Lombok Post
Headline Sumbawa

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

SERIUS: Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (empat dari kiri) saat memberikan keterangan terkait upaya yang tengah dilakukan pemerintah untuk menangani masalah gempa bumi di KSB, kemarin.

TALIWANG-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan dana bantuan rehab rumah korban gempa bumi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pekan ini sudah bisa dicairkan. ”Saya minta data kerusakan rumah yang sudah ada segera dibuatkan SK oleh bupati, hari ini juga akan saya bawa ke Jakarta,’’ jelasnya, kemarin.

          Dia menegaskan fokus pemerintah saat ini bagaimana segera membangun kembali rumah penduduk yang rusak. Selain rumah penduduk, pemerintah juga memastikan semua fasilitas dan sarana publik lainnya juga harus segera dibangun cepat. Mulai dari rumah sakit, puskesmas, sekolah, tempat ibadah dan fasilitas publik lainnya. ”Iitu kenapa saya ke KSB, untuk memastikan semua pembangunan itu berjalan cepat. Dua pekan lagi saya akan kembali datang melihat sejauh mana pembangunannya dilakukan,” janjinya.

          Pembangunan rumah penduduk, terutama yang mengalami rusak berat memang menjadi prioritas. Percepatan pembangunan rumah penduduk ini bisa segera dilakukan Pemda KSB dengan melibatkan agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR). ”Pola yang sudah dilakukan di KSB melalui agen PDPGR patut dicontoh di daerah lain. Ini sudah tepat dalam membangun dan menyelesaikan pembangunan rumah penduduk,” ucapnya.

          Basuki menjelaskan, saat ini proses pembahasan anggaran untuk bantuan pembangunan rumah korban gempa sudah dilakukan pemerintah pusat. Belum lama ini dirinya sudah berkomunikasi langsung dengan menteri keuangan dan dirjen anggaran terkait kesiapan dana yang akan disalurkan. ”Hasil rapat, akan segera dicairkan. Data kerusakan juga sudah disampaikan ke BNPB, tapi saya juga minta agar data itu bisa saya bawa sendiri ke Jakarta. Tinggal disiapkan SK bupati untuk penetapan rumah yang berhak menerima bantuan tersebut,” paparnya.

          Hanya saja, untuk proses pencairan dana itu kemungkinan bertahap. Pemerintah pusat juga, saat ini akan lebih memprioritaskan warga yang rumahnya rusak berat. Sehingga mereka bisa segera kembali ke rumah dan tidak lagi tinggal di tenda-tenda pengungsian. ”Tinggal polanya bagaimana itu akan dikomunikasikan. Misalnya begini, kalau jumlah kerusakannya 1.000 itu paling bisa dibangun 20 dulu. Nah kalau masing-masing Rp 25 juta dulu, itu bisa 40 orang. Tapi mereka nanti tetap akan dapat Rp 50 juta. Kenapa sistimnya seperti itu, supaya nanti bisa bergerak semua,’’ tandasnya.

          Kebijakan tersebut diharapkan tidak dipolitisir. Apalagi sampai membandingkan dengan pola penanganan yang dilakukan pusat di Pulau Lombok. ”Semuanya sama, transparan dan tidak boleh ada potongan. Minggu ini saya minta, itu sudah harus bergerak semua,” katanya.

          Sementara untuk model rumah yang akan dibangun, Kementerian PUPR sepenuhnya menyerahkan kepada masyarakat. Apalagi, bangunan rumah yang dibangun oleh Pemda KSB melalui PDPGR itu juga sudah termasuk tahan terhadap gempa.

Bupati KSB Dr HW Musyafirin menyampaikan apresiasi kepada menteri yang sudah datang dan melihat langsung kondisi KSB. Dia juga berjanji akan segera menyelesaikan data jumlah rumah warga yang rusak pasca gempa. ”Datanya sudah kami siapkan, tinggal SK saja,” imbuhnya.

          Jumlah rumah rusak di KSB mencapai 15.361 unit. Jumlah tersebut termasuk rumah dengan rusak berat, sedang dan ringan. ”Saat ini kami juga sudah mulai melakukan pembersihan terhadap bangunan rusak parah. Jadi ketika dana itu sudah turun, kita bisa langsung bekerja dan masyarakat bisa segera menempati rumah baru,” tambahnya. (far/r4)

Berita Lainnya

ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Dompet PNS Makin Tebal, Pemkot Siapkan Rp 363 Miliar

Redaksi Lombok Post

Gubernur Blusukan di Kampus-kampus Polandia

Redaksi Lombok Post