Lombok Post
Tanjung

Pemkab Minta Pemerintah Pusat Adil, Guru Madrasah dan PTT Ingin Dapat Tunjangan Khusus

H Najmul Akhyar

TANJUNG– Ribuan guru di bawah naungan Kemendikbud telah mendapatkan tunjangan khusus. Sayangnya hal tersebut tidak berlaku bagi guru madrasah dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lombok Utara. Ratusan guru madrasah dan PTT juga berharap mendapatkan perhatian serupa dari pemerintah pusat.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengatakan, saat kunjungan Kemendikbud belum lama ini, dia juga sudah menyampaikan terkait guru madrasah dan PTT. Meski tidak masuk ranah Mendikbud, namun harus juga diperhatikan dengan alasan kemanusiaan.

“Untuk dunia pendidikan tolong bapak juga perjuangkan madrasah-madrasah karena bagian dari dunia pendidikan,” jelasnya, kemarin (13/9).

Najmul mengungkapkan, dirinya terharu mendapatkan pesan melalui WhatsApp dari salah seorang guru madrasah. Guru tersebut meminta agar tidak ada trauma kedua pascagempa. Hal tersebut lantaran karena guru guru yang di bawah naungan Kemendikbud itu mendapatkan tunjangan.

“Jadi saya mengusulkan kepada pemerintah pusat supaya adil,” sambungnya.

Keadilan yang dimaksud adalah dengan juga memperhatikan guru yang tidak di bawah naungan Kemendikbud. Sebab meski sekolah swasta namun semua siswa dan gurunya adalah milik negara.

“Sehingga saya berharap pemerintah memberikan rasa adil kepada semua guru yang mengajar baik itu di bawah Kemendikbud ataupun Kementrian Agama,” pungkasnya.

Ia mengatakan, pihaknya mendorong agar Kementerian Agama (Kemenag) agar lebih proaktif. Kemenag harus memperjuangkan nasib guru madrasah dan tidak beranggapan setelah tanggap darurat usai, maka semua masalah ikut selesai.

“Karena bagi saya ini belum selesai , karena semua guru harus mendapatkan keadilan yang sama,” tegasnya.

Ia menilai, guru- guru madrasah juga memiliki beban dan tanggung jawab yang sama. Mereka juga mengajar dengan jumlah jam yang sama dengan guru sekolah negeri.

“Saya berharap Kemendikbud juga bisa menyuarakan ini pada presiden supaya bisa diberikan haknya juga,” harapnya.

Najmul mengaku bersyukur jika semua guru sekolah negeri mendapatkan tunjangan khusus dari Kemendikbud. Namun ada hal yang perlu digaris bawahi, yakni nasib PTT. Masih ada 700 lebih PTT yang belum mendapatkan perhatian yang sama.

Tak hanya itu, Najmul mengaku akan segera melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian. Di antaranya seperti Kemenag, Kemenkes, hingga Kemenaker di Jakarta. Untuk Kemenkes, dirinya akan memperjuangkan insentif khusus pada pascagempa seperti guru. Sebab pascagempa hingga saat ini peran para tim medis sangat besar.

“Begitu juga tenaga-tenaga kerja kita yang terdampak,” tandasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost