Lombok Post
Kriminal

Empat Debt Collector Diciduk Polisi

AMANKAN: Anggota Polres Bima mengamankan Dul yang diduga melakukan pemerasan bermodus debt collector, di Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, kemarin.

MATARAM-Perampasan mobil di Jalan Lintas Dorobelo, Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupten Bima, berbuntut panjang. Polisi menahan empat orang, yakni Dul, Najamn, Syahrun, dan Dedi yang mengaku sebagai debt collector.

Kasatreskrim Polres Bima AKP Dhafid Shiddiq mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (18/7) lalu. Pelaku mengambil paksa mobil pikap milik Ashar. ”Korban dicegat empat pelaku saat melintas di jalan Dorobelo,” kata Dhafid, kemarin (31/7).

Dhafid menjelaskan, empat pelaku yang membawa mobil Xenia langsung mencegat mobil korban. Setelah korban berhenti, salah satu pelaku, yakni Dul, mendatangi Ashar di kursi kemudi dan mendorongnya ke sisi kiri.

Kepada korban, pelaku mengaku sebagai debt collector. Mereka hendak menarik mobil dengan dalih korban telah menunggak pembayaran cicilan mobil selama empat bulan. Dhafid mengatakan, korban sempat disodori surat tanda tarik kendaraan untuk ditandatangani.

”Tapi, korban tidak mau tanda tangan, tiba-tiba pelaku Dul langsung membawa pergi mobil korban,” ujar dia.

Peristiwa itu dilaporkan langsung oleh korban ke anggota Polres Bima. Tak lama, petugas mendatangi TKP dan mendapati Najamudin, Syahrun, dan Dedi masih berada di lokasi kejadian.

”Yang tiga orang itu langsung kita amankan di lokasi. Sementara Dul, sudah kabur,” terang Dhafid.

Setelah sempat buron, polisi berhasil menangkan Dul, kemarin. Dia diamankan di kediaman istrinya di Desa Belo, Kecamatan Palibelo. ”Semuanya sudah kita tangkap. Tiga orang pertama juga sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka,” jelas dia.

Dari penyidikan kepolisian, korban diketahui membeli mobil melalui kredit di PT OTO Multiartha Mataram. Perjanjiannya, mobil dibayar sebanyak 36 kali, dengan cicilan per bulan Rp 3,5 juta. Pembayaran cicilan telah dilakukan korban sebanyak 26 kali dan menunggak dari April 2018.

Ketika peristiwa perampasan terjadi, korban sempat mengkonfirmasi ke perusahaan pemberi kredit. Ternyata, dari pihak perusahaan tidak pernah mengeluarkan surat penarikan mobil.

Selain itu, keempat pelaku juga tidak menunjukkan sertifikat jaminan fidusia dan surat penetapan eksekusi dari pengadilan. Dua hal itu, yang kemudian membuat polisi menyatakan perbuatan mereka tergolong tindak pidana.

”Kita jerat dengan Pasal 368 KUHP tetang Pemerasan. Sudah dilakukan gelar, tiga orang memenuhi unsur, jadi tersangka,” katanya.

”Untuk Dul, masih dilakukan pemeriksaan. Kalau terpenuhi unsur, kita tetapkan juga sebagai tersangka,” pungkas Dhafid.(dit/r2)

Berita Lainnya

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost

Absen Kerja, Sukatra Ditemukan Tak Bernyawa

Redaksi LombokPost

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost