Lombok Post
Headline Tanjung

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang, Korban Bertambah Akibat Gempa Susulan

DIPERPANJANG: Suasana pengungsian di posko utama Tanjung, kemarin (10/8). Masa tanggap darurat rencananya akan diperpanjang hingga 14 hari ke depan.

TANJUNG-Sesuai dengan instruksi Gubernur NTB masa tanggap darurat bencana berakhir hari ini. Namun melihat kondisi alam saat ini, masa tanggap darurat bencana akan dilanjutkan hingga 14 hari ke depan.

“Kalau melihat kondisi alam saat ini maka kemungkinan dilanjutkan,” ujar Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) tanggap darurat bencana Kol Czi Ahmad Rizal Ramadhani, usai rapat koordinasi kemarin (10/8).

Ia menuturkan, pihaknya menggelar rapat dengan BPBD, LSM, NGO, maupun stakeholder terkait untuk membahas berbagai macam permasalahan dan informasi selama masa tanggap darurat. Hal tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung pelaksanaan penanggulangan bencana yang ada di Lombok dan sekitarnya.

“Ada juga beberapa masukan dari teman-teman antara lain seperti air, tenda dan masalah trauma healing di masyarakat- masyarakat,” jelasnya.

Masalah pendistribusian logistik juga menjadi salah satu pembahasan. Terutama di wilayah-wilayah terpencil. Daerah-daerah tersebut menjadi prioritas penyaluran logistik. Seperti di Bayan, Kayangan, dan Gangga.

“Itulah yang terjauh,” sambungnya.

Ia melanjutkan, semua informasi terkait kebutuhan logistik daerah terpencil sudah diterima. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan mengorganisasi anggota yang ada untuk mendukung semua kebutuhan sesuai dengan apa yang disampaikan informan.

“Dengan adanya gempa susulan makanya waktu akhir tanggap daruratnya akan kita undur dulu,” akunya.

Untuk bantuan logistik, Rizal mengatakan, jika berdasarkan posko-posko yang dibentuk oleh BNPB maupun TNI dan Polri juga sangat terbantu oleh teman-teman dari LSM dan pengusaha. Terutama yang membangun posko-posko bantuan di wilayah-wilayah sekitar daerah yang belum tercover satgas logistik.

“Dan untuk penambahan personel dalam waktu dekat kita akan segera mendatangkan satu resimen mines dari men sikon, terus datang lagi tiga batalyon dari Jakarta,” pungkasnya.

Kemudian alat-alat berat juga akan datang lagi, berupa ekskavator, beko  loader dan truk untuk membantu mengevakuasi reruntuhan yang ada di sekitar wilayah terdampak.

Ia mengungkapkan, saat ini banyak pengungsi yang belum terdata dengan maksimal. Hal tersebut dikarenakan pengungsi tidak terlokalisasi di satu tempat. Mereka lebih senang tinggal di depan rumah masing-masing.

“Pendataan kami sedang berjalan baik dari Babinsa, bhabinkamtibmas, maupun dari kepala desa. Saat ini sedang proses, dan insya Allah 1-2 hari lagi datanya akan segera di proses,” tandasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost