Tanjung

TNI-Polri Jaga Rumah Warga yang Mengungsi

TANJUNG-Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah NTB. Gempa yang berpusat di Lombok Timur ini berdampak langsung di Lombok Utara khususnya di Kecamatan Bayan. Akibatnya, ribuan warga di Kecamatan Bayan khususnya yang berada di Desa Senaru, Desa Sambik Elen, Desa Loloan, Desa Karang Bajo, dan Desa Bayan belum berani kembali ke rumah masing-masing. Untuk menjaga keamanan di rumah-rumah warga yang ditinggalkan aparat TNI-Polri pun menurunkan ratusan personel untuk berjaga.

Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Djoko Rahmanto yang ditemui di Posko Utama Kantor Camat Bayan mengungkapkan, TNI-Polri sudah diamanahkan untuk pengamanan di dusun-dusun yang ditinggalkan warganya mengungsi ke posko pengungsian. ”Kita akan dirikan pos keamanan bersama di tiap dusun. Melibatkan kadus, kades, dan tokoh masyarakat juga,” ujarnya.

Ditambahkan Djoko, TNI akan mengerahkan 50 personel terdiri dari Babinsa, pasukan Yonif, Zipur dan kesehatan. ”Personel ini kita turunkan untuk mencegah ada aksi kriminal yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Afriadi mengungkapkan, dari unsur kepolisian juga akan diturunkan personel untuk menjaga keamanan di dusun yang banyak warganya mengungsi. Ratusan personel yang akan diturunkan terdiri dari Bhabinkamtibmas, BKO Polres Lombok Utara, dan BKO Polda NTB.

 ”Kita sudah ada tim dari polda yang polres yang turun juga pascagempa untuk membantu warga,” pungkasnya. (puj/r7)

Related posts

Korsleting, Warung Makan Ludes Terbakar

Redaksi Lombok post

Pemkab Rehabilitasi Hutan

Iklan Lombok Post

Hanura Minta Anggaran BPPD Dipertimbangkan

Redaksi Lombok post