Lombok Post
Headline Metropolis

NTB TERIMA 2.915 CPNS, Honorer K2 Lewat Jalur Khusus

MATARAM-Kuota CPNS untuk Pemprov NTB dan seluruh kabupaten/kota di NTB sudah turun. Provinsi NTB mendapatkan jatah 2.915 formasi CPNS tahun 2018. Jumlah itu berkurang setengah dari 6.133 formasi yang diusulkan Pemda se-NTB.

Meski semua pemerintah daerah mendapatkan jatah formasi, namun jumlah itu setengah dari yang diharapkan. Pemprov misalnya mendapatkan 332 formasi dari 700 formasi yang diusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Lombok Barat 185 formasi dari usulan 215 formasi. Lombok Tengah 481 formasi dari 1.282 formasi yang diminta. Lombok Timur diberikan 225 formasi CPNS dari kebutuhan 250 formasi.

Demikian juga dengan Kabupaten Bima mendapatkan 352 formasi dari 624 formasi yang dibutuhan. Kabupaten Sumbawa 217 formasi dari 1.002 yang diusulkan. Dompu 173 formasi dari permintaan 641 formasi. Kabupaten Sumbawa Barat 226 formasi dari 378 formasi usulan.

Tidak terkecuali Lombok Utara, mereka mendapatkan 264 formasi dari usulan 314 formasi. Kota Mataram 262 formasi 498 yang diajukan, dan Kota Bima 198 formasi dari 229 formasi CPNS yang diharapkan. Meski begitu, 2.915 formasi mendekati jumlah pegawai NTB yang pensiun 2.983 orang.

”Namanya orang diberi kita terima saja,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Fathurrahman, kemarin (12/9).

 Karena kuota formasi berkurang dari usulan, BKD harus penyesuaian kembali formasi jabatan yang akan dilamar. Pemda akan menentukan berapa jumlah jabatan guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis yang akan dibuka. Itu disesuaikan dengan jatah fomrasi dari pusat.

”Tiga bidang tetap jadi prioritas yakni pendidikan, kesehatan dan tenaga infrastruktur,” jelasnya.

Honorer K-2

Sementara itu, formasi itu diluar penerimaan CPNS melalui jalur khusus, seperti honorer kategori dua (K2). Jumlah honorer K2 se-NTB akan didata kembali. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang pegawai.

”Sudah ada data base di BKN kalau itu, dia akan tes jalur khusus,” katanya.

Secara nasional, pemerintah akan mengangkat 238.015 formasi CPNS. Tersebar di 76 instansi pusat sebanyak 51.271 formasi, 525 pemerintah daerah dengan jatah 186.744 formasi.

Jenis formasi dibagi dua, yakni kategori umum dan khusus. Kategori khusus diperuntukkan bagi lulusan cumlaude, disabilitas, warga diaspora, olahragawan berprestasi internasional diangkat Kemenpora. Juga tenaga pendidik dan tenaga kesehatan K2 yang tidak lulus dan memenuhi persyaratan mengikuti tes CPNS.

Syarat itu antara lain, usia maksimum 35 tahun per 1 Agustus 2018 dan bekerja terus menerus sampai saat ini. Bagi tenaga pendidik maksimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K2 pada 3 November 2013.

Bagi tenaga kesehatan minimal berijazah Diploma III yang diperoleh sebelum seleksi honorer K2 pada 3 November 2013. Memiliki tanda bukti nomor ujian  tenaga honorer K2 2013, dan memiliki KTP. Khusus bagi honorer K2 sistem pendaftaran dilakukan tersendiri di bawah koordinasi BKN.

Seleksi CPNS dilakukan dengan transparan, akuntabel, objektif, dan kemudahan akses informasi. Peserta daftar di satu instansi dan satu jabatan formasi baik umum atau khusus.

Sementara itu Kepala Bidang Mutasi BKD Wahibullah menambahkan, jadwal pembukaan pendaftaran digelar serentak. Baik instansi pusat dan daerah. Pendaftaran dilakukan di satu portal pendaftaran di sistem seleksi CPNS Nasional (SSCN) BKN. Upload dokumen persyaratan dilakukan secara elektronik. Verifikasi formasi dan pengumuman dilakukan tim Kemenpan-RB.

”Peserta bebas memilih lokasi tes CAT,” jelas Wahibullah.

Untuk NTB lokasi tes CAT ada lima titik, yakni Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Kabupaten Bima. Pelamar hanya bisa mendaftarkan diri melalui situs resmi http://sscn.bkn.go.id. Bila ada yang menawarkan situs lain berarti itu hoax.

Kemenpan-RB juga sudah menetapkan jadwal tentatif pelaksanaan seleksi CPNS. Penetapan formasi antara 11-12 September.  Pendaftaran dilakukan tanggal 19 September 2018. Pengumuman SKD tanggal 16 Oktober 2018. Pelaksanaan tes CAT SKD dan SKB tanggal 20 Oktober. Pengumuman kelulusan 30 November 2018.

 Jangan Percaya Calo

Fathurahman menambahkan, penyelenggaraan CPNS tidak ada jalur bawah, atas, kiri, atau kanan. Semuanya transparan, akuntabel di bawah pendampingan BPKP dan KPK. Kalau ada oknum yang menawarkan “bisa” jadi CPNS, maka itu jelas penipuan.

Karenanya, diharapkan masyarakat tidak terpengaruh  iming-iming dan janji oknum yang mengatakan dirinya bisa membantu.

“Harap waspada!” imbuh Fathurrahman.

Persyaratan lamaran akan diumumkan lebih teknis. Tapi bisa disiapkan fotokopi KTP, fotokopi Ijazah dan rranskip nilai yang telah dilegalisir, surat keterangan akreditasi dari BAN PT. Foto terbaru ukuran 4×6 cm sebanyak 4 lembar -latar belakang merah.

Dokumen tambahan bagi lulusan D-III dan SMA/sederajat antara lain, materai Rp 6.000, fotokopi KTP, fotokopi ijazah/STTB, fotokopi ijazah SD, fotokopi ijazah SLTP, dan fotokopi ijazah SLTA.

Wilayah terdampak gempa menurut Fathurrahman akan mendapat perlakuan khusus. Bentuknya berupa keringanan syarat administrasi. Misalnya korban gempa yang kehilangan dokumen ijazah bisa membuktikan dengan cara lain.

”Itu akan kita bahas lebih teknis bersama BKN di Denpasar besok,” tandasnya. (ili/r8)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost