Lombok Post
Headline Metropolis

Rp 10 Juta Dulu Satu Rumah Untuk Uang Muka Perbaikan dari Pusat

MATARAM-Pemprov menggelontorkan dana Rp 2 miliar selama masa tanggap darurat. Dana tersebut bersumber dari dana tidak terduga APBD NTB. Digunakan untuk membiayai seluruh kebutuhan selama tanggap darurat hingga 11 Agustus mendatang. Sementara untuk rumah rusak, warga akan diberikan uang muka Rp 10 juta dari Rp 50 juta yang disiapkan pemerintah.

”Dana tak terduga yang Rp 2 miliar itu harus habis,” kata Sekda NTB H Rosiady Sayuti usai memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di ruang kerjanya, kemarin (3/8).

                Penggunaan dana disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Mulai dari pengadaan logistik hingga perbaikan infrastruktur. Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah air bersih. Sebab, pipa air bersih rusak sehingga warga kesulitan mendapatkan air.

                Data Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB menunjukkan, jumlah keluarga terdampak mencapai 10.982 KK dengan 47.361 jiwa. Infrastruktur terdampak 55 rumah ibadah, 45 sarana pendidikan, dan 5 sarana kesehatan. Sementara jumlah rumah yang rusak mencapai 5.518 unit rumah, baik rusak ringan, sedang hingga rusak berat. Tersebar di Lombok Barat 4 rumah, Lombok Utara 370 rumah, Lombok Timur 5.143 rumah, dan di Sumbawa 1 unit rumah rusak sedang.

                Nilai sementara kerugian akibat gempa mencapai Rp 342,2 miliar. Terdiri dari kerusakan bidang permukiman, infrastruktur, sektor ekonomi produktif, sektor sosial dan lintas sektor di semua daerah terdampak. Kerugian di Lombok Timur saja mencapai Rp 246,5 miliar. Di Kabupaten Lombok Utara Rp 95,5 miliar. Kemudian di Kabupaten Lombok Barat dan Sumbawa Barat nilai kerugian Rp 186,5 juta.

                Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum menyebutukan, proses verifikasi rumah rusak terus dilakukan. Hingga hari keemapat sebanyak 2.133 rumah terverifikasi. Ditargetkan, proses verifikasi selesai 7 Agustus. BNPB sendiri sudah mentransfer bantuan ke rekening khusus Rp 34,5 miliar. Masyarakat akan ditransferkan uang muka terlebih dahulu Rp 10 juta. Jumlah warga yang sudah membuat rekening 1.534 rekening.

                ”Kami harap aparat desa lebih pro-aktif membantu petugas lakukan verifikasi,” ujarnya.

                Secara khusus, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi meminta seluruh jajarannya memastikan penanganan dilakukan secara tepat dan mengenai sasaran. Termasuk upaya medis dan trauma healing bagi para korban. TGB menekankan, Di samping kebutuhan logistik, pemulihan psikologis korban terus digenjot.

Ia juga meminta agar rehabiltasi rumah serta fasilitas umum segera dilakukan. Seperti sarana ibadah dan sarana pendidikan yang rusak akibat gempa.

”Sinergi dari berbagai pihak penting bagi pemulihan korban, baik dari aspek fisik maupun psikologis,” katanya.

                Sementara di lapangan, warga sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, berbagai macam penyakit juga mengancam seperti Ispa dan diare. Hal itu disebabkan kurangnya air bersih dan sanitasi yang kurang bagus selama di pengungsian.

                Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan NTB Marjito menyebutkan, timnya sudah dikerahkan untuk membantu korban bencana. Kebutuhan obat-obatan sudah dikirim ke lokasi bencana. Bila ada permintaan, pihaknya siap mengirimkan obat tambahan.

”Tapi sejauh ini masih cukup,” katanya.

                Marjito menyebut, penyakit ISPA dan diare belum ada kasus. Tapi bila cukup lama tinggal di pengungsian dengan air terbatas dan sanitasi buruk, penyakit ISPA dan diare menjadi ancaman.

”Tapi sekarang belum muncul,” katanya.

                Diare dan ISPA merupakan jenis penyakit yang biasa dialami para pengungsi bila sanitasi tidak bagus. Untuk itu, Dinas Kesehatan meminta kepada semua pihak terkait memenuhi kebutuhan air bersih dan memperbaiki sanitasinya. Dengan begitu diare dan ISPA bisa dicegah.

Hingga kemarin, jumlah warga yang sudah ditangani tim medis mencapai 1.600 orang. Baik korban luka-luka, meninggal dunia, dan sakit panas demam, pusing dan hingga sekedar kontrol kesehatan.

Data Dinas Kesehatan tersebut berbeda dengan data BPBD di mana kata Muhammad Rum, jumlah kunjungan pasien sebanyak 1.106 pasien. Terbanyak warga luka-luka 442 orang, tensi tinggi 146 orang, sementara sisanya terkena penyakit maag, sakit sendi, ISPA, badan panas dan diare.

Diare timbul pada hari kedua sebanyak 7 orang, hari keempat 9 orang, dan hari kelima 12 orang. Untuk penanganannya, di setiap posko tersedia tenaga medis 1 orang dokter, 2 perawat dan 3 bidan.

Masih Terjadi Gempa

Hingga kemarin, Pulau Lombok masih diguncang gempa susulan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat  ada 524 gempa susulan. Pada Jumat dini hari pukul 03.07 Wita, wilayah Lombok kembali diguncang gempa bumi tektonik 4,9 SR.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto menerangkan, hasil analisa BMKG menunjukkan, episenter terletak pada jarak 27 km arah Timur Laut Lombok Timur pada kedalaman 10 km.

Secara teknis kata dia, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dibangkitkan deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Selain di Lombok Timur, gempa juga dirasakan hingga Karangasem, Bali. Pihaknya belum menerima laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Agus menambahkan, gempa susulan disebabkan akumulasi energi yang terjadi di patahan. Energi yang dilepaskan itulah yang menjadi gempa bumi. Menurutnya, bisa saja energi langsung dikeluarkan semua saat gempa utama terjadi dan menyisakan sedikit energi untuk mencapai keseimbangan. Tapi gempa Lombok diikuti gempa susulan sampai ratusan kali dikatakannya untuk mencapai keseimbangan kembali. (ili/r8)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost