Lombok Post
Headline Pendidikan

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

BERANGKAT SEKOLAH: Seorang murid SD di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat bersalaman dengan ibunya sebelum berangkat sekolah, beberapa hari lalu. Pascagempa, kini sekolah-sekolah mulai aktif meski para siswa berangkat sekolah dari tenda pengungsian.

JAKARTA-Setelah masa tanggap darurat berakhir pada 25 Agustus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus menggenjot kegiatan belajar mengajar (KBM) di Lombok. Selain mendirikan sekolah darurat dengan tenda, sekolah semi permanen pun tengah dibangun. Selain itu, kementerian tersebut juga memberikan bantuan kepada guru yang terdampak gempa.

”Kami sudah menginfentarisir sekolah-sekolah dengan beberapa katagori yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kemarin (9/9).

Pengelompokan kerusakan ini kedepan akan berguna sebagai penunjukkan siapa yang akan membangun sekolah tersbut. Misalnya saja untuk yang mengalami rusak ringan, maka Kemendikbud dan Dinas Pendidikan di Lombok yang akan membangun kembali. Sedangkan untuk yang rusak berat akan dibangun oleh Kementerian PUPR. Sedangkan sekolah agama dan pesantren, akan dikoordinir oleh Kementerian Agama.

Pembangunan sekolah juga diinisiasi oleh pemerintah daerah. Sebut saja Jawa Timur, DKI, dan Pemkot Malang, serta Surabaya. ”Kepada provinsi atau kabupaten/kota yang memiliki anggaran cukup, silakan disumbangkan. Jangan bentuk uang, namun bentuk sekolah saja,” ujarnya. Muhadjir juga membolehkan jika kedepan sekolah yang dibangun oleh pemda diberi nama sesuai penyumbang bantuan.

Untuk menunggu pembangunan bangunan sekolah, maka Kemendikbud mendirikan sekolah darurat dengan tenda. Sudah hampir seribu tenda didirikan. Saat ini tercatat sekitar 20 lembaga nonpemerintah, bergotong royong dengan pemerintah daerah maupun pusat. Fokus mereka untuk memulihkan KBM.

”Kegiatan pascagempa tentu dibikin agar anak-anak gembira,” intruksi Muhadjir.

Setelah itu, dikenalkanberbagai macam keadaan yang bersifat memulihkan atau trauma healing. Guru pun mendapat perlakuan trauma healing. ”Setelah itu mengejar ketertinggalan KBM,” imbuhnya.

Selain itu, Kemendikbud juga memberikan tunjangan kepada guru. Tunjangan diberikan selama enam bulan dengan jumlah Rp 1,5 untuk guru PNS dan Rp 2 juta untuk NonPNS. ”Selama ini NonPNS menerima bantuan lebih kecil. Nah ini sekali-kali (lebih besar, Red),” kata Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Muhadjir menargetkan secepat mungkin KBM di Lombok akan berjalan normal. Sedangkan untuk pembangunan gedung, sesuai intruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla, diberikan batas maksimal satu tahun. (lyn/r5)

Berita Lainnya

Pemalsuan Data Tes P3K Mencuat

Redaksi LombokPost

Delapan WNA Amerika Dideportasi

Redaksi LombokPost

Sakit Hati, Somad Kuras Barang Tetangga

Redaksi LombokPost

Ibu Rumah Tangga Terima Paket Sabu

Redaksi LombokPost

Yuk..!! Kenali Visi Caleg Muda Ampenan, Budi Satriawan

Redaksi Lombok Post

RS Internasional Mandalika Telan Rp 112 Miliar

Redaksi LombokPost

Camat Prabarda Akan Diberhentikan Sementara

Redaksi LombokPost

Mantan Kadispar Lotim Ditahan Tersangkut Kasus Dugan Tipikor Penataan Pusuk Sembalun

Redaksi LombokPost

Demi Meratus, Ribuan Orang di Kalsel Bersama-sama Menulis Surat ke Presiden

Redaksi LombokPost