Lombok Post
Giri Menang

Warga Gerebegan Butuh Air Bersih

CARI AIR BESRIH: Inaq Pisah, bersama suaminya Muhasim, warga Dusun Gerebegan, Desa Jembatan Gantung, Lembar menyusuri pegunungan saat mencari air bersih kemarin (3/8).

GIRI MENANG-Meski terletak tak jauh dari pusat pemerintahan, kondisi warga Dusun Gerebegan, Desa Jembatan Gantung, Lembar sangat memprihatinkan. Berada di dataran tinggi tak jauh dari lokasi wisata Batu Idung, warga di dusun ini hidup dengan beragam keterbatasan. Mulai dari jalan bebatuan yang rusak parah, terbatasnya ketersediaan listrik, hingga tidak tersedianya air bersih adalah sebagian persoalan yang harus mereka hadapi.

“Untuk mengambil air minum, kami harus berjalan menyusuri gunung beberapa kilometer ke salah satu sumber mata air,” tutur Inaq Pisah, salah seorang warga setempat.

Mata air tersebut merupakan satu-satunya sumber air yang dimiliki warga. Karenanya, warga harus rela mengantre menunggu giliran untuk bisa mendapatkan air bersih tersebut. Jika tidak ingin menunggu lama, maka harus siap datang di waktu sepi, saat subuh atau siang hari.

Lombok Post yang mendatangi langsung kediaman Inaq Pisah bersama suaminya Muhasim di Dusun Gerebegan diajak untuk melihat kondisi mata air tersebut. Lokasinya cukup jauh dan berkelok melewati jalan di sisi pegunungan.

Inaq Pisah, setiap hari harus memanggul air menyusuri pegunungan untuk di bawa ke gubuk yang ditempatinya. Ia hanya hidup berdua dengan suaminya. Karena anaknya sedang menimba ilmu di wilayah Gerung. Setiap harinya, mereka menggantungkan hidup hanya dengan mencari kayu bakar.

“Kadang-kadang jadi buruh tani saat panen jagung di Sumbawa. Ini saja saya baru pulang beberapa hari lalu,” tutur Muhasim.

Pria yang mengaku sudah memiliki cucu ini, merasa kesulitan mendapatkan lapangan kerja di daerah sendiri. “Jangankan mencari pekerjaan, mencari air bersih saja cukup sulit,” ucapnya.

Kepala Dusun Gerebegan, Fadli mengaku, memang kendala yang dihadapi sebagian warganya saat ini adalah persoalan ketersediaan air bersih. Di samping masalah akses infrastruktur jalan dan listrik. Ia menuturkan ada sekitar 30 kepala keluarga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih, listrik hingga jalan.

“Karena mereka tinggal di dataran tinggi,” ungkapnya.

Warga yang tinggal di atas pegunungan di Dusun Gerebegan ini terpaksa harus turun mengambil air bersih yang jarangnya beberapa kilometer dari kampungnya. Itu adalah satu-satunya cara mereka memenuhi kebutuhan air bersih.

“Kami sudah sampaikan sejak beberapa tahun lalu keluhan warga ini. Cuma sampai saat ini masih belum ada respon,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Desa Jembatan Gantung Sahwan membenarkan kondisi warga di Dusun Gerebegan yang kesulitan air bersih. Mereka juga hidup di tengah rusaknya akses infrastruktur jalan hingga minimnya sarana kebutuhan dasar seperti listrik.

“Beberapa kami sudah bangunkan sumur bor dan perbaiki jalannya. Cuma memang tidak bisa semuanya karena anggaran terbatas,” ucapnya.

Jika semua anggaran dana desa diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar di Dusun Gerebegan, Sahwan mengaku dusun lain tidak akan tersentuh pembangunan.

“Bisa-bisa habis anggaran Rp 1 miliar untuk satu dusun,” akunya.

Sehingga, pemerintah desa berharap mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten hingga pemerintah provinsi. Karena bagaimanapun juga, warga Dusun Gerebegan dikatakan Sahwan sebagai warga Lombok Barat dan juga Provinsi NTB. (ton/r3)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost