Lombok Post
Headline NASIONAL

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Jak Ma perwakilan dari Huang Zho saat perkenalan Asian Games 2022 pada penutupan Asian Games 2018 saat di Gelora Bung Karno Jakarta, kemarin, Minggu (2/8/2018).FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos

JAKARTA-Meski diguyur hujan lebat, pesta penutupan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno ( GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (2/9), tetap berlangsung semarak.

Ribuan masyarat tampak antusias menyaksikan acara yang bersejarah tersebut, baik di dalam GBK maupun diluar stadion. Mereka rela berhujan-hujanan menyaksikan nonton bareng ( Nobar) penutupan Asian Games 2018 melalui layar kaca.

Upacara yang dimulai pukul 19.00, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan parade atlet, yakni Afghanistan (AFG), Bahrain (BRN), Banglades (BAN) dan tuan rumah Indonesia (INA).Setelah parade atlet, ada maskot dan volunteer tribute serta video highlight cabor-cabor.

Berbagai momen saat Asian Games 2018 pun ditampilkan di closing ceremony. Salah satunya adalah saat Joko Widodo dan Prabowo Subianto berpelukan di arena pencak silat.

Momen-momen itu ditampilkan lewat video di tengah closing ceremony. Video ditayangkan sambil diiringi lagu dari Isyana Sarasvati yang tampil memukau penonton.

Usai menampilkan momen Jokowi-Prabowo berpelukan, tiba-tiba Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir muncul di layar kaca. Presiden yang tengah berkumpul bersama masyarakat korban gempa di Lombok, menyampaikan sambutannya dalam acara closing ceremony Asian Games 2018. Jokowi menyampaikan terima kasih kepada warga Indonesia karena turut menyukseskan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games.

“Terima kasih kepada warga Indonesia, kita sukses menjadi tuan rumah yang ramah,” ujar Jokowi dalam video sambutannya.

Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para kontingen dari seluruh negara yang juga ikut meramaikan Asian Games. Meski Asian Games sudah selesai, Jokowi mengatakan, energi Asia tetap ada dan membawa kebaikan di seluruh dunia.

“Meski Asian Games 2018 berakhir di sini tapi energi Asia tak akan padam. Selamat dan terima kasih untuk kontingen seluruh negara atas kehangatan dan semangatnya, ini energi Asia sesungguhnya,” katanya.

Jokowi meminta kepada seluruh undangan closing ceremony untuk mendoakan korban gempa bumi di Lombok.”Mari doakan Lombok agar kembali pulih seperti sedia kala,” ujarnya.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menggantikan Presiden Jokowi yang tak bisa hadir, menyampaikan minta maaf apabila penyelenggaraan Asian Games kurang memuaskan.
“Atas nama Inasgoc, saya mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 ini terdapat hal-hal yang kurang memuaskan,” kata JK.

JK juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Asian Games kali ini. Termasuk di antaranya kepada 3 menteri Kabinet Kerja yakni Puan Maharani, Basuki Hadimuljono, dan Imam Nachrowi. Serta kepada Ketua Inasgoc Erick Thohir.

Usai pidato Jusuf Kalla, gilira gubernur DKI Anies Bawesdan tampil. Anies mengembalikan obor Asian Games kepada Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA), Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah dan Wali Kota Hangzhou Xu Liyi.

Anies yang tampak mengenakan setelan beskap berwarna hitam dan peci hitam itu memegang obor Asian Games. Dia kemudian menyerahkan kepada Presiden OCA Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah. Selanjutnya, obor itu diserahkan ke Wali Kota Hangzhou Xu Liyi. Xu Liyi kemudian mengacungkan obor dari Anies itu ke udara.

Tak hanya Anies, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin juga tampil. Dia menyerahkan bendera pertama Asian Games kepada Presiden OCA Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah. Menko PMK Puan Maharani juga menyerahkan bendera OCA kepada Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah untuk dijaga hingga pelaksanaan Asian Games ke-19 di Hangzhou, China.

Dengan penyerahan benda-benda tersebut, maka secara resmi Hangzhou akan menjadi tuan rumah Asian Games ke-19 yang akan digelar tahun 2022. Bendera China lalu dikibarkan dan lagu kebangsaannya dikumandangkan.

Hingga pukul 21.00, acara penutupan Asian Games 2018 masih berlangsung. Puluhan ribu penonton menyaksikan langsung acara di ini GBK meski diguyur hujan. Sejumlah artis yang mengisi panggung antara lain Isyana sarasvati, GiGi, Denada, Siti Badriah, Super Junior, Bunga Citra Lestari, dan ada juga artis-artis mancanegara.

Sementara itu, tuan rumah Indonesia mantap menduduki peringkat empat klasemen perolehan medali Asian Games ke-18 tahun ini.

Medali emas dari cabang sepak takraw menjadi penutup perjuangan kontingen Indonesia dalam perburuan medali di pentas olahraga multiajang se-Asia ini.

Tuan rumah meraih emas terakhir dari nomor quadran putra setelah mengalahkan Jepang dengan skor 2-1 pada pertandingan final di Ranau Hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatra Selatan.

Bonus Peraih Medali

Pemerintah menyerahkan bonus bagi para atlet, pelatih dan asisten pelatih peraih medali Asian Games 2018, Minggu (2/9). Bonus bagi para atlet peraih medali emas, perak dan perunggu Asian Games 2018 itu diberikan tanpa dipotong pajak.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan, pemerintah menggelontorkan dana senilai total Rp 210 miliar untuk bonus bagi para atlet, pelatih dan asisten pelatih Asian Games 2018. Para atlet Indonesia yang tidak mendapat medali di Asian Games 2018 pun diberi bonus.

”Untuk Asian Games ini, kira-kira Rp 210 miliar disediakan. Yang menarik adalah di tahun ini atlet yang tidak dapat medali juga diberikan bonus, besarannya Rp 20-an juta,” kata Imam usai silaturahmi Presiden Jokowi dengan para atlet dan pelatih peraih medali emas Asian Games. Menurut Imam, bonus itu sudah dicairkan untuk diberikan kepada para atlet serta pelatih dan asisten pelatih Asian Games 2018, kemarin.

Atlet peraih medali emas Asian Games dari cabang olahraga Angkat Besi, Eko Yuli Irawan mengaku menerima bonus tanpa dipangkas pajak. Eko pun memperlihatkan buku tabungan bank BRI bertuliskan angka Rp 1,5 miliar yang sudah diserahkan kepada dirinya, kemarin. ”Bonus bersih ya, pajak sudah ditanggung pemerintah,” kata Eko di Istana Negara Jakarta, Minggu (2/9).

Sementara, Presiden Jokowi mengatakan, prestasi tim Indonesia pada Asian Games 2018 kali ini mengejutkan banyak pihak. Sebab, perolehan medali emas kontingen Indonesia melonjak, dari hanya 4 emas di Asian Games sebelumnya, menjadi 31 medali emas di tahun ini. ”Ini adalah sebuah lompatan, lompatan besar yang bisa kita jadikan pondasi untuk prestasi-prestasi selanjutnya,” kata Jokowi sebagaimana dilansir laman Sekretariat Kabinet. (bam/aen/r5)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost