Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

KUD dan Puskud Harus Bermitra dengan Bulog

TANDA TANGAN: KUD bersama perwakilan Bulog menandatangani MoU kemitraan untuk penyerapan gabah atau beras di petani, dalam kegiatan temu konsultasi peningkatan produktivitas koperasi di bidang pangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), di Hotel Lombok Plaza, kemarin (31/7).

MATARAM– Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mendorong Koperasi Unit Desa (KUD) kembali membangun kemitraan dengan Perum Bulog. Khususnya dalam pengadaan gabah atau beras dari tingkat petani, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengadaan stok beras nasional.

Asisten Deputi Pertanian dan Perkebunan Kemenkop UKM Victoria Boru Simanungkalit menuturkan, kegiatan temu konsultasi peningkatan produktivitas koperasi di bidang pangan tersebut untuk meningkatkan peran koperasi. Yakni dalam hal pengadaan gabah atau beras selaku Mitra Kerja Pengadaan Dalam Negeri (MKP DN) Perum Bulog.

“Ini akan membuat pendistribusian beras menjadi lebih mudah,” ujarnya dalam kegiatan temu konsultasi peningkatan produktivitas koperasi di bidang pangan di Hotel Lombok Plaza, kemarin (31/7).

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan strategi dan motivasi bagi peningkatan daya saing koperasi dalam meningkatan produktivitas. Selain itu juga memberikan akses terhadap sumber-sumber permodalan/pinjaman untuk sektor ril, dan gerakan koperasi yang sudah berpengalaman dalam kemitraan dengan stakeholders selama ini.

“Berbagi pengalaman dengan koperasi lainnya atau bahkan dapat membangun jaringan usaha antarkoperasi,” tuturnya.

Menurutnya, koperasi harus diberdayakan kembali. Hal tersebut dilakukan agar bisa mengembalikan lagi kepada fungsinya. Victoria menegaskan, masih banyak koperasi yang menyerap gabah petani, belum menjalin kerja sama dengan Bulog. Selama ini gabah atau beras yang dibeli dari petani, langsung dijual kembali oleh koperasi kepada pedagang.

“Melalui penandatangan MOU tersebut, diharapkan KUD segera mempersiapkan diri untuk menjadi pemasok beras ke Bulog,” sambungnya.

Ia melanjutkan, rata-rata koperasi tersebut bisa menyetorkan beras ke Bulog ratusan ton per tahun. Itu jumlah yang potensial untuk meningkatkan stok beras nasional. Di samping itu, Bulog akan melakukan pembinaan agar beras yang disetorkan ke Bulog dapat memenuhi standar yang ditetapkan.

“Jumlah koperasi tidak menjadi masalah, yang penting membantu di bidang pangan,” katanya.

Selain MoU dengan Bulog, koperasi koperasi juga diharapkan mampu memperluas jaringan, khususnya jaringan pemasaran. Sehingga koperasi bisa menguasai perekonomian di daerah sendiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Lalu Saswadi mengatakan, pihaknya mendorong agar KUD dan Puskud di NTB hidup kembali. Temu konsultasi yang dilakukan diharapkan bisa meningkatkan produktivitas koperasi untuk naik kelas.

“Kami sangat terpancing untuk melirik KUD,” akunya.

Saswadi mengatakan, KUD dan Puskud sudah memiliki sarana dan prasarana. KUD dan Puskud dinilai sangat tepat untuk dikembangkan menjadi koperasi tani. Terlebih lagi sebagian besar penduduk NTB merupakan petani.

“Selain itu UKM diharapkan bergabung dalam koperasi untuk saling menguatkan,” tandasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost