempelajari alat musik ini di Lombok Timur,” kata Yuspinal kepada Lombok Post (27/7).

Dosen seni di Program Studi Sendratasik Universitas Hamzanwadi itu mengatakan, ketertarikan memainkan Didgeridoo juga disebabkan oleh kecintaannya pada ragam  alat musik dunia. Pernah mencoba hampir semua alat musik tiup tradisional Nusantara, ia pun tertarik untuk mencoba alat musik unik tersebut.

Unik. Karena sebuah Didgeridoo (dibaca didjeridu berbentuk silinder atau cenderung kerucut dari bambu dengan panjang 1 sampai 2 meter. “Paling banyak berukuran 1,2 meter,” terang Yuspianal Imtihan.

Ketertarikan Yuspianal pada didgeridoo berawal dari pertemuannya dengan komunitas bambu di Bogor. Di sana ia melihat sekelompok anak muda membawa alat musik tiup dengan bambu panjang. Seperti seruling raksasa. Sejak saat itu, ia pun membayangkan bagaimana sulitnya meniup alat musik tiup tersebut.

Cara membuat seruling raksasa itu berbunyi tidak bisa dengan tiupan biasa. Bayangkan saja, lubang bambu yang besar itu akan menelan seluruh nafas peniupnya. Menurut Yuspianal, caranya adalah dengan memainkan bunyi lebih awal di mulut.

“Yang bisa beat box, pasti bisa memainkan alat musik ini,” tuturnya.

Selain itu, yang paling sulit dari didgeridoo adalah menjaga suara agar tidak terputus. Di sanalah sirkulasi pernafasan yang baik dibutuhkan. Yuspianal mengatakan, meski sudah berbulan-bulan mempelajarinya, saat ini ia baru bisa menguasai beberapa bentuk bunyi saja. Katanya, satu didgeridoo memiliki satu nada. G, A, dan D untuk setiap didgeridoo.

“Ini nadanya D,” kata Yuspianal menerangkan didgeridoo yang sedang dipegangnya.

Menurut Yuspianal, alat musik dari segala penjuru dunia dirasa sangat penting untuk diketahui oleh mahasiswanya di Sendratasik Universitas Hamzanwadi. Sampai saat ini, ia mengatakan wawasan kesenian khususnya pada alat musik tradisional khas nusantara saja belum terlalu dikuasai oleh sebagian besar mahasiswa.

“Bagi saya penting sekali untuk terus menambah wawasan kesenian kita,” paparnya.

Itulah sebabnya Yuspianal dengan bantuan tutorial dari Youtube membuat sendiri didgeridoo yang saat itu berada di tangannya.

“Ke depan, saya ingin pentas dengan alat musik ini. Nanti bisa ditemani gitar untuk mengirini pembacaan puisi dan karya seni lainnya,”  ungkapnya.  (tih/r2)

Berita Lainnya

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Banyak Formasi CPNS Tak Terisi

Redaksi LombokPost

Tua, Tapi Semangat Tetap Muda

Redaksi LombokPost

Empat Langkah Menangkal Hoax

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Lantik 81 PNS

Redaksi LombokPost

Ribuan Pelamar CPNS Berguguran

Redaksi LombokPost