Lombok Post
Headline Kriminal

Penyidik Tinggal Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Musik

Kombes Pol Syamsudin Baharuddin

MATARAM-Penyidikan dugaan korupsi pengadaan alat musik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB kian terang. Penyidik telah mengantongi dugaan kerugian negara, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, kerugian keuangan negara dalam kasus ini telah diperoleh penyidik. Meski demikian, dia mengaku belum melihat dengan rinci laporan hasil pemeriksaan dari BPKP.

”Sudah ada hasilnya,” kata Syamsudin, kemarin (5/9).

Disinggung mengenai jumlah kerugian, Syamsudin tidak dapat membeberkannya. Pastinya, pihaknya meyakini adanya kerugian negara dan diperkuat berdasarkan perhitungan audit dari BPKP.

”Saya kira tidak meleset ada kerugian negara. Tapi, kita tetap mengacu pada perhitungan BPKP,” ujarnya.

Teknis perhitungan audit dari BPKP dengan memeriksa dokumen dan melengkapinya dari keterangan saksi. Auditor menghitung berdasarkan bukti-bukti yang telah disita penyidik kepolisian.

Sejauh penanganan kasus ini, penyidik Subdit III Ditreskrimsus telah menyita sejumlah dokumen. Salah satunya, dokumen proyek pengadaan, dari proses tender hingga kontrak senilai Rp 4,5 miliar tahun 2016-2017.

Proyek pengadaan alat musik sesuai spesifikasi, penyiapan gudang untuk penyimpanan, pemeriksaan barang, hingga pendistribusian ke sekolah, dilakukan berdasarkan penunjukan sesuai SK Kepala Dinas Dikbud NTB.

Syamsudin mengatakan, diterimanya hasil audit perhitungan kerugian negara, tentu menunjukkan progress penanganan kasus. Penyidik tinggal mengekspos hasil penyidikan dan menentukan tersangka.

”Nanti kita gelar dulu. Cukup bukti, langsung kita tetapkan tersangka,” tandas dia.

Sebelumnya, selama proses penyelidikan, polisi telah mengklarifikasi sejumlah kepala sekolah. Salah satunya, Kepala SMKN 9 Mataram (kini SMAN 9) Ridwan. ”Ya, saya sudah di klarifikasi kepolisian terkait pengadaan peralatan sekolah,” kata Ridwan.

Pemeriksaan terhadap Ridwan terkait bantuan alat marching band. Ridwan mengaku, jumlah alat yang diberikan ke sekolah sudah sesuai. ”Kami diberikan 17 item alat marching band dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” terang dia.

Meski lengkap, bantuan itu bermasalah ketika proses serah terima. Saat menandatangani berita acara pemberian peralatan tersebut terlambat. ”Saya tandatangani tanggal 6 November, tapi barangnya datang 16 November,” bebernya.

Menurut dia, masalah keterlambatan itu wajar saja. Karena, Dikbud menyalurkan barang tersebut ke seluruh sekolah di NTB. ”Saya rasa itu tidak ada persoalan,” ujarnya.

Selain itu, ketika barang datang, alat marching band ternyata kurang. Kekurangan tersebut kemudian dilengkapi pihak rekanan sekitar awal tahun 2018. ”Di pengiriman pertama kita mendapatkan 14 item alat marching band. Tapi, sudah dilengkapi lagi setelah itu,” ungkap Ridwan.(dit/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost