Lombok Post
Tanjung

Kemenag Jangan Bengong Aja! Pascagempa, Logistik Ponpes Perlu Diperhatikan

RUSAK BERAT: Kondisi Ponpes Riadul Jannah NW Genggelang di Dusun Penjor, Desa Genggelang yang rusak berat akibat gempa, kemarin (14/9).

TANJUNG-Sebagian besar pondok pesantren (ponpes) di Lombok Utara ikut terdampak gempa. Pemkab Lombok Utara menilai tak hanya fisik, namun kebutuhan logistik di ponpes juga perlu diperhatikan.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengatakan, ponpes harus diperhatikan serius. Hal ini mengingat jumlah siswanya bisa mencapai 700-800 orang dan tinggal di asrama.

“Maaf, untuk memberikan makan untuk 800 orang ini tidaklah mudah. Sehingga kemarin saya belikan beras dan saya kirim ke pondok-pondok itu yang ada muridnya di asrama,” jelasnya.

Pemenuhan kebutuhan logistik itu dilakukan agar aktivitas belajar mengajar di ponpes bisa berjalan normal kembali. Najmul mengatakan, hal ini sangat penting untuk dipikirkan bersama. Ponpes menjadi satu bagian pendidikan yang harus segera dipulihkan di Lombok Utara.

“Kalau anak-anak di sana tidak dipastikan logistiknya, saya pikir orang-orang pondok juga akan takut memasukkan anak didiknya ke sana,” sambungnya.

Keberlangsungan hidup ponpes tergantung pada pembayaran SPP yang diterima dari murid. Terutama untuk kebutuhan logistik sehari-harinya. Hal ini tentu akan menjadi berat bagi wali murid, mengingat kondisi pascagempa ini.

“Sebab untuk konteks saat ini seperti uang pembayaran SPP dan lainnya, wali murid juga  adalah sesuatu yang sangat berat,” ujarnya.

Untuk itu, hal ini yang harus dimaklumi oleh Kementerian Agama (Kemenag). Ia berharap Kemenag pun akan memiliki pemikiran yang serupa. Kemenag diminta untuk benar-benar memperhatikan ponpes dari semua aspek. Mulai dari bantuan fisik, tunjangan untuk guru-guru dan staf di ponpes, hingga permasalahan logistiknya.

“Dan kalau hanya memeperhatikan madrasah negeri, itu lebih parah lagi menurut saya,” pungkasnya. (fer/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost