Lombok Post
Headline Opini

Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Pascagempa Lombok

HANCUR: Marsan, warga Dusun Ranjok Utara, Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat meratapi puing-puing rumahnya yang hancur akibat gempa 7.0 SR, Minggu (5/8) malam.

Oleh : Adnan Wimbyarto, ASN KPPN Mataram

Bumi Seribu Masjid tiba-tiba terhentak dengan Gempa Bumi yang datangnya berturut turut, dimulai pada tanggal 29 Juli 2018 dengan kekuatan M 6,4 dengan kedalaman 10 km pukul 06.47 WITA, kemudian disusul hari Minggu tanggal 5 Agustus 2018, pukul 19:45:35 WITA. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,37° LS  dan 116,48° BT, dengan magnitudo  7,0  pada kedalaman 15 km.

 

Gempa bumi ini menimbulkan kerusakan berat di Pulau Lombok, terutama Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Gempa susulan terjadi lagi pada Kamis 9 Agustus 2018 dengan magnitudo 6,2 pukul 13.16.29 WITA selanjutnya hari Minggu, 19 Agustus 2018 Pulau Lombok kembali diguncang gempa bumi yang signifikan, pukul 22.56.27 WITA, Kekuatan : M=6.9, Lokasi : 8.44 LS dan 116.68 BT, Kedalaman : 18 Km.

Kejadian luar biasa ini mempunyai dampak terhadap rusaknya infrastruktur, berbagai macam fasilitas umum maupun sosial, perekonomian pun ikut terdampak dengan sepinya transaksi di pasar maupun tempat-tempat sentra perekonomian. Gedung sekolah, gedung pemerintahan, rumah-rumah penduduk mengalami kerusakan, hasil pembangunan yang selama ini dilakukan hampir dapat dikatakan luluh lantak akibat gempabumi.

Dana APBN maunpun APBD yang sudah disalurkan/dicairkan outputnya banyak yang tidak tersisa. Dana yang dipergunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi kerugian gempa di Lombok diperkirakan akan menghabiskan 7,7 Triliun.

Namun demikian, pelayanan penyaluran DAKFisik dan Dana Desa tetap berjalan dengan normal, sampai dengan bulan Agustus realisasi penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa dari Pagu Rp1.221.841.065.000,- sudah terealisasi sebesar   Rp745.663.080.380,- dengan kata lain telah mencapai 61,03%. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

 

  • Provinsi NTB, DAK Fisik dengan pagu Rp683.499.000.000 telah terealisasi   Rp186.667.019.150 atau sebesar 53,08%
  • Kabupaten Lombok Barat, DAK Fisik pagu Rp299.480.000.000 realisasisi Rp93.668.098.650 atau sebesar 64,91%

Sedangkan untuk Dana Desanya  untuk 119 Desa dengan pagu Rp128.321.278.000 telah tersalurkan pada  Tahap I (20% ) dan Tahap II (40%) sebesar Rp76.992.766.800

  • Kabupaten Lombok Tengah, DAK Fisik pagu Rp188.218.000.000 realisasi Rp108.039.470.550 atau sebesar 66,61%

Sedangkan untuk Dana Desanya  untuk 127 Desa pagu Rp155.444.598.000   telah tersaIurkan pada Tahap I (20% ) dan Tahap II (40%) sebesar Rp93.266.758.800

    

  • Kabupaten Lombok Utara, DAK Fisik pagu  Rp634.419.000.000 realisasi  Rp84.290.642.160 atau sebesar 67,63%

Sedangkan untuk Dana Desanya  untuk 33 Desa pagu Rp49.433.654.000   telah tersaIurkan pada Tahap I (20% ) dan Tahap II (40%) sebesar Rp29.263.880.400

  • Kota Mataram, DAK Fisik pagu Rp835.919.000.000 realisasi  Rp73.474.443.870 atau sebesar 69,42%

 

Dari uraian diatas, masih ada beberapa dana DAK Fisik maupun Dana Desa yang masih belum tersalurkan ke Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Sedangkan persyaratan yang harus dipenuhi untuk penyaluran Tahap III adalah Laporan realisasi penyerapan dana paling sedikit 90% dari DAK yang telah diterima di RKUD dan Laporan capaian output kegiatan DAK Fisik per jenis per bidang sampai dengan  tahap II yang menunjukan paling sedikit 70%; serta Laporan yang memuat nilai rencana  kebutuhan dana untuk penyelesaian  kegiatan dengan capaian output 100%  per jenis per bidang. Sedangkan untuk Dana Desa di persyaratkan adalah Laporan Penyaluran Realisasi Dana Desa sampai dengan Tahap II dan laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output Dana Desa sampai dengan Tahap II.

Melihat kejadian di Lombok dimana adanya gempabumi yang mengakibatkan banyak infratruktur rusak dari rusak ringan sampai dengan rusak berat, tidak tertutup kemungkinan bahwa hasil dari penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa yang sudah direalisasikan maupun dalam perencanaan sudah tidak bisa kita lihat lagi untuk memenuhi persyaratan yang diwajibkan.

Untuk itu senyampang masih ada waktu dari output yang dihasilkan dari penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa, alangkah baiknya untuk segera di laporkan apabila sudah memenuhi syarat salur guna membangun Lombok kembali pascagempa bumi. Dan Pemerintah Pusat untuk dapat segera memberikan payung hukum kepada Pemda yang mengalami force major, apabila memungkinkan persyaratan di minimalisir atau bahkan dihilangkan sehingga rehabilitasi dan rekonstruksi segera dapat dilaksanakan.

Kita harapkan Lombok segera bangkit, bangun dari keterpurukan akibat gempa bumi yang melanda daerah ini beberapa waktu yang lalu, segera songsong masa depan penuh harap dan optimisme membangun Lombok kembali seperti semula bahkan bisa lebih baik lagi. Optimisme dan pengabdian penuh dedikasi akan menghasilkan output yang terbaik untuk Negeri, jangan lelah untuk berbakti pada Negara tercinta Indonesia.

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost