Lombok Post
Selong

Penjabat Bupati Lotim Gelar Rapat Koordinasi Terkait Pemantapan Tugas Pembinaan OPD

MANTAPKAN KERJA OPD: Penjabat Bupati Lotim H Lalu Syafii (tengah) didampingi Sekda Lotim Rohman Farly (kiri) dan Asisten II Sahabuddin (kanan) dalam rapat koordinasi pemantapan tugas pembinaan OPD di wilayah bencana di ruang rapat utama Kantor Bupati Lotim, kemarin (12/9). MANTAPKAN KERJA OPD: Penjabat Bupati Lotim H Lalu Syafii (tengah) didampingi Sekda Lotim Rohman Farly (kiri) dan Asisten II Sahabuddin (kanan) dalam rapat koordinasi pemantapan tugas pembinaan OPD di wilayah bencana di ruang rapat utama Kantor Bupati Lotim, kemarin (12/9).

SELONG – Surat perintah tugas yang dibagikan ke kepala perangkat daerah, instansi atau lembaga, dan BUMD se Lombok Timur tidak selesai di peringatan 1 Muharram 1440 H. Akan tetapi setelah itu, pembinaan yang dilakukan berdasarkan tugas di wilayah pembagian masing-masing harus terus dijalankan.

Penjabat Bupati Lotim H Lalu Syafii kembali menegaskan tugas pembinaan OPD di wilayah bencana tersebut pada rapat koordinasi di Rupatma 1 Kantor Bupati Lotim, Rabu kemarin.

“Selanjutnya, kita akan mengajak warga untuk gotong royong,” kata Syafii.

Ia mengingatkan kembali tanggung jawab pemeringah terhadap kondisi masyarakat pada fase transisi ke pemulihan. Di mana tanggung jawab tersebut dimiliki oleh masing-masing OPD sesuai dengan surat perintah tugas di 77 titik pengungsian yang ada di 13 Kecamatan terdampak gempa.

Hari Jumat dipilih sebagai waktu yang tepat untuk mengajak warga bekerjasama. “Saya berharap agar semua pejabat daerah bisa menjalin komunikasi dengan TNI. Sebab TNI merupakan mediator pemerintah dengan masyarakat,” terangnya.

Kasdim 1615 Lotim Mayor Arifianto menyampaikan TNI telah menyiapkan alat operasional di wilayah terdampak gempa. Namun alat tersebut tidak cukup membantu tanpa kerjasama dari sejumlah pihak. Khususnya warga setempat.

“Untuk penentuan lokasi hunian sementara, kami berharap Camat bisa berkoordinasi dengan Koramil,” kata Mayor Arif dalam rapat tersebut.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk mencari sumber air yang dapat memenuhi kebutuhan air bersih. Menurutnya, dalam fase transisi ke pemulihan, hasil perivikasi rumah harus segera diselesaikan. Sebab hal tersebut menjadi penentu untuk langkah merobohkan rumah yang sudah tidak layak huni.

Sekda Lotim H Rohman Farly menegaskan sekiranya pemerintah mesti berupaya bekerja cepat dan tepat. Serta melakukan koordinasi dengan semua pihak. (tih/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost