Lombok Post
Selong

Solidaritas Mahasiswa Untuk Korban Gempa, Sehari Bisa Dapat Rp 4 Juta

Galang Dana : Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Lombok Timur sedang menggalang dana untuk korban gempa di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, kemarin (1/8).

SELONG – Sejak Minggu (29/7) lalu, beberapa organisasi kemahasiswaan di Lombok Timur sudah bergerak menggalang dana bagi korban gempa. Aksi solidaritas tersebut dilakukan di perempatan jalan.

Sampai masa tanggap darurat di hari ke tiga, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Lombok Timur sampai Rabu (1/8) kemarin masih mengajak para pengendara yang lewat untuk menyalurkan bantuannya.

Ketua FMN Cabang Lotim Miftahussurur mengatakan selain organisasinya, ada juga PMII, Oasistala, HMI, Stand Up Comedy dan masih banyak lagi organisasi dan komunitas kemahasiswaan yang sudah turun jalan menggalang bantuan.

“Kita sudah turun sejak hari pertama. Hasil penggalangan sudah kita salurkan sebanyak dua kali,” kata Miftah.

Menurutnya, sebuah keharusan bagi mahasiswa untuk ikut berpartisipasi membantu warga korban bencana. Karena sesungguhnya salah satu tugas dari mahasiswa berdasarkan tri darma perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat.

Miftah juga menerangkan bahwa aksi penggalangan dana ini dianggap penting melihat warga Sembalun yang mengalami persoalan monopoli tanah oleh pemodal. “Sebenarnya itu sudah bencana. Sekarang ditambah gempa. Jadi dobel,” tutur Miftah.

Karena itu, Miftah menerangkan penggalangan dana untuk korban gempa yang dilakukan oleh organisasi yang dipimpinnya tak hanya merupakan aksi solidaritas saja. Akan tetapi hal itu juga diniatkan untuk membantu kaum tani dalam melawan monopoli tanah. “Hal yang selama ini sudah kita lakukan bersama teman-teman AGRA,” terangnya.

Koordinator penggalangan dana FMN Cabang Lombok Timur Zikri mengatakan timnya mulai bergerak dari pukul 09.00 pagi sampai 17.00 sore. Selanjutnya bantuan berupa uang tersebut akan disalurkan dalam bentuk barang.

“Rencana kita mau beli ikan. Kabarnya para pengungsi sudah bosan makan mie instan,” kata Zikri.

Zikri mengatakan dalam sehari, tim penggalangan dananya bisa mendapatkan Rp 4-5 juta. “Kita juga menerima bantuan berupa pakaian, dan barang kebutuhan yang mau disumbangkan lainnya,” tambahnya. (tih/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost