Lombok Post
Metropolis

Dikbud Masih Data Sekolah Rusak

AMBRUK: Sejumlah guru sedang melihat kondisi plafon laboratorium IPA SMAN 2 Bayan kemarin (2/8) yang ambruk akibat gempa bumi, Minggu (29/7) lalu.

MATARAM-Gempa bumi yang melanda Lombok beberapa minggu terakhir ini memaksa siswa libur. Ini karena sekolah pada daerah yang terdampak mengalami kerusakan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Sukran menyebut, jika pihaknya saat ini masih terus mendata sejumlah sekolah rusak akibat gempa. Terkait dengan penanganan, saat ini pihaknya telah meminta kepala sekolah untuk mendata ruangan yang bisa digunakan.

“Nanti bisa diatur apakah satu shift atau dobel shift atau kalau memungkinkan bisa juga sekolah lain numpang belajar disitu,” katanya kepada Lombok Post, kemarin (10/8).

Daerah yang paling terdampak dari awal terjadinya gempa hingga saat ini adalah terdapat di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Karena hampir seluruh sekolah mengalami rusak berat. Agar proses belajar mengajar terus berlanjut, untuk penanganannya sendiri misalnya di Kabupaten Lombok Timur, Sukran menyebut pihaknya telah mendirikan enam buah tenda kelas berukuran 6×12 meter yang berasal dari berbagai LPMP di Indonesia.

Sedangkan untuk Kabupaten Lombok Utara pihaknya saat ini belum bisa mendirikan tenda. Karena masih terus mendata sejumlah lokasi yang layak untuk didirikan tenda termasuk di dalamnya mendata kriteria-kriteria sekolah apakah dalam kondisi rusak berat, sedang atau ringan.

“Sementara didata, kami pasti dirikan tenda tetapi sebelum berdiri tenda itu kami pastikan untuk dibersihkan dulu,” jelas Sukran.

Akibat gempa yang terus melanda Lombok, dirinya memperkirakan belum normalnya sistem belajar mengajar memakan waktu hingga tiga bulan ke depan. Sehingga jangka pendek untuk menangani persoalan pendidikan anak yang terdampak gempa adalah dengan mendirikan tenda untuk belajar. Ini dilakukan sambil memetakan seluruh jumlah siswa yang terdampak. Termasuk mendata kemungkinan ruangan-ruangan yang sedang bisa digunakan sementara sehingga bisa diketahui jumlah tenda yang akan digunakan untuk belajar.

“Saya harap minggu ini sudah harus selesai pendataannya,” pungkas Sukran. (cr-yun/r7)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost