Lombok Post
Tanjung

LPP RRI-IKAL Lemhanas Bangun Sekolah Darurat

PERESMIAN: Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Dra Dwi Hernuningsih (tengah) didampingi Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar melakukan pemotongan pita untuk meresmikan sekolah darurat SD 2 Tanjung, Senin (10/9).

TANJUNG-Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) bersama Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) angkatan 1952 menyerahkan bantuan pendidikan ke SDN 2 Tanjung. Bantuan berupa sekolah darurat beserta peralatan pendukung pendidikan lainnya diberikan untuk membangkitkan kembali pendidikan di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Dra Dwi Hernuningsih mengatakan, pihaknya bersama IKAL angkatan 1952 fokus memberikan bantuan di bidang pendidikan. Yakni enam unit sekolah darurat, peralatan tulis, terpal, peralatan solat, dan lainnya.

“Kebetulan pada 11 September itu kami merayakan HUT ke-73 dan di momen ini memang kami ingin lebih dekat secara khusus dengan korban gempa,” jelasnya usai penyerahan bantuan, Senin (10/9).

Ia menuturkan, RRI hadir sejak masa perjuangan. Hingga saat ini RRI terus berupaya menyiarkan semua kejadian yang ada di tengah masyarakat. RRI membangun empati masyarakat untuk membangun toleransi, ikut memotivasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap apapun, khususnya masyarakat Lombok.

“Karena mengalami bencana gempa maka kami bangun adalah kesadaran masyarakat untuk bangkit kembali agar bisa membangun kembali daerah ini bersama dan bergotong royong bersama-sama,” jelasnya.

Meski bantuan yang diberikan tidak besar, namun menurutnya minimal bisa memberikan motivasi pada masyarakat lain untuk ikut berkonstribusi. RRI akan terus menyiarkan kabar terkini Lombok untuk membangun toleransi dan motivasi.

Terpisah, Ketua IKAL Lemhanas 1952 yang juga Irwasda Polda NTB Kombes Pol Agus Salim mengatakan, pihaknya ingin berkontribusi di Lombok Utara, khususnya di bidang pendidikan. Hal itu sesuai dengan arah untuk membangun kecerdasan bangsa.

“Artinya walaupun itu di tempat bencana, pendidikan tetap jalan,” tegasnya.

Ia mengaku prihatin melihat dunia pendidikan di daerah terdampak gempa. Banyak anak-anak yang masih belum bisa sekolah. Padahal mereka diharapkan ini menjadi pioner daerah dan bangsa. Tak hanya di SD 2 Tanjung, hal serupa juga akan dilakukan di sekolah-sekolah lainnya di daerah terdampak gempa.

“Sementara ini kita fokuskan ke pendidikan, selanjutnya tidak menutup kemungkinan ke sektor lainnya,” tandasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

Sekjen FPM dan BSMI Kunjungi Korban Gempa Lombok

Redaksi LombokPost

PAD Diperkirakan Sudah Tembus Rp 3 Miliar

Redaksi LombokPost

Dikpora Pertanyakan Juklak dan Juknis

Redaksi LombokPost

Warga Sekitar Tambang Khawatirkan Longsor

Redaksi LombokPost

Disbudpar dan Warga Gili Meno Gelar Mandi Safar

Redaksi LombokPost

Mantapkan Persiapan UNBK Lebih Awal

Redaksi LombokPost

Pengungsi Berharap Huntap Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Minta Fortuner Wabup Dilelang

Redaksi LombokPost

Warga Kecewa Bupati Tidak Hadir Saat Hearing di DPRD

Redaksi LombokPost