Lombok Post
Headline Metropolis

5.141 Jiwa Masih Mengungsi, Presiden Jokowi Janjikan Bantuan Rp 50 Juta Tiap Rumah

BAGI BUKU: Presiden Jokowi membagikan buku kepada anak - anak korban gempa di posko pengungsian Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, kemarin (30/7).

LOMBOK TIMUR-Presiden Joko Widodo meninjau langsung kondisi korban gempa di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Presiden yang didampingi Ibu Negara dan sejumlah menteri menyambangi pengungsi di tenda-tenda pengungsian. Total hingga tadi malam, masih ada sedikitnya 5.141 jiwa korban bencana yang harus tinggal di posko pengungsian yang berada di Lombok Timur dan Lombok Utara.

                Menggunakan helikpoter kepresidenan, Jokowi bertolak dari Sumbawa dan mendarat di lapangan heli Sekolah Polisi Negara di Belanting, Kecamatan Sambelia. Turut mendampingi Staf Kepresidenan Moeldoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen Beny Susianto, Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri, dan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. Ada juga Menteri PUPR Mochammad Basuki Hadimuljono, dan Kepala BNPB Willem Rampangeley.

Rombongan Presiden tiba di lokasi pengungsian yang berada di Lapangan Desa Madayin pukul 08.12 Wita. Jumlah pengungsi di sana 450 jiwa. Didampingi Gubernur TGB, Presiden Jokowi menemui para pengungsi. Saat berdialog warga meminta agar presiden memberikan bantuan berupa uang tunai.

 ”Uang saja pak,” seru para korban di hadapan presiden.

Setelah berdialog, Jokowi membagikan bantuan paket Sembako. Isinya beras, gula, minyak goreng, dan teh. Selain itu, Jokowi juga membagi-bagikan buku tulis kepada anak-anak korban gempa.

Selain berdialog dengan para pengungsi, di Desa Madayin, Jokowi juga meninjau langsung bangunan rumah warga yang roboh akibat gempa. Setelah itu, Jokowi dan rombongan juga mendatangi lokasi pengungsian Lapangan di Desa  Obel-Obel, yang masih di Kecamatan Sambelia. Di sana, Jokowi memberikan dana tunai langsung bagi empat ketua RT, masing-masing Rp 25 juta.

Kepala Negara juga menyambangi pengungsi di SDN 1 Obel-Obel. Di lokasi itu sekitar 500 jiwa mengungsi. Jokowi kembali membagikan bantuan Sembako, buku tulis, tas, sarung, sapu tangan, dan santunan tunai kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Sebelum terbang ke Dompu untuk meresmikan Bendungan Tanju, Presiden dan rombongan dalam perjalanan berhenti dan membagikan sarung kepada para pengungsi di SDN 4 Belanting.

Kedatangan Presiden Jokowi membuat korban gempa Lombok sedikit terhibur. Paling tidak mereka bisa tersenyum dan melupakan sejenak gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang memorak-porandakan kampung halaman mereka.

Anak-anak yang menunggu sejak pagi girang bukan kepalang bisa bertemu langsung dengan Presiden. Mereka berebut mendapatkan buku tulis yang dibagikan orang nomor satu di Indonesia itu. TGB pun ikut membantu membaikan bantuan.

Amaq Hamdani, warga Madayin yang rumahnya dikunjungi Presiden Jokowi mengaku senang. Ia mengaku gembira karena didatangi Presiden. Apalagi Hamdani cukup lama diajak duduk bersama Jokowi di atas berugak kayu seadanya di halaman rumahnya.

“Senang, senang,” katanya tersenyum.

Rumah Hamdani sendiri roboh. Di rumah itu, ia tinggal bersama tujuh orang anggota keluarga, lima orang anak dan istrinya. Beruntung semua anggota keluarganya selamat.

”Hanya luka-luka, kaki dan tangan,” katanya.

 Bantuan Rp 50 Juta

 Kepada wartawan, Presiden Jokowi mengaku turut berduka bagi para korban, baik yang meninggal maupun luka-luka. Dia memastikan, pemerintah akan memberikan bantuan perbaikan rumah senilai Rp 50 juta untuk tiap rumah.

Tapi bantuan baru akan diberikan setelah BNPB selesai melakukan pendataan. Pendataan sendiri hingga kemarin sedang dilakukan. Jumlah total penerima bantuan nanti akan dikeluarkan gubernur. Dalam satu hari diharapkan pendataan selesai, sehingga semua rumah bisa segera diperbaiki kembali. ”Nanti akan dibantu rata-rata Rp 50-an juta,” katanya.

Laporan terbaru BNPB menyebutkan, gempa telah merusak 1.454 rumah, 12 fasilitas pendidikan, 22 fasilitas ibadah, 1 jembatan, dan 37 toko/kios. Sementara total pengungsi mencapai 5.141 jiwa.

Jokowi meminta BNPB menindaklanjuti dengan supervisi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Nilai bantuan Rp 50 juta dinilai cukup. Sebab dalam dialog warga meminta bantuan uang Rp 40 juta hingga Rp 45 juta. Akhirnya ia mengambil angka Rp 50 juta. Sementara dana sebesar Rp 750 juta juga disiapkan untuk biaya operasional posko bencana.

Untuk korban yang meninggal rencananya diberikan santunan senilai Rp 15 juta. Sementara untuk korban luka, diberikan bantuan Rp 2,5 juta.

“Plus minus. Kan ada rusak berat, rusak ringan, dan tidak rusak,” kata Jokowi terkait rumah yang rusak.

Meski warga memperbaiki sendiri, tetapi akan tetap disupervisi Kementerian PUPR. Juga dibantu anggota TNI dan Polri untuk proses perbaikan.

”Ini kerja bersama-sama,”  katanya.

Jokowi mengingatkan, karena Indonesia berada di ring of fire (cinci api), masyarakat harus sigap menghadapi berbagai bencana. Baik gempa bumi, banjir dan sebagainya.

Warga Belum Berani Pulang

Sementara itu, dipastikan hingga tadi malam, ribuan warga di Kecamatan Sambelia, Sembalun Lombok Timur, dan Kecamatan Bayan, Lombok Utara memang belum berani pulang. Warga memilih tidur di pengungsian. Sebagian memilih tidur di halaman rumah. Mereka membangun tenda dan dapur seadanya di pinggir jalan.

Sebagian besar warga yang tidur di pengungsian adalah para perempuan dan anak-anak. Sementara warga yang laki-laki sebagian memilih berjaga di lokasi rumah mereka. Mengingat, warga mengungsi tidak banyak membawa harta benda mereka.

Pantauan Lombok Post, pemandangan tersebut terlihat di sepanjang jalan raya Sambelia Lombok Timur hingga jalan raya Bayan Lombok Utara. Dari pinggir jalan nampak rumah-rumah warga roboh, rata dengan tanah. Tidak hanya itu, sekolah dan rumah ibadah pun tidak luput dari amukan gempa tektonik yang berpusat tidak jauh dari kampung warga.

Sembari menunggu bantuan, warga berkumpul di tenda sederhana. Beratapkan terpal dan beralaskan tikar.

Meski beberapa rumah masih utuh, namun warga belum berani tinggal malam hari di sana. Trauma menyebabkan mereka memilih tidur di luar. Apalagi, gempa susulan masih terus terjadi, kendati intensitasnya tidak sebesar gempa utama pada Ahad pagi.

“Takut, saya tidak berani masuk dan tinggal di sana,” kata Inaq Hardin, bersama anaknya yang masih kecil saat ditemui Lombok Post di Dusun Beburung, Sambelia.

Dari luar, rumahnya masih nampak berdiri tegap. Tapi di dalamnya sudah mulai retak-retak, seperti tembok dan langit – langit yang rusak. Kondisi itu membuatnya justru merasa was-was.

“Kalau kena gempa sedikit saja bisa rubuh,” katanya takut.

Ia bersyukur tidak ada anggota keluarganya yang jadi korban. Termasuk tiga anaknya. Mereka semua selamat, tetapi masih trauma.

Hal serupa juga dialami Amaq Suryadi, warga Dusun Beburung lainnya. Menurutnya rumah yang retak-retak justru membuatnya tambah lebih khawatir. Karena bila gempa kembali terjadi ia takut rumahnya langsung runtuh seperti tetangganya.

“Ini yang membuat kami di sini cemas,” ujar pria parobaya itu.

Kini ia juga mengkhawatirkan ibunya yang sudah jompo, yakni Papuq Sahab. Rumahnya tepat di samping rumah Suryadi. Kondisinya lebih parah. Rumah itu sudah roboh, meski atapnya masih ada, namun sangat rawan karena hanya ditunjang tiang kusen. Temboknya yang terbuat dari batako pun sudah jebol.

“Tidak mungkin bisa tinggal di sini lagi,” ujarnya.

Amaq Suryadi dan warga lainnya berharap pemerintah memperhatikan mereka. Warga ingin diberikan bantuan agar bisa memperbaiki rumahnya kembali. “Kami belum berani pulang kalau belum diperbaiki,” keluhnya.

Kondisi Infrastruktur

Sementara itu, secara umum dilaporkan bahwa kondisi infrastruktur pasca gempa dalam kondisi baik. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Asdin Julaidy menyampaikan kondisi infrastruktur PUPR di bidang sumber daya air, terutama 9 bendungan eksisting yakni Bendungan Batu Jai, Pengga, Pandanduri dan Suwangi di Pulau Lombok dan Bendungan Batu Bulan, Mamak, TIu Kulit, Gapit, Pelaparado, dan Sumi di Pulau Sumbawa, semuanya dalam kondisi baik.

Tiga bendungan yang sedang dalam tahap konstruksi yakni Bendungan Bintang Bano, Tanju dan Mila, semuanya juga dalam kondisi aman. Tidak terdampak gempa besar tersebut. ”Demikian halnya dengan jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier dilaporkan dalam kondisi operasional,” kata Asdin.

Untuk kondisi Jalan Raya, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional IX Mataram Budiamin melaporkan bahwa kondisi jalan nasional di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pasca gempa bumi tidak ada yang terputus.  Sementara ini tercatat satu jembatan Kokok Koangan di ruas Jalan Pamenang-Bayan KM 70+700 di Kabupaten Lombok Utara yang opritnya turun 5 cm. Struktur jembatan secara keseluruhan dilaporkan masih aman dan layak dilalui kendaraan roda 4.

Di bidang perumahan, kondisi terparah terjadi di Kabupaten Lombok TImur bagian Utara, terutama di Kecamatan Sambelia dan Sembalun serta di Kabupaten Lombok Utara yakni Kecamatan Bayan, Gangga, Tanjung, Pemenang, dan Kayangan. Diperkirakan  sebanyak 360 rumah rusak ringan dan 398 rumah rusak berat.

                Kondisi 8 unit Rusun yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR di Pulau Lombok (termasuk 2 unit Rusun di Kabupaten Lombok TImur) dan 6 unit Rusun di Pulau Sumbawa dalam kondisi aman. Rumah khusus yang sedang dibangun pun tidak terdampak gempa bumi, yakni 1 paket Rusus di Pulau Lombok dan 5 paket di Pulau Sumbawa.

                Kepala Humas Kemenkominfo Noor Iza menyatakan pihaknya telah menginstruksikan agar operator telekomunikasi terus berupaya menjaga keandalan komunikasi. Salah satunya dengan mobilisasi genset ke area terdampak gempa bumi untuk mendukung operasional BTS

                Operator juga telah mengantisipasi kebutuhan mobile combat BTS untuk kebutuhan komunikasi di area lokasi pengungsian. Melakukan setting jaringan untuk penigkataan kapasitas layanan suara (voice) untuk mengantisipasi lonjakan traffic voice, meningkatkan kemampuan jangkauan wilayah layanan LTE (penguatan sinyal) untuk mendukung posko penanganan, serta melakukan pengujian lapangan terhadap peningkatan kemampuan jaringan di atas dan jaringan lokasi terdampak. Selain itu, operasional bandara juga dilaporkan berlangsung normal tanpa hambatan. (ili/kus/JPG/r8)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost