Lombok Post
Tanjung

Kisah Bayi Riad Bumi Isnan yang Lahir Usai Diguncang Gempa

BERSYUKUR: Redi Isnan mencium anaknya Riad Bumi Isnan yang lahir di tenda bersalin darurat RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, beberapa saat setelah gempa 6,2 SR, Kamis (9/8). Namanya dibuat sesuai nama orang tua dan waktu kelahirannya yang bertepatan dengan gempa bumi.

Gempa bumi 7,0 SR masih menyisakan luka bagi seluruh masyarakat Lombok Utara. Mereka bahkan masih trauma untuk kembali tinggal di rumah masing-masing. Tak lama, gempa bumi 6,2 SR pun kembali mengguncang Gumi Tioq Tata Tunaq. Masyarakat kembali dilanda ketakutan. Namun dibalik musibah tersebut seorang bayi laki-laki lahir di tengah riuh orang yang berlindung dari gempa bumi tersebut.

Ferial Ayu, Lombok Utara

=====================

Jumat (10/8)  pagi yang berkah. Terlihat seorang perempuan memandangi wajah anaknya yang menggeliat kecil. Senyum haru mengembang dari wajahnya yang sendu. Mengisyaratkan betapa bahagianya ia dengan hadiah Tuhan dalam pangkuannya itu. Ida namanya, 28 tahun, warga Dusun Lekok Desa Gondang Kecamatan Gangga. Ia melahirkan Riad Bumi Isnan dengan selamat tanpa operasi pascagempa susuan 6,2 SR.

Tangannya perlahan menyentuh jari jemari Riad. Sementara Redi , 28 tahun, sang suami ikut tersenyum memandang putra mereka yang lahir sehat dan selamat. Masih terbayang di benaknya bagaimana gedung RSUD Tanjung yang bergetar akibat gempa. Letaknya sangat dekat dengan lokasi istrinya yang akan segera melahirkan.

Ditemui koran ini, Ida mulai berkisah. Istrinya sudah mulai mengalami kontraksi sejak pukul 03.00 Wita Kamis (9/8) dini hari. Kontraksinya sedikit banyak mirip dengan kram karena menstruasi. Bedanya, kontraksi ini akan terasa beberapa kali lebih berat daripada kram perut menstruasi. Rasa sakitnya menandakan sang anak akan segera lahir. Dia pun segera dilarikan ke RSUD Tanjung.

Hingga siang hari, Ida masih dalam kondisi bukaan tiga. Belum ada tanda-tandanya sang anak lahir. Tepat pukul 13.25 Wita, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Bumi berguncang perlahan yang kemudian dilanjutkan dengan guncangan yang sangat hebat.

Drrreeettt, suara bangunan bangunan yang terus berguncang hebat. Suaranya terdengar sangat keras dan membuat ia dan sang suami kaget bukan kepalang. Tenda perawatannya ikut berguncang hebat. Beruntung tak ada tempat tidur lain disisinya sehingga tidak ada benturan.

Ia bisa mendengar suara semua orang di lapangan Tanjung histeris. Ada yang berzikir, dan berdoa memohon ampunan pada Tuhan. Ida pun melakukan hal serupa bersama sang suami. Saat itu hanya mereka berdua di dalam tenda itu. Sang perawat tengah mengambil keperluan medis untuk membantunya bersalin. Entah ke mana.

Ida hanya bisa sambil memegang tangan sang suami. Ia sudah berserah diri dengan getaran kuat dari bangunan. Tak ada daya dan upaya lagi untuk melarikan diri dari kemungkinan gedung yang bisa roboh sewaktu-waktu. Ia hanya bisa komat-kamit membaca segala doa perlindungan.

“Saya cuma bisa berdoa saja waktu itu,” kenangnya.

Guncangannya pun berhenti. Hati ida dan suami mulai lega. Sang perawat pun muncul melihat kondisi mereka berdua. Ida pun kembali merasakan rasa sakit yang hebat. Ia tak lagi bukaan tiga, namun sudah pada bukaan yang siap melahirkan seorang manusia.

Setelah berjuang cukup lama, ia pun akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki dengan normal. Pancaran haru terlihat dari kedua matanya saat memandangi anaknya lahir. Sehat dengan berat 3,8 kilogram. Setelah dibacakan azan di telinga si bayi, Ida dan suami pun sepakat tentang sebuah nama. Dialah Riad Bumi Isnan.

Riad merupakan gabungan nama Ida dan sang suami Redi. Isnan merupakan nama akhir sang suami dan Bumi, melambangkan ketegarannya dan sang suami bertahan saat gempa bumi terjadi. (*/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost