Lombok Post
Tanjung

Kades Belum Berani Salurkan Rastra

Ahmad Suhadi

TANJUNG-Pembagian rastra di Lombok Utara  masih belum bisa dilaksanakan. Seluruh kepala desa di Lombok Utara masih belum berani melakukan droping rastra. Mereka tidak ingin terjadi konflik mengingat saat ini dalam kondisi pemulihan pascabencana.

“Jadi masalahnya semua dusun siap tidak membagi sesuai dengan aturan, sementara beberapa kepala desa belum berani karena situasi dan kondisi,” jelas Camat Gangga Ahmad Suhadi, kemarin (12/9).

Ia menuturkan, semua kepala desa belum berani melakukan droping rastra. Sebab jika dibagi sesuai by name by address maka banyak warga yang tidak dapat. Itu dinilai akan berpotensi tinggi memicu konflik di tengah masyarakat.

“Sehingga yang akan menjadi sasaran empuknya para kadus,” sambungnya.

Ia melanjutkan, pihaknya khawatir jika permasalahan rastra justru membuat kadus berhenti alias mengundurkan diri. Bahkan kabarnya ada kadus yang sudah mundur dari jabatannya.

“Kita tidak mau kadus-kadus tersebut berhenti,” katanya.

Ia melanjutkan, persolan rastra ini akan dirapatkan dulu dengan sekretaris desa (sekdes) dan sekretaris dusun (sekdus). Namun sebelum itu, kades akan rapat dulu dengan sekdus, sebagai pendampingan untuk memberikan rastra sesuai nama yang ada terlebih dahulu.

“Jadi seperti itulah untuk sementara, karena melihat potensinya yang takut ada ketimpangan di bawah nanti,” pungkasnya.

Sebab itu ia menegaskan, pihaknya masih belum berani memutuskan terkait rastra. Pihaknya harus menerima berita acara dari masing-masing kades terkait hal itu.

Namun berbeda halnya jika ada beras cadangan yang disiapkan dari anggaran bantuan Rp 1 miliar. Cadangan beras tersebut pun harus bisa mengcover masyarakat yang tidak menerima rastra dengan jumlah yang sama.

“Namun jika tidak maka kami belum siap bagikan rastra,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Lombok Utara Hadari mengatakan, saat ini pihaknya sedang membahas rastra. Ia mengatakan rastra dua bulan ini pihaknya drop langsung hampir ratusan ton per kecamatan. “Rastra hingga September,” katanya.

Rastra tersebut akan segera dikirim dengan catatan tidak dibagi rata. Rastra tersebut harus sampai pada penerima manfaat. Sebab itu, sebelum adanya dropping ke kecamatan hingga dusun, diperlukan koordinasi yang baik. Bahkan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat. “Agar tidak ada masalah nantinya,” tandasnya. (fer/r7)

 

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost